Pinterest.com/Lynsey Mcatee
Secara bahasa, Nuzulul Quran merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu nuzul yang berarti turun, dan al-quran yang merupakan kitab suci umat Muslim. Jika digabungkan, Nuzulul Quran diartikan sebagai peristiwa diturunkannya Al-Quran.
Peristiwa ini merujuk pada saat Allah SWT menurunkan wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW berupa Surat Al-Alaq ayat 1–5 di Gua Hira pada malam ke-17 bulan Ramadan.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Aisyah RA menceritakan bahwa peristiwa ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW yang saat itu belum diangkat menjadi rasul sering mengasingkan diri ke Gua Hira.
Beliau melakukan hal tersebut untuk merenungkan kondisi masyarakat Arab pada masa itu yang dipenuhi berbagai penyimpangan (masa Jahiliyah).
Pada malam 17 ramadan, Malaikat Jibril kemudian datang membawa wahyu. Malaikat Jibril memeluk Nabi dan berkata, “iqra!” (bacalah!). Kemudian Nabi menjawab, “ma ana bi qari.” (aku tidak bisa membaca).
Peristiwa ini terjadi hingga tiga kali. Sampai akhirnya Malaikat Jibril membacakan lima ayat pertama Surat Al-Alaq yang kemudian menjadi wahyu pertama sekaligus awal dari turunnya Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ.
Artinya : "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq : 1-5)