Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Boleh Menelan Air Liur saat Puasa? Begini Penjelasan Para Ulama

Apakah Boleh Menelan Air Liur saat Puasa? Begini Penjelasan Para Ulama
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI
Intinya Sih
  • Para ulama sepakat bahwa menelan air liur saat puasa tidak membatalkan ibadah, karena hal tersebut merupakan proses alami yang sulit dihindari oleh manusia.
  • Puasa tetap sah jika air liur yang ditelan murni, belum melewati batas bibir luar, dan dilakukan secara wajar tanpa sengaja mengumpulkannya terlebih dahulu.
  • Tubuh tetap memproduksi air liur selama puasa untuk menjaga kelembapan mulut dan kesehatan gigi, sehingga Islam memberi keringanan dalam hal ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat menjalani puasa, hal-hal kecil yang terjadi secara alami sering kali menimbulkan keraguan. Salah satunya adalah kebiasaan menelan air liur saat puasa, terutama ketika mulut terasa kering sepanjang hari.

Tanpa disadari, produksi air liur tetap berlangsung meski tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman. Kondisi ini membuat sebagian orang bertanya-tanya dan merasa waswas, takut ibadah puasanya menjadi tidak sah.

Sebenarnya, bagaimana hukum menelan air liur saat puasa menurut pandangan ulama fikih? Simak penjelasan Popmama.com berikut ini agar Mama bisa menjalani puasa dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.

Table of Content

Hukum Menelan Air Liur saat Puasa

Hukum Menelan Air Liur saat Puasa

Apakah Boleh Menelan Air Liur saat Puasa? Begini Penjelasan para Ulama.jpg
Freepik

Melansir dari laman baznas.go.id, buku yang berjudul “Hukum Menelan Air Ludah bagi Orang yang Berpuasa”, karya Pengajar Pondok Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang Ahmad Mundzir menyatakan bahwa para ulama sepakat untuk hukum menelan air ludah atau liur tidak membatalkan puasa. 

NU Online dari lamannya juga menyebutkan, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (6/341) menjelaskan bahwa para ulama bersepakat menelan air ludah atau air liur tidak membatalkan puasa. Hal ini berlaku jika air liur sering terbiasa keluar karena sulit dihindari. 

ابتلاع الريق لا يفطر بالاجماع إذا كان على العادة لانه يعسر الاحتراز منه 

Artinya: “Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakatan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.

Kriteria Menelan Air Liur yang Tidak Membatalkan Puasa

Apakah Boleh Menelan Air Liur saat Puasa Begini Penjelasan para Ulama (2).jpg
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Berdasarkan penjelasan Imam an-Nawawi dalam kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i, menelan air liur tidak membatalkan puasa, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak. Namun, ada tiga kriteria yang harus terpenuhi agar hukumnya tetap sah dan tidak membatalkan puasa.

  1. Liur tidak tercampur zat lain

Air liur yang ditelan harus dalam kondisi murni, tidak terkontaminasi atau tercampur dengan zat lain.

Contohnya:

  • Jika seseorang mengalami gusi berdarah sehingga air liurnya bercampur darah, lalu ia menelannya, maka puasanya bisa batal.
  • Orang yang terbiasa mengulum benang jahit, apabila pewarna benang tersebut luntur dan bercampur dengan air liur, maka jika ditelan juga dapat membatalkan puasa.

Intinya, jika ada unsur luar yang bercampur dan sengaja ditelan, maka hukumnya berbeda dengan air liur alami.

  1. Air liur belum keluar dari batas bibir luar

Air liur yang ditelan harus masih berada dalam area mulut yang ditoleransi (ma’fu), yaitu belum melewati bagian luar bibir.

Artinya:

  • Jika air liur masih berada di dalam rongga mulut, lalu ditelan, maka tidak membatalkan puasa.
  • Namun, jika air liur sudah keluar hingga melewati bibir bagian luar, lalu dimasukkan kembali dan ditelan, maka dapat membatalkan puasa.
  1. Ditelan secara wajar dan alami

Air liur yang ditelan harus dalam kondisi normal sebagaimana kebiasaan sehari-hari, bukan dikumpulkan secara sengaja lalu ditelan.

Maksudnya:

  • Menelan air liur seperti biasa saat berbicara atau diam adalah hal yang wajar dan tidak membatalkan puasa.
  • Namun, jika seseorang sengaja mengumpulkan air liur dalam jumlah banyak kemudian menelannya, sebagian ulama memandang hal ini makruh dan sebaiknya dihindari, meskipun pada dasarnya tetap tidak membatalkan selama memenuhi kriteria sebelumnya.

Jadi, selama tiga kriteria di atas terpenuhi, Mama tidak perlu khawatir. Menelan air liur saat puasa tetap sah dan tidak membatalkan ibadah.

Kenapa Produksi Air Liur Tetap Ada saat Puasa?

Apakah Boleh Menelan Air Liur saat Puasa Begini Penjelasan para Ulama (1).jpg
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Tubuh manusia tetap bekerja normal meski sedang berpuasa. Air liur berfungsi untuk:

  • Menjaga kelembapan mulut
  • Membantu proses berbicara
  • Melindungi gigi dan gusi dari bakteri

Saat puasa, mulut memang terasa lebih kering karena tidak ada asupan cairan. Namun, tubuh tetap memproduksi air liur meski jumlahnya bisa berkurang. 

Ini adalah proses alami yang tidak bisa dihentikan, sehingga Islam memberikan kemudahan dan tidak menganggapnya sebagai pembatal puasa.

Jadi, bolehkah menelan air liur saat puasa? Jawabannya: boleh, selama air liur tersebut alami dan tidak bercampur zat lain.

Semoga penjelasan ini membantu Mama dan keluarga menjalani puasa dengan lebih tenang dan penuh keyakinan, ya.

FAQ Seputar Apakah Boleh Menelan Air Liur saat Puasa?

Apakah mulut kering saat puasa membuat kamu lebih sering menelan air liur?

Ya, kondisi mulut yang kering saat puasa memang bisa membuat seseorang lebih sadar terhadap air liur di mulut sehingga terasa lebih sering menelannya.

Apakah menahan air liur agar tidak tertelan lebih baik saat puasa?

Tidak perlu. Menelan air liur adalah proses alami yang sulit dihindari, sehingga Islam memberikan kemudahan dan tidak menjadikannya sebagai pembatal puasa.

Bagaimana jika air liur bercampur darah dari gusi yang berdarah?

Jika darah lebih dominan dan sengaja ditelan, sebagian ulama menyebutkan hal itu bisa membatalkan puasa sehingga sebaiknya segera diludahkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More