Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Boleh Bekam saat Puasa? Simak Hukum dan Waktu yang Dianjurkan
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI
  • Terdapat dua pendapat ulama tentang hukum bekam saat puasa, sebagian menyebut tidak membatalkan, sementara lainnya menilai bisa membatalkan tergantung kondisi fisik pelakunya.
  • Bekam pada dasarnya diperbolehkan selama puasa, namun dapat menyebabkan tubuh lemah karena kehilangan darah sehingga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum melakukannya.
  • Waktu terbaik untuk bekam di bulan Ramadan adalah malam hari setelah berbuka atau menjelang sahur agar tubuh tetap bugar dan ibadah puasa tidak terganggu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekam menjadi salah satu metode pengobatan tradisional yang cukup populer di kalangan masyarakat. Terapi ini dipercaya dapat membantu mengeluarkan darah kotor dari tubuh sehingga tubuh terasa lebih ringan dan sehat.

Namun, saat bulan Ramadan tiba, banyak orang bertanya-tanya apakah melakukan bekam saat puasa diperbolehkan atau justru dapat membatalkan puasa. Kekhawatiran ini muncul karena proses bekam melibatkan pengeluaran darah dari tubuh.

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum bekam saat puasa dalam pandangan Islam? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.

Hukum Bekam saat Puasa Menurut Ulama

Freepik

Dalam kajian fikih, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum bekam saat puasa.

Pendapat yang pertama, dalam sebuah hadis disebutkan, jika kamu melakukan bekam saat puasa, maka puasanya tidak batal.

Hadis yang menjadi dasar pendapat ini diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri, di mana Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي سعيد الحدري قال : قال رسول الله صلي الله علبه وسلم : ثَلَاث ٌلاَ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ : أَلحِجَامَةُ وَالْقَيْءُ وَاْلإِحْتِلاَمُ (رواه الترميذي والبيهقي)

Artinya: Tiga hal yang tidak membuat batal orang yang berpuasa: berbekam, muntah dan mimpi (hingga keluar mani) (HR. Tirmizi dan Baihaqi).

Pendapat yang kedua, terdapat pula riwayat hadis yang sering dijadikan dasar bahwa bekam dapat membatalkan puasa. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Rafi’ bin Khudaij, yang menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: 

أَفْطَرَ الْحَا جِمُ وَالْمَحْجُوْمُ

Artinya: Batal puasa orang yang membekam dan yang dibekam (H.R. Tirmidzi).

Meski demikian, para ulama menafsirkan hadis tersebut dengan melihat kondisi fisik orang yang menjalani bekam. 

Sebagian ulama menjelaskan bahwa larangan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran Rasulullah SAW jika bekam membuat tubuh menjadi lemah, sehingga seseorang berpotensi tidak mampu melanjutkan puasanya.

Bekam Tidak Membatalkan Puasa, Tetapi Bisa Melemahkan Tubuh

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Hukum bekam saat puasa juga diperkuat oleh riwayat dari Anas bin Malik. Ia pernah ditanya mengenai hukum berbekam bagi orang yang sedang berpuasa, lalu ia menjawab:

“Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali jika hal itu dapat menyebabkan lemah.” (H.R. Bukhari).

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa bekam pada dasarnya tidak dilarang bagi orang yang berpuasa. Namun, hal ini tetap perlu mempertimbangkan kondisi tubuh.

Bekam dapat menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah darah, sehingga ada kemungkinan seseorang merasa lemas setelah menjalani terapi tersebut. Kondisi ini bisa membuat puasa menjadi terasa lebih berat, terutama jika dilakukan pada siang hari.

Waktu yang Lebih Dianjurkan untuk Bekam di Bulan Ramadan

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Agar tetap aman dan tidak mengganggu ibadah puasa, waktu bekam juga perlu diperhatikan.

Sebagian ahli kesehatan dan praktisi bekam menyarankan untuk melakukan terapi ini pada malam hari setelah berbuka puasa. Selain membantu menjaga stamina, tubuh juga memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat setelah terapi.

Selain itu, beberapa orang juga memilih melakukan bekam menjelang sahur. Waktu ini dinilai lebih aman karena tubuh masih memiliki asupan energi sebelum menjalani puasa keesokan harinya.

Dengan memilih waktu yang tepat, manfaat bekam tetap bisa dirasakan tanpa harus khawatir mengganggu ibadah puasa.

Nah, itulah penjelasan mengenai hukum bekam saat puasa dalam pandangan Islam.

FAQ Seputar Apakah Boleh Bekam saat Puasa?

Apa itu bekam?

Bekam adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara menyedot bagian tertentu pada kulit menggunakan alat khusus untuk membantu mengeluarkan darah kotor.

Apa manfaat bekam bagi kesehatan?

Bekam dipercaya dapat membantu melancarkan peredaran darah, meredakan pegal dan nyeri otot, serta membuat tubuh terasa lebih ringan dan segar.

Apakah bekam aman dilakukan saat berpuasa?

Bekam bisa saja membuat tubuh terasa lemas karena adanya pengeluaran darah. Oleh sebab itu, penting memperhatikan kondisi tubuh sebelum memutuskan melakukan terapi ini saat berpuasa.

Editorial Team