Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Sering Bikin Khawatir, Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri?

Sering Bikin Khawatir, Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri?
Pexels/Tima Miroshnichenko
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BAB berdarah bisa sembuh sendiri jika penyebabnya ringan seperti luka kecil atau ambeien, namun perlu perhatian medis bila disebabkan penyakit pencernaan serius.
  • Warna darah saat BAB membantu mengenali sumber perdarahan, dari area anus hingga saluran pencernaan bagian dalam seperti usus besar atau lambung.
  • Segera periksa ke dokter jika perdarahan berlangsung lama, berulang, atau disertai gejala berat seperti nyeri perut, penurunan berat badan, dan tanda anemia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Siapa sih yang tidak khawatir kalau melihat adanya darah saat buang air besar? darah yang muncul bisa berupa bercak merah segar di tisu, tetesan darah di kloset, hingga feses yang tampak lebih gelap dari biasanya.

Meski mengkhawatirkan, tidak semua kasus BAB berdarah menandakan masalah serius. Pada beberapa kondisi ringan, keluhan ini bisa membaik dengan sendirinya setelah penyebabnya teratasi.

Namun, ada juga kasus yang memerlukan penanganan medis karena berkaitan dengan penyakit yang lebih serius.

Untuk memahami apakah BAB berdarah bisa sembuh sendiri atau tidak, simak penjelasan yang telah Popmama.com siapkan di bawah ini.

Table of Content

Bisa Sembuh Sendiri atau Tidak Tergantung Penyebabnya

Bisa Sembuh Sendiri atau Tidak Tergantung Penyebabnya

Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri (2)
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Menurut Cary Gastroenterology, BAB berdarah bisa saja sembuh sendiri jika penyebabnya tergolong ringan. Misalnya, luka kecil di area anus akibat sembelit atau terlalu keras saat mengejan.

Dalam kondisi seperti ini, tubuh biasanya mampu memperbaiki jaringan yang terluka sehingga perdarahan dapat berhenti dalam beberapa hari.

Namun, Canadian Digestive Health Foundation menjelaskan bahwa kondisi ini tidak akan sembuh sendiri kalau darah berasal dari penyakit yang terjadi di dalam saluran pencernaan, seperti radang usus atau pertumbuhan jaringan abnormal.

Jika penyebab utamanya tidak diobati, perdarahan bisa terus berulang dan berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Warna Darah Bisa Memberi Petunjuk dari Mana Sumbernya

Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri (3)
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Darah yang keluar saat BAB tidak berasal dari satu sumber yang sama. Makanya, warna darah sering kali dapat membantu menunjukkan bagian saluran pencernaan mana yang sedang mengalami masalah.

Kalau darah berwarna merah segar dan terlihat di tisu atau menetes ke kloset, biasanya sumber perdarahan berada di area anus atau rektum bagian bawah.

Sebaliknya, jika darah tampak merah tua, kehitaman, atau bercampur dengan feses, City of Hope menerangkan perdarahan kemungkinan berasal dari bagian saluran pencernaan yang lebih dalam, seperti usus besar atau lambung.

Beberapa Penyebab Ringan Bisa Membaik dengan Perubahan Gaya Hidup

Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri (4)
Pexels/Gustavo Fring

Pada banyak kasus, BAB berdarah disebabkan oleh ambeien atau fisura ani, yaitu robekan kecil pada kulit anus. Kedua kondisi ini sering kali dapat membaik tanpa tindakan operasi apabila penyebabnya berhasil diatasi.

Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak konsumsi serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian serta mencukupi kebutuhan cairan setiap hari.

Ketika feses menjadi lebih lunak, proses BAB akan terasa lebih mudah dan tidak memberikan tekanan berlebihan pada area anus.

Dengan begitu, pembuluh darah yang bengkak atau jaringan yang robek memiliki kesempatan untuk pulih secara alami.

Penyakit Pencernaan Kronis Umumnya Tidak Bisa Sembuh Sendiri

Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri (5)
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kalau BAB berdarah terjadi berulang kali dalam waktu lama, penyebabnya bisa berasal dari penyakit kronis pada saluran pencernaan.

Kondisi seperti Inflammatory Bowel Disease (IBD), termasuk kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, umumnya menyebabkan luka dan peradangan yang terus-menerus pada usus.

Karena penyakit ini berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, gejalanya biasanya tidak akan hilang hanya dengan istirahat atau mengubah pola makan.

Penderitanya umumnya memerlukan pemeriksaan dokter serta pengobatan khusus untuk mengendalikan peradangan dan mencegah perdarahan berulang.

BAB Berdarah Bisa Menjadi Tanda Kanker Usus

Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri (6)
Pexels/bangunstockproduction

Meski banyak penyebab ringan, BAB berdarah tetap tidak boleh dianggap sepele karena kondisi ini juga dapat menjadi gejala awal kanker usus besar atau kanker rektum.

Darah yang muncul biasanya menandakan polip atau tumor di dinding usus mengalami iritasi dan berdarah saat dilewati feses.

Mengutip dari Cancer Research UK, polip maupun sel kanker tidak akan hilang dengan sendirinya.

Jika menjadi penyebab perdarahan, kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis agar tidak berkembang menjadi lebih parah.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Apakah BAB Berdarah Bisa Sembuh Sendiri (7)
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Karena penyebab BAB berdarah sangat beragam, sering kali sulit menentukan tingkat keparahannya hanya dari melihat darah yang keluar.

Untuk itu, Cancer Research UK menyarankan agar segera memeriksakan diri jika perdarahan berlangsung selama beberapa hari, terus berulang, atau jumlah darah yang keluar semakin banyak.

Selain itu, segera cari bantuan medis apabila BAB berdarah disertai gejala lain seperti nyeri perut yang berat, perubahan pola BAB yang tidak biasa, tubuh terasa lemas, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, atau tanda-tanda anemia.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber perdarahan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Itu tadi jawaban lengkap mengenai apakah BAB berdarah bisa sembuh sendiri. Kalau kamu mengalaminya, segera ikuti langkah-langkah yang dijelaskan guna menentukan penanganan yang tepat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More