6 Alat Terapi Stroke yang Bisa Dicoba di Rumah

- Balance Boards: Melatih keseimbangan dan stabilitas tubuh, menguatkan otot kaki, refleks, dan kontrol gerakan.
- Dumbbell: Melatih kekuatan otot lengan dan kaki, mencegah atrofi otot dan mendukung aktivitas sehari-hari.
- Mirror Box: Melatih tangan yang terdampak, membantu meningkatkan kontrol gerak dan koordinasi.
Stroke bisa meninggalkan dampak yang signifikan pada gerak dan keseimbangan tubuh, terutama bagi Mama yang ingin tetap aktif di rumah. Untungnya, ada berbagai alat terapi sederhana yang bisa membantu proses pemulihan.
Dengan latihan rutin, Mama bisa memulihkan kemampuan fisik secara bertahap dan aman. Alat-alat ini tidak hanya melatih kekuatan dan koordinasi tubuh, tetapi juga membantu Mama meningkatkan kepercayaan diri saat berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Berikut Popmama.com rangkum 6 alat terapi stroke yang efektif dan bisa Mama coba di rumah!
Table of Content
1. Balance Boards

Balance boards adalah alat yang efektif untuk melatih keseimbangan dan stabilitas tubuh. Latihan ini cocok bagi Mama yang mengalami kesulitan koordinasi, sekaligus melatih sistem vestibular. Untuk keamanan, sebaiknya berpegangan pada dinding atau ditemani orang lain saat berlatih.
Selain menguatkan otot kaki, latihan dengan balance board juga melatih refleks dan kontrol gerakan. Mama yang rutin menggunakan alat ini cenderung lebih percaya diri saat berdiri atau berjalan, sehingga risiko jatuh bisa berkurang.
2. Dumbbell

Dumbbell adalah alat sederhana yang efektif untuk melatih kekuatan otot lengan dan kaki setelah stroke. Latihan beban membantu mencegah atrofi otot akibat kurang gerak dan merangsang pertumbuhan otot baru. Selain itu, kekuatan otot yang meningkat juga mendukung aktivitas sehari-hari pasien.
Penting untuk menyesuaikan berat dumbbell dengan kemampuan masing-masing pasien. Latihan beban yang terlalu berat justru bisa menimbulkan cedera. Dengan panduan dari ahli atau fisioterapis, Mama bisa melatih otot secara aman dan meningkatkan kemampuan fisik secara bertahap.
3. Mirror Box

Mirror box adalah alat untuk Mama yang mengalami kelumpuhan atau kekakuan tangan. Dengan cermin di satu sisi, alat ini menciptakan pantulan tangan sehat sehingga otak tertipu untuk melatih tangan yang terdampak, membantu meningkatkan kontrol gerak dan koordinasi.
Latihan sederhana seperti menggenggam atau merentangkan jari sambil melihat pantulan cermin efektif memulihkan fungsi tangan secara bertahap. Dengan rutin berlatih, otak dan tangan yang terdampak dapat bekerja lebih harmonis, mendukung pemulihan kemampuan motorik.
4. Sepeda Statis

Sepeda statis adalah alat fisioterapi yang populer untuk pasien stroke karena melatih kedua sisi tubuh secara seimbang. Kaki yang sehat membantu mendukung kaki yang terdampak, sehingga koordinasi otot dan fleksibilitas sendi kaki dapat meningkat.
Alat ini aman digunakan di rumah dan tidak membutuhkan banyak ruang. Dengan durasi latihan yang disesuaikan, pasien dapat meningkatkan stamina dan kemampuan berjalan secara bertahap, cocok untuk Mama dengan hemiparesis.
5. Stability Ball atau Yoga Ball

Stability ball atau yoga ball digunakan untuk memperkuat inti tubuh (core) secara bertahap. Otot inti yang kuat akan meningkatkan keseimbangan, postur, dan kemampuan berjalan pasien stroke. Latihan ini bisa dilakukan dengan duduk, berguling, atau mengangkat bagian tubuh tertentu di atas bola.
Selain itu, stability ball lebih aman dibandingkan balance boards karena permukaannya lembut dan stabil. Mama dapat memanfaatkan alat ini untuk latihan ringan di rumah, sehingga proses pemulihan tetap berlangsung meski tanpa bimbingan langsung dari fisioterapis setiap saat.
6. Stress Balls

Stress balls digunakan untuk melatih kekuatan dan fleksibilitas jari tangan. Beberapa jenis memiliki permukaan berduri tumpul untuk memberi stimulasi tambahan pada otot dan kulit, sementara latihan sederhana seperti menggenggam dan melepaskan bola meningkatkan gerak fleksor dan ekstensor jari.
Selain melatih jari, stress balls juga melatih koordinasi tangan dan mata yang sering terganggu setelah stroke. Bentuknya kecil dan ringan, sehingga latihan bisa dilakukan kapan saja di rumah untuk mendukung pemulihan tangan secara bertahap.
Nah, itulah 6 alat terapi stroke yang bisa Mama coba di rumah. Dengan latihan rutin, bimbingan ahli, dan kesabaran, pemulihan fisik dan kemampuan bergerak bisa lebih maksimal.


















