"Dehidrasi itu kan sebenarnya dibagi (menjadi) dehidrasi ringan, sedang, dan berat," jelas dr. Cut Hafiah dalam acara “Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA” di Jakarta pada Selasa (23/6/2026).
3 Tahapan Dehidrasi pada Tubuh, Jaga Hidrasi sebelum Memburuk!

- Artikel menjelaskan tiga tahapan dehidrasi tubuh: ringan, sedang, dan berat, yang berkembang seiring berkurangnya asupan cairan harian.
- Dehidrasi ringan sering tidak disadari karena minim gejala, sementara tahap sedang mulai mengganggu fokus, energi, dan aktivitas fisik.
- Dehidrasi berat menyebabkan gangguan metabolisme serius hingga tubuh kaku akibat kekurangan elektrolit, sehingga penting menjaga hidrasi setiap hari.
Kesibukan harian sering kali membuat kita abai terhadap satu hal sepele namun krusial, yaitu rutinitas minum air putih. Mulai dari mengurus keperluan anak, bekerja menatap layar, hingga membereskan pekerjaan rumah, waktu seakan berjalan begitu cepat.
Saat tubuh mulai kekurangan air, efeknya tidak langsung membuat kita jatuh sakit seketika, melainkan melalui beberapa proses bertahap yang sering tidak kita sadari. Kurangnya hidrasi tubuh bisa membawa kita masuk ke dalam tahapan dehidrasi
Lalu, ada berapa tahapan dehidrasi yang dialami oleh tubuh? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut Popmama.com mengulas 3 tahapan dehidrasi pada tubuh. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Dehidrasi ringan

Secara medis, tahapan kekurangan cairan pada dasarnya dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan kategori gejala yang dialami.
Pada fase yang paling awal, yaitu dehidrasi ringan, organ-organ tubuh kita baru mulai merasakan dampak penurunan volume air. Menariknya, tanda-tanda fisik pada fase ini hampir tidak terlihat sama sekali dalam aktivitas sehari-hari kita.
"Kalau dehidrasi ringan memang kita nggak berasa (gejala apapun pada tubuh)," tambah dr. Cut Hafiah.
Karena tidak adanya gejala yang mencolok, banyak dari kita yang merasa tubuhnya masih bugar dan memilih untuk mengabaikan hidrasi tubuh, sehingga tanpa sadar membiarkan kondisinya terus memburuk.
2. Dehidrasi sedang

Jika kebutuhan cairan tidak segera dipenuhi, tubuh akan otomatis bergeser ke tingkat berikutnya yang mulai mengganggu produktivitas harianmu.
Gejala yang muncul pada fase ini sudah tidak bisa disepelekan lagi karena menyerang fungsi kognitif dan fisik sekaligus.
"Kalau dehidrasi sedang itu, udah mulai dari gangguan fokus, terus bibir kering, terus kayak ngerasa lungai, ngerasanya cuma kayak, oh, darah rendah aja, tapi itu ternyata kita kekurangan cairan tubuh." ungkap dr. Cut Hafiah.
Bahayanya, jika kamu tetap nekat mengabaikan kondisi ini dan tidak segera memberikan asupan air, tubuhmu akan mengalami penurunan fungsi yang drastis.
"Kalau sedang yang sampai berat, kita nggak kasih asupan cairan juga. Itu bisa kita katakan sebagai gangguan konsentrasi, dan lemah sedang kan kita tidak bisa melakukan aktivitas apa pun." jelas dr. Cut Hafiah.
3. Dehidrasi berat

Tahapan yang paling kritis dan membutuhkan penanganan segera adalah dehidrasi berat. Ketika tubuh sudah benar-benar kehabisan cadangan air dan elektrolit, seluruh sistem metabolisme di dalam diri kita akan mengalami gangguan yang sangat serius.
"Kalau ke arah berat, pasti biasanya disertai dengan suhu tubuh yang sangat panas, segala macem, dan ada penyakit-penyakitannya." jelas dr. Cut Hafiah.
Efek samping dari fase berat ini tidak hanya membuatmu merasa tidak berdaya, tetapi juga memengaruhi sistem motorik.
"(Jadinya) badan kita akan kaku karena kita kekurangan cairan elektrolit tubuh. Yang kita tahu, kalau elektrolit kurang, badan kita tidak bisa beraktivitas, segala macam, dan kita nggak bisa melakukan fungsi tubuh setiap hari," pungkas dr. Cut Hafiah.
Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi supaya tubuh tidak kekurangan cairan, apalagi mencapai tahapan dehidrasi berat.
Nah, itulah pembahasan mengenai 3 tahapan dehidrasi pada tubuh. Semoga bermanfaat!


















