Mama Wajib Tahu, Pertolongan Pertama saat Mengalami Luka

Luka perlu segera ditangani agar tidak bertambah parah

14 September 2020

Mama Wajib Tahu, Pertolongan Pertama saat Mengalami Luka
Unsplash/Engin Akyurt

Saat mengalami luka pada tubuh, Mama tidak bisa menganggap sepele. Hal ini karena luka perlu segera diobati agar lekas membaik dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah. 

Maka, Mama perlu mengetahui langkah-langkah untuk menangani luka. Selain itu, pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka juga dapat membantu Mama anggota keluarga lainnya. 

Lebih lanjut, berikut Popmama.com berikan cara penanganan luka yang benar. Dikutip dari webinar Hansaplast dalam rangka Hari Pertolongan Pertama Sedunia atau World First Aid Day yang diperingati setiap 12–13 September. 

Luka Perlu Segera Ditangani agar Tidak Semakin Parah

Luka Perlu Segera Ditangani agar Tidak Semakin Parah
Healthpoint.ae

Dokter spesialis luka Adisaputra Ramadhinara menjelaskan, luka adalah kondisi saat struktur kulit mengalami kehilangan kesinambungan sehingga jaringan di bawah kulit terpapar dengan dunia luar. 

Apabila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, luka dapat bertambah kronis. 

"Luka dianggap kronis apabila proses penyembuhannya lambat, luka melebar, dan tidak sembuh-sembuh. Bisa terjadi dimana saja, kapan saja. Jadi, mesti hati-hati," tambah Adisaputra saat webinar Hansaplast pada Jumat (11/9/2020).

Cara Penanganan Luka yang Tepat

Cara Penanganan Luka Tepat
Flushinghospital.org

Sebuah data menunjukkan bahwa 70 persen orang Indonesia mengalami luka saat berkegiatan sehari-hari. Sebanyak 42 persen terjadi saat berada dalam perjalanan, 36 persen di rumah, dan 5 persen saat berada di sekolah.

Jadi, siapa pun dapat mengalami luka sehingga pengetahuan dalam menangani luka sangat penting dipelajari. Berikut langkah-langkah penanganan luka yang tepat:

Editors' Picks

1. Membersihkan luka

1. Membersihkan luka
Unsplash/CDC

Pertolongan pertama saat luka, sesuai standar medis adalah dengan membersihkan luka. Mama dapat membersihkan luka menggunakan air bersih yang mengalir.

Disertai dengan cairan pembersih PHMB atau yang mengandung antiseptik dan tidak merusak jaringan kulit. Sebaiknya, hindari penggunaan alkohol untuk membersihkan luka karena dapat merusak jaringan kulit, Ma. 

"Cairan pembersih luka harus yang mengandung antiseptik untuk mencegah infeksi karena luka sering terjadi di tempat kotor dan banyak bakteri, tidak mengiritasi, dan tidak berwarna agar mudah mengevaluasi luka," jelas Adisaputra yang merupakan dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia.

2. Menilai luka

2. Menilai luka
Healthline.com

Ketika luka benar-benar bersih, Mama perlu menilai luka sebagai langkah penanganan selanjutnya.

Lakukan pengamatan dan berikanlah penilaian pada luka berdasarkan kedalaman luka, besar luka, dan jaringan yang terpengaruh, Ma.

Jika luka masih bisa diatasi maka dapat dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Namun, jika luka dirasa parah dengan luas yang besar dan dalam, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.

3. Menghentikan pendarahan

3. Menghentikan pendarahan
Scountingmagazine.org

Apabila luka mengucurkan darah, Mama dapat menghentikan perdarahan dengan cara menekan luka dengan kain yang bersih.

"Tekan bagian yang berdarah dengan kain bersih. Ditekan setelah 30 detik biasanya luka simpel akan berhenti," jelas Adisaputra.

Menghentikan pendarahan pada luka ini dilakukan untuk membantu proses penggumpalan darah sehingga tubuh dapat memulai proses penyembuhan, Ma. 

4. Mengoleskan salep luka

4. Mengoleskan salep luka
Unsplash/Anastasiia Ostapovych

Setelah pendarahan pada luka mereda, Mama dapat mengoleskan salep khusus luka untuk mempercepat penyembuhan luka.

Salep akan membuat luka lembap, yakni kondisi tidak kering dan juga tidak basah. Dalam sebuah studi menunjukkan bahwa kondisi lembap pada luka ini dapat mempercepat proses penyembuhan.

Hal ini karena salep luka dapat merangsang pembuatan jaringan baru dengan lebih cepat. Namun, gunakan salep yang sesuai dengan anjuran medis untuk merawat luka ya, Ma. 

5. Menutup luka

5. Menutup luka
Unsplash/Nathan Dumlao

Menurut Adisaputra, setelah pemberian salep luka sebaiknya ditutup. Menutup luka bertujuan agar luka tidak terkontaminasi bakteri luar dan juga menjaga luka tetap dalam kondisi lembap.

Sebaiknya, jangan menutup luka dengan kassa karena tidak dapat menghambat bakteri. Jadi, tutup luka dengan plester dan gantilah plester secara rutin setiap hari, Ma.

Selain itu, Adisaputra menyarankan, "Luka dievaluasi setiap sehabis mandi atau 2 kali sehari. Bersihkan lagi, oleskan salep lagi, dan ditutup. Luka akan membaik setelah beberapa hari." 

Itulah langkah penanganan luka yang tepat. Jika luka tak kunjung sembuh, segeralah mhubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.