عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
6 Amalan Malam Nuzulul Quran untuk Meraih Keberkahannya

- Malam Nuzulul Qur’an diperingati setiap 17 Ramadan sebagai momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, menjadikannya malam penuh kemuliaan dan keberkahan bagi umat Muslim.
- Umat dianjurkan memperbanyak amalan seperti membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam, serta beri’tikaf di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Doa, istighfar, dan sedekah menjadi amalan utama lainnya pada malam ini karena diyakini dapat membuka pintu ampunan, rahmat, serta pahala berlipat ganda selama Ramadan.
Malam Nuzulul Quran merupakan salah satu malam yang penuh kemuliaan dalam ajaran Islam. Pada malam inilah wahyu pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Peristiwa Nuzulul Quran sendiri diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Seperti yang kita ketahui, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa karena setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Keutamaan tersebut terasa semakin besar ketika bertepatan dengan malam Nuzulul Quran. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam yang penuh berkah ini dengan berbagai amalan kebaikan agar dapat meraih keberkahan yang melimpah.
Dalam artikel ini, Popmama.com telah merangkum beberapa amalan Nuzulul Quran yang dapat kamu lakukan untuk memperoleh pahala berlipat ganda. Simak selengkapnya berikut ini.
Table of Content
1. Memperbanyak membaca Al-Quran

Karena malam Nuzulul Quran merupakan malam diturunkannya Al-Quran, maka membacanya menjadi salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan.
Membaca Al-Quran pada malam ini menjadi bentuk rasa syukur seorang hamba atas turunnya pedoman hidup bagi umat Muslim. Selain itu, amalan ini juga memiliki keutamaan yang sangat besar.
Ibadah membaca Al-Quran didasarkan pada hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi yang menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Quran akan mendatangkan kebaikan, dan satu kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Artinya : “Dari Abdullah Ibnu Mas‘ud, Rasulullah Saw bersabda, “barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm (sebagai) satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf”. (HR. At-Tirmidzi : 2835).
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia, anjuran membaca Al-Qur’an pada malam Nuzulul Qur’an juga didukung oleh hadits lain. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Quran, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan beliau untuk membaca Al-Quran.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya : “Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.”
2. Mentadabburi Al-Quran

Selain membacanya, umat Muslim juga dianjurkan untuk mentadabburi Al-Quran. Mengutip buku ‘Pendar-Pendar Kebijaksanaan’ karya KH. Husein Muhammad, tadabbur berarti merenungkan atau memerhatikan sesuatu secara mendalam.
Dalam konteks Al-Quran, tadabbur berarti merenungkan, menghayati, dan memahami makna dari ayat-ayat yang dibaca. Dengan cara ini, seseorang tidak hanya membaca Al-Qur’an secara lisan, tetapi juga dapat memahami pesan dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Anjuran untuk mentadabburi Al-Quran juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surat Sad ayat 29 yang menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan agar manusia dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayatnya.
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Artinya : "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (mentadabburi) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." (QS. Sad : 29).
Melalui tadabbur, seseorang tidak hanya mendapatkan pahala dari membaca Al-Quran, tetapi juga memperoleh petunjuk hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengerjakan salat malam

Salat malam merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia setelah salat wajib lima waktu. Karena itu, mengisi malam Nuzulul Quran dengan shalat malam menjadi cara yang baik untuk memuliakan malam yang istimewa ini.
Salat malam yang dapat dilakukan di antaranya shalat tarawih, tahajud, maupun witir. Dilansir dari laman NU Online, hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani menjelaskan bahwa salat malam juga merupakan salah satu tanda kemuliaan bagi orang yang beriman.
جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Artinya : “Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata (kepada beliau): “Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat”, Lalu dia berkata lagi: “Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia.” (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath).
Salat malam terasa semakin istimewa karena pada waktu inilah seorang hamba dapat berkomunikasi dengan Allah SWT dalam suasana yang tenang di sepertiga malam.
4. Memperbanyak i'tikaf di masjid

I’tikaf adalah kegiatan berdiam diri di masjid dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT. Amalan ini sering dianjurkan pada bulan Ramadan dan menjadi salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Melakukan i’tikaf pada malam Nuzulul Qur’an tentu memiliki nilai keutamaan tersendiri karena dilakukan pada malam yang penuh keberkahan. Selama beri’tikaf, seseorang dapat mengisi waktunya dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga melaksanakan shalat malam.
Pengamalan i’tikaf juga sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sering melakukan i’tikaf, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Adapun niat i’tikaf adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَ
Artinya : “Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah Taa’la.”
5. Memperbanyak doa dan memohon ampunan

Malam yang penuh keberkahan ini juga menjadi waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Pada malam seperti ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk taubat atas kesalahan yang telah dilakukan serta memanjatkan doa agar diberikan ampunan, rahmat, serta keberkahan dalam kehidupannya.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam mulia di bulan Ramadan.
“Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,” yang berarti “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani).
6. Memperbanyak sedekah

Malam Nuzulul Qur’an yang bertepatan dengan bulan Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak sedekah. Ramadan dikenal sebagai bulan kedermawanan, sehingga setiap bentuk kebaikan yang diberikan kepada sesama akan bernilai sangat besar.
Tidak selalu harus dalam bentuk materi. Berbagi makanan berbuka puasa, membantu orang yang membutuhkan, atau memberikan santunan juga termasuk bentuk sedekah yang dianjurkan.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Bahkan, kedermawanan beliau menjadi semakin besar ketika memasuki bulan Ramadan saat Malaikat Jibril datang menemui beliau untuk bertadarus Al-Quran.
Hal ini menunjukkan bahwa berbagi kepada sesama merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada malam-malam penuh keberkahan seperti malam Nuzulul Quran.
Itu dia 6 amalan malam Nuzulul Qur’an yang bisa kamu amalkan untuk meraih keberkahan maupun pahala berlipat ganda dari peristiwa ini.












-EPTyv4ZfkIqaTmqMh07IKLHu1y8ku0qi.jpg)





