5 Jenis Diet Paling Populer Saat Ini, Mana yang Pernah Mama Coba?

Perhatikan juga efek sampingnya bagi tubuh, Ma

20 Oktober 2018

5 Jenis Diet Paling Populer Saat Ini, Mana Pernah Mama Coba
Pexels/Trang Doan

Untuk bisa menurunkan berat badan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan Mama. Mulai dari rutin olahraga, sampai mengubah pola makan alias berdiet.

Tak terbatas, jenis-jenis diet pun ada bermacam-macam. Semua sama-sama menjanjikan penurunan berat badan.

Tapi hati-hati ya, Ma. Meski berat badan bisa cepat turun, Mama juga harus memerhatikan kondisi kesehatan tubuh Mama. Jangan sampai penurunan berat badan justru bikin Mama jadi mudah sakit.

Cocoknya jenis-jenis diet juga berbeda pada setiap perempuan, tidak bisa disamaratakan. Semua bergantung pada gaya hidup dan kondisi tubuh masing-masing.

Nah, apa saja ya jenis diet yang paling populer dan banyak diterapkan untuk menurunkan berat badan? Berikut rangkuman informasinya, Ma:

1. Diet ketogenik

1. Diet ketogenik
Pixabay/FoodieFactor

Pada diet ketogenik, Mama diminta untuk mengurangi asupan karbohidrat dan menambah asupan lemak. Meski tampaknya aneh, pada metode diet ini diyakini hal tersebut akan memungkinkan tubuh membakar lemak sebagai bahan bakar.

Konsumsi lemak sehat seperti alpukat, kelapa, kacang, biji-bijian, ikan, dan minyak zaitun pun boleh ditambahkan secara bebas ke dalam menu makanan untuk mempertahankan penekanan keseluruhan pada lemak.

Selain karbohidrat, segala bentuk gula termasuk sirup, olahan tepung, minuman bersoda, serta minyak dan lemak olahan pabrik, juga tidak boleh dikonsumsi.

Hati-hati, Ma. Jika dilakukan sembarangan, diet ketogenik dapat menyebabkan pemecahan simpanan lemak untuk bahan bakar dan menciptakan zat yang disebut keton melalui proses yang disebut ketosis.

Diet ini memiliki risiko termasuk ketoasidosis untuk orang dengan diabetes tipe 1 dan sangat berbahaya.

Editors' Picks

2. Diet Mediterania

2. Diet Mediterania
Pexels/NastyaSensei Sens

Diet Mediterania adalah salah satu jenis diet yang populer dari Eropa Selatan. Diet ini pun fokus kebiasaan makan Kreta, Yunani, dan Italia selatan.

Pada diet ini, ditekankan untuk mengonsumsi banyak makanan nabati. Termasuk di antaranya buah-buahan segar sebagai makanan penutup, kacang-kacangan, biji-bijian, serta minyak zaitun sebagai sumber utama lemak makanan.

Sementara itu, keju dan yoghurt adalah makanan produk susu utama. Diet ini juga membuat Mama mengonsumsi ikan, daging unggas, daging merah, dan sedikit anggur rendah.

Sebagian dari metode diet Mediterania terdiri dari lemak, dengan lemak jenuh tidak melebihi 8 persen dari asupan kalori.

Diet Mediterania termasuk jenis diet yang paling banyak diteliti hingga saat ini. Beberapa hasil penelitian menyebut diet dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan risiko penyakit. Termasuk salah satunya penyakit jantung.

3. Diet Mayo

3. Diet Mayo
Pexels/Kaboompics.com

Diet mayo yang cukup populer di Indonesia yang membuat klaim bahwa menghilangkan asupan garam pada makanan selama 13 hari dapat menurunkan berat badan.

Saat itu, ada banyak katering makanan khusus yang menyediakan menu 13 hari diet mayo. Kebanyakan menu makanan tersebut diolah dengan cara dikukus atau dipanggang.

Diet ini berbeda dengan The Mayo Clinic Diet yang sudah ada sebelumnya. Pada diet Mayo versi ini, ditekankan pada mengganti 5 kebiasaan buruk dengan 5 kebiasaan baik.

Prinsip 5 kebiasaan baik tersebut di antaranya memperbanyak makan buah dan sayuran, sarapan dengan menu sehat, membiasakan diri mengonsumsi grains atau serealia, membiasakan diri mengonsumsi lemak sehat, serta olahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sementara itu, kebiasaan buruknya antara lain makan makanan bergula, makan camilan selain buah atau sayur, makan sambil melakukan aktivitas lain misalnya nonton TV atau main ponsel, makan terlalu banyak daging dan makan terlalu sering ke restoran.

4. Diet alkaline

4. Diet alkaline
Pixabay/Silviarita

Diet ini dikenal juga sebagai diet asam basa. Pada metode ini, diyakini bahwa tubuh rentan terhadap penyakit jika mengonsumsi makanan bersifat asam.

Oleh sebab itu, untuk menyeimbangkan asam basa pada metode ini pun pengaturan dietnya akan lebih banyak mengonsumsi makanan bersifat basa alias alkali.

Makanan yang termasuk golongan bersifat asam di antaranya daging, gandum, gula olahan dan makanan olahan.

Sementara itu, makanan yang termasuk golongan basa yakni buah-buahan, sayuran, kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Jadi inti dari diet alkaline ini adalah memperbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk bisa menurunkan berat badan, Ma.

5. Diet golongan darah

5. Diet golongan darah
Pixabay/Kropekk_pl

Satu lagi jenis diet yang juga sempat populer beberapa waktu lalu, yakni diet golongan darah. Pada metode ini, jenis makanan yang dikonsumsi berbeda-beda sesuai golongan darah Mama.

Diyakini bahwa setiap golongan darah memiliki lektin (sejenis protein) yang berbeda. Apabila golongan darah tertentu mengonsumsi makanan dengan lektin tidak sesuai, maka bisa membuat metabolisme tubuh melambat.

Untuk golongan darah O, contoh makanan yang bisa dikonsumsi di antaranya yang berprotein tinggi seperti daging ayam dan ikan. Sementara untuk golongan darah A, konsumsi sumber nabati seperti sayur, buah, kacang, dan biji-bijian diutamakan.

Golongan darah B bisa mengonsumsi pilihan makanan seperti sayuran hijau, telur, daging, dan produk olahan susu rendah lemak. Lalu untuk golongan darah AB lebih fokus pada makanan laut, tahu, produk olahan susu, dan sayuran hijau.

Apapun jenis dietnya, yang terpenting adalah jangan lupa banyak minum air putih dan tetap rutin olahraga ya, Ma.

Apabila setelah berdiet justru terdapat masalah pada tubuh Mama, segera hentikan dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.