Mama Wajib Tahu! Ini Risiko Bayi Lahir dari Mama Golongan Darah O

Mama yang sedang hamil dan memiliki golongan darah O, wajib tahu nih

24 Maret 2019

Mama Wajib Tahu Ini Risiko Bayi Lahir dari Mama Golongan Darah O
Pixabay/Tasha

Apa yang terjadi jika Mama yang bergolongan darah O melahirkan anak dengan golongan darah yang berbeda?

Mama tengah hamil dan memiliki golongan darah O? Perlu diketahui oleh Mama dengan golongan darah O yang sedang hamil, agaknya harus lebih berhati-hati jika anak mama yang dilahirkan memiliki golongan darah yang berbeda dengan Mama.

Karena anak yang baru dilahirkan yang berbeda golongan darahnya dengan Mama bisa berisiko mengalami hyperbilirubinemia atau bayi kuning berlebihan.

Apa itu hyperbilirubinemiaHyperbilirubinemia adalah kondisi dimana bilirubin yang meningkat drastis pada bayi. Ketika tubuh bayi mengganti sel-sel darah merah dan jaringan tubuh lainnya dengan yang baru, maka hasil pembuangan dari proses ini biasanya akan dihilangkan oleh hati atau liver.

Nah, blirubin termasuk salah satu hasil pembuangan tersebut.

Apa yang Menyebabkan hyperbilirubin pada bayi

Apa Menyebabkan hyperbilirubin bayi
Pexels/Ahock

Perlu Mama ketahui bahwa karakter golongan darah O dikenal tidak mau ‘berkawan’ dengan golongan darah lain. Hal inilah yang  akan terbawa ketika seorang perempuan bergolongan darah O sedang hamil.

Begitu juga ketika semasa kehamilan, Mama dengan golongan darah O juga akan menolak golongan darah lain. Nah, apabila anak mama semasa masih janin terdeteksi bergolongan darah non O, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya reaksi antigen pada janin tersebut. 

Selama proses kehamilan inilah, darah Mama yang berfungsi mentransfer nutrisi dan oksigen untuk bayi melalui tali pusar.

Namun, jika terjadi perbedaan golongan darah antara Mama dengan janin yang dikandung, maka darah Mama akan membentuk antigen, sehingga terjadi suatu reaksi antigen pada janin. Kondisi ini yang kemudian menghancurkan sel darah merah janin.

Reaksi antigen dari Mama kepada janin merupakan kondisi yang bisa membahayakan bagi janin, Ma. Karena jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hal itu dapat menyebabkan komplikasi berat hingga mampu mengganggu sistem saraf otak anak mama secara permanen.

Oleh karena itu, sebaiknya sebelum hamil Mama mengetahui golongan darah Mama.

Sayangnya, masih banyak Mama yang tengah hamil tidak mengetahui golongan darahnya.

Padahal mengetahui golongan darah, bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Karena jika Mama sudah mengetahui golongan darah O, dokter tentu akan lebih waspada akan potensi bahaya untuk kedepannya.

Editors' Picks

Tanda-tanda anak mama mengalami hyperbilirubinemia

Tanda-tanda anak mama mengalami hyperbilirubinemia
Unsplash/Thepootphotographer

Hyperbilirubinemia pada bayi biasanya ditandai dengan adanya semburat warna kuning pada bagian putih mata, kulit, air seni, gusi dan gigi bayi.

Biasanya bayi yang mengalami hyperbilirubinemia akan mengalami aktivitas yang cenderung diam atau tidak aktif. 

Tak hanya itu bayi yang mengalami hyperbilirubinemia juga akan cenderung kurang nafsu menyusu pada Mama, lebih rewel dan mengantuk serta tubuh bayi akan lebih lemas. 

Hal yang Mama bisa lakukan untuk mengatasi anak dengan hyperbilirubin

Hal Mama bisa lakukan mengatasi anak hyperbilirubin
Pexels/Rawpixel

Jika Mama dengan golongan darah O mengandung dan melahirkan bayi dengan golongan darah berbeda, sebaiknya Mama perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan tidak perlu buru-buru membawa anak mama pulang dari rumah sakit.

Sebab, kondisi bayi dengan golongan darah berbeda dari Mama yang bergolongan darah O, sebenarnya baru akan terlihat setelah hari ketiga atau seterusnya.

Jika sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, Mama jangan lupa untuk menjemur anak mama di bawah sinar matahari ya. Idealnya, waktu paling efektif untuk menjemur anak mama yakni mulai dari jam 07.00 WIB hingga 09.00, selama 15 hingga 30 menit, Ma.

Ada cara yang lebih ampuh untuk menghilangkan hyperbilirubin ketimbang menjemur bayi yakni dengan memberikan ASI kepada bayi karena dengan asupan ASI, senyawa bilirubin di dalam tubuh bisa pecah dan akan terbawa oleh air seni dan saat bayi buang air besar.

Namun berbeda penanganannya pada tingkat akumulasi bilirubin yang sudah sangat tinggi, mungkin diperlukan adanya transfusi darah, untuk “menukar” darah bayi yang mengandung bilirubin tinggi tersebut dengan darah orang dewasa dengan tingkat bilirubin yang rendah.

Semoga bermanfaat, Ma!

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!