Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
Walaupun memiliki manfaat besar dalam situasi tertentu, cuci lambung bukan prosedur yang bisa dilakukan pada semua pasien.
Seiring berkembangnya dunia medis, penggunaan prosedur ini kini lebih selektif karena adanya sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan.
Cuci lambung tidak dianjurkan pada pasien yang menelan zat korosif, seperti cairan asam kuat atau bahan kimia tertentu. Hal ini karena proses memasukkan dan mengeluarkan cairan dapat memperparah luka pada kerongkongan maupun lambung.
Salah satu komplikasi yang paling dikhawatirkan adalah pneumonia aspirasi, yaitu kondisi ketika cairan lambung masuk ke paru-paru secara tidak sengaja selama prosedur berlangsung. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius.
Selain itu, jurnal PLOS ONE juga menyebutkan adanya risiko gangguan keseimbangan elektrolit serta iritasi atau cedera ringan pada tenggorokan akibat pemasangan selang.
Karena alasan tersebut, dokter akan selalu mempertimbangkan dengan cermat apakah manfaat cuci lambung lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin muncul sebelum memutuskan melakukan prosedur ini.
Itulah penjelasan seputar apa itu cuci lambung dan manfaatnya. Untuk menghindari prosedur ini, alangkah baiknya kita lebih berhati-hati dalam mengonsumsi sesuatu untuk menjaga kesehatan pencernaan.