Meski banyak ulama yang setuju bahwa itikaf boleh dilaksanakan di rumah, sebagian berpendapat bahwa masjid yang digunakan untuk itikaf merupakan masjid yang seharusnya.
Melansir laman Baznaz RI, Sayyidina Ibn Abbas mengatakan dengan tegas bahwa itikaf hanya sah dilakukan di masjid. Hal ini tertuang dalam Al Sunan Al Kubra yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi.
Dari Ibn Abbas R.A: "Perkara yang paling dibenci Allah SWT adalah bidah, dan termasuk bidah adalah beriktikaf di masjid yang ada di rumah".
Pandangan ini diperkuat dari istri Nabi Muhammad SAW yang mengajukan izin untuk itikaf di masjid. Aisyah RA bahkan meminta Rasulullah untuk membuat bilik khusus untuk beritikaf di dalam masjid.
Jika itikaf diperbolehkan di rumah, para ulama yang tidak setuju berpendapat bukankah Rasulullah seharusnya tidak memberi izin dan menganjurkan itikaf dilakukan di ruang salat rumah.
Itu dia penjelasan mengenai apakah itikaf boleh di rumah dan penjelasannya dari para ulama.
Boleh mengikuti pendapat ulama yang setuju, namun itikaf di masjid dipercaya lebih khidmat.
Apa yang dilakukan ketika itikaf? | Saat i'tikaf, Anda melakukan kegiatan ibadah di masjid seperti salat (wajib dan sunnah), membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan merenung (tafakur). |
Itikaf mulai jam berapa? | I'tikaf tidak punya waktu mulai spesifik, bisa kapan saja, tapi paling utama di 10 hari terakhir Ramadan dimulai sejak matahari terbenam di malam ke-21 (atau ke-20), berakhir sebelum salat Idulfitri. |
Berapa lama minimal waktu itikaf? | Sebagian ulama lain berpendapat, waktu minimalnya adalah sehari. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Hanifah dan ini juga pendapat sebagian Malikiyah. |