Apa Itu Penyakit Hernia? Kenali Penyebab, Faktor Resiko, dan Gejalanya

- Penyakit hernia adalah kondisi medis ketika organ atau jaringan menonjol keluar melalui otot atau jaringan ikat yang melemah.
- Penyebab utama penyakit hernia adalah kelemahan otot dan tekanan berlebih pada area perut, seperti mengangkat benda berat, batuk kronis, sembelit, kehamilan, cedera, atau bekas operasi.
- Faktor risiko seseorang mengalami hernia meliputi usia, kelebihan berat badan, kehamilan berulang, riwayat keluarga dengan kondisi hernia, kurang aktivitas fisik, kebiasaan mengangkat beban berat tanpa teknik yang benar, dan kebiasaan merokok.
Penyakit hernia sering kali dianggap sepele karena pada awalnya hanya tampak sebagai benjolan kecil di area tubuh tertentu. Padahal, kondisi ini bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikenali sejak dini.
Tak sedikit orang yang baru menyadari dirinya mengalami hernia saat keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Hernia bisa dialami siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu penyakit hernia, penyebabnya, faktor risikonya, serta gejala yang perlu diwaspadai agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang apa itu penyakit Hernia? Yuk kenali penyebab, faktor resiko dan gejalanya dibawah ini.
1. Apa itu penyakit Hernia?

Penyakit hernia adalah kondisi medis ketika organ atau jaringan di dalam tubuh menonjol keluar melalui bagian otot atau jaringan ikat yang melemah.
Menurut Mayo Clinic, hernia paling sering terjadi di area perut dan selangkangan, tetapi juga bisa muncul di sekitar pusar atau bahkan di bagian dada.
Dalam kondisi normal, otot berfungsi sebagai penahan organ agar tetap berada di tempatnya. Namun, ketika otot melemah atau mengalami tekanan berlebih, organ seperti usus dapat terdorong keluar dan membentuk benjolan.
Benjolan ini bisa terlihat jelas saat berdiri, batuk, atau mengangkat beban, lalu mengecil saat berbaring. Hernia tidak selalu menimbulkan rasa sakit pada awalnya.
Meski demikian, kondisi ini tetap memerlukan perhatian medis karena hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan yang tepat.
2. Penyebab penyakit Hernia

Menurut Cleveland Clinic, penyebab utama penyakit hernia adalah kombinasi antara kelemahan otot dan tekanan berlebih pada area perut. Tekanan tersebut bisa terjadi secara tiba-tiba maupun dalam jangka waktu lama.
Beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan berlebih antara lain sering mengangkat benda berat, batuk kronis, sembelit yang membuat seseorang sering mengejan, hingga kehamilan.
Selain itu, cedera atau bekas operasi di area perut juga dapat melemahkan otot dan memicu terjadinya hernia. Pada sebagian kasus, hernia juga bisa terjadi karena kelemahan otot bawaan sejak lahir.
Inilah sebabnya hernia tertentu, seperti hernia umbilikalis, sering ditemukan pada bayi dan anak-anak
3. Faktor penyakit Hernia

Selain penyebab langsung, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko seseorang mengalami hernia. National Health Service (NHS) Inggris menyebutkan bahwa usia menjadi salah satu faktor penting, karena kekuatan otot cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Faktor lain yang juga berperan meliputi kelebihan berat badan, kehamilan berulang, serta riwayat keluarga dengan kondisi hernia. Dengan memahami faktor-faktor ini, seseorang dapat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan untuk menurunkan risiko terkena hernia.
Gaya hidup pun turut memengaruhi, seperti kurang aktivitas fisik, kebiasaan mengangkat beban berat tanpa teknik yang benar, dan kebiasaan merokok yang dapat memicu batuk kronis.
4. Gejala penyakit Hernia

Gejala hernia dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Menurut American College of Surgeons, gejala yang paling umum adalah munculnya benjolan di area tertentu yang terasa tidak nyaman, terutama saat beraktivitas fisik.
Selain benjolan, hernia juga bisa menimbulkan rasa nyeri, sensasi terbakar, atau rasa berat di area yang terdampak. Pada beberapa kasus, hernia tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, sehingga sering diabaikan.
Namun, jika hernia disertai nyeri hebat, mual, muntah, atau benjolan menjadi keras dan tidak bisa didorong kembali, kondisi ini bisa menandakan komplikasi serius seperti hernia terjepit. Situasi ini memerlukan penanganan medis segera.
Penyakit hernia merupakan kondisi medis yang terjadi akibat melemahnya otot sehingga organ dalam tubuh menonjol keluar. Meski pada awalnya sering tidak menimbulkan keluhan yang berarti, hernia tetap tidak boleh diabaikan karena berisiko menimbulkan komplikasi.
Dengan memahami apa itu penyakit hernia, penyebab, faktor risiko, serta gejalanya berdasarkan penjelasan ahli medis, Mama dapat lebih peka terhadap perubahan pada tubuh.
Jika muncul tanda-tanda yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


















