Kalau mendengar kata ‘puasa’, aktivitas ini sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orang dengan masalah asam lambung atau GERD.
7 Manfaat Puasa bagi Penderita Asam Lambung

Puasa membantu membersihkan lambung dari sisa makanan dan menormalkan gerakan otot pencernaan, sehingga mengurangi rasa begah serta ketidaknyamanan pada penderita asam lambung.
Dengan frekuensi makan yang lebih teratur, puasa menurunkan tekanan di perut dan memperbaiki fungsi katup antara lambung dan kerongkongan agar refluks asam berkurang.
Puasa juga menyeimbangkan produksi asam lambung, meredakan peradangan, serta memberi waktu bagi lapisan pelindung lambung untuk memperbaiki diri secara alami.
Pasalnya, ada anggapan bahwa perut yang kosong dalam waktu lama akan membuat asam lambung naik dan keluhannya makin parah. Apakah ini mitos atau fakta?
Kenyataannya, tidak selalu seperti itu. Selama dilakukan dengan cara yang benar dan kondisi tubuh memungkinkan, puasa justru bisa membantu meredakan beberapa gejala yang sering dialami penderita GERD.
Kalau kamu penasaran apa saja manfaatnya bagi tubuh, coba simak 7 manfaat puasa bagi penderita asam lambung yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
Table of Content
1. Membantu membersihkan lambung dari sisa makanan

Melansir dari The Functional Gut Clinic, puasa, terutama pola intermittent fasting, akan memberi waktu bagi lambung untuk melakukan proses pembersihan alami.
Saat tidak ada makanan yang masuk, tubuh akan mengaktifkan sistem yang disebut Migrating Motor Complex (MMC). Sistem ini bekerja seperti petugas kebersihan di saluran pencernaan.
Gelombang kontraksi yang terbentuk membantu mendorong sisa makanan, lendir lama, dan bakteri yang masih tertinggal di lambung menuju usus bagian bawah sehingga saluran cerna menjadi lebih bersih.
2. Membuat gerakan lambung lebih teratur

Menurut publikasi Mission Gastro Hospital, jeda makan selama puasa juga memberi kesempatan bagi otot-otot lambung untuk beristirahat. Karena tidak terus bekerja tanpa henti, gerakan lambung bisa kembali lebih teratur.
Meski kelihatannya sepele, hal ini penting karena gerakan lambung yang terlalu lambat sering kali membuat makanan bertahan lebih lama di dalam perut dan memicu penumpukan gas.
Dengan proses pengosongan lambung yang lebih baik, rasa begah dan tidak nyaman pun bisa berkurang.
3. Mengurangi tekanan di dalam perut

Salah satu penyebab asam lambung mudah naik adalah tekanan yang terlalu besar di dalam rongga perut.
Mengutip dari Houston Heartburn & Reflux Center, puasa secara tidak langsung membantu mengurangi tekanan tersebut karena frekuensi makan menjadi lebih teratur dan kebiasaan makan berlebihan dapat dikurangi.
Ketika isi lambung tidak terlalu penuh, tekanan dari dalam perut juga menjadi lebih rendah. Kondisi ini membuat lambung bekerja dengan lebih nyaman dan mengurangi dorongan yang dapat memicu refluks.
4. Membantu katup antara lambung dan kerongkongan bekerja lebih baik

Lambung yang tidak terlalu penuh akan memberi kesempatan bagi katup antara lambung dan kerongkongan atau Lower Esophageal Sphincter (LES) untuk menutup dengan lebih rapat.
Katup ini memang punya tugas penting, yaitu mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Saat fungsinya bekerja dengan baik, risiko munculnya sensasi panas di dada (heartburn) juga akan bisa berkurang.
5. Membantu mengatur produksi asam lambung

Anggapan bahwa lambung akan terus menghasilkan asam dalam jumlah besar saat kosong dipatahkan oleh penelitian publikasi PubMed Central yang menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan secara rutin, justru dapat membantu tubuh menyesuaikan ritme produksi asam lambung.
Seiring waktu, tubuh akan belajar kapan waktu makan dan kapan waktu berpuasa. Karena tidak ada rangsangan dari makanan selama beberapa jam, produksi asam lambung pada periode tersebut cenderung menjadi lebih terkontrol.
6. Membantu meredakan peradangan

Selain memengaruhi proses pencernaan, puasa juga bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh. Itu karena fase puasa membantu menekan berbagai zat pemicu peradangan yang terdapat pada jaringan saluran cerna.
Bagi penderita GERD, kondisi ini dapat membantu meredakan iritasi yang selama ini terjadi akibat paparan asam lambung yang berulang. Dengan begitu, rasa perih dan sensasi tidak nyaman pada lambung dapat berangsur membaik.
7. Memberi waktu bagi lapisan lambung untuk memperbaiki diri

Saat tidak sibuk mencerna makanan sepanjang waktu, tubuh bisa lebih fokus menjalankan proses perbaikan jaringan. Dengan puasa, regenerasi sel-sel epitel yang membentuk lapisan pelindung lambung akan lebih cepat diproduksi.
Proses ini berlangsung secara bertahap. Seiring waktu, lapisan pelindung tersebut dapat menjadi lebih kuat sehingga lambung memiliki pertahanan yang lebih baik terhadap efek asam yang diproduksi secara alami oleh tubuh.
Nah, itu dia 7 manfaat puasa bagi penderita asam lambung. Jadi, tidak perlu khawatir lagi untuk menjalani puasa. Selama dilakukan dengan baik, kamu justru akan mendapatkan manfaatnya alih-alih risiko yang membahayakan.


















