5 Alasan Kalau Mama Tak Perlu Mencukur Rambut Kemaluan Terlalu Sering

Memotong rambut kemaluan terlalu sering salah-salah malah bisa sebabkan iritasi

6 September 2020

5 Alasan Kalau Mama Tak Perlu Mencukur Rambut Kemaluan Terlalu Sering
Freepik/Tutatama

Tak jarang perempuan mempunyai rutinitas melakukan waxing atau mencukur rambut kemaluannya.

Alasannya tentu nggak terlepas sebagai salah satu langkah menjaga kebersihan organ intim.

Masih banyak perempuan yang berpikir bahwa dengan mencukur bulu kemaluan dapat menjaga kebersihan organ intim dan menekan berbagai risiko terjadinya infeksi.

Namun, sayangnya masih banyak perempuan yang belum tahu bawhwa ada beberapa risiko yang akan dihadapi ketika mencukur rambut kemaluan. Kamu perlu mengetahui bahwa pendapat tentang mencukur rambut kemaluan guna menjaga kebersihan organ intim, bukanlah anggapan yang tepat.

Berbeda terbalik dengan anggapan itu, para ahli justru banyak yang berpendapat bahwa mencukur rambut kemaluan malah memiliki beberapa risiko.

Bahkan mungkin saja kegiatan mencukur rambut kemaluan justru bisa menghilangkan beberapa bakteri baik yang justru bermanfaat bagi organ intim yang tidak kamu ketahui sebelumnya.

Cek informasinya di Popmama.com berikut ini yuk! 

Alasan mengapa mencukur kemaluan tidak perlu dilakukan secara rutin

Alasan mengapa mencukur kemaluan tidak perlu dilakukan secara rutin
familyhealthcare-inc.com

Jika kamu selama ini masih ragu dan sering bertanya-tanya waxing maupun mencukur bulu kemaluan haruskah dilakukan sesering mungkin?

Untuk menjawab keraguan tersebut, berikut 5 alasan mengapa kamu nggak perlu mencukur bulu kemaluanmu!

1. Sanitasi

1. Sanitasi
epbeauty.ca

Perlu kamu ketahui, rambut kemaluan kamu sebenarnya adalah penghalang alami dari berbagai bakteri jahat yang ada disekitar area kemaluan.

Berbeda dengan anggapan kamu selama ini, rambut kemaluan ini justru bisa membuat alat kelamin kamu bersih sekaligus mengurangi kontak dengan virus dan bakteri dan melindungi kulit kelamin dan area sensitif dari iritasi.

Baru-baru ini para ahli telah menemukan bahwa area vagina bisa berisiko terinfeksi herpes sesaat melakukan waxing.

Hal itu mungkin terjadi karena luka yang disebabkan waxing atau ketika kamu bercukur kemudian terpapar oleh virus yang dapat menyebar melalui mulut atau alat kelamin.

Editors' Picks

2. Perlindungan terhadap vagina

2. Perlindungan terhadap vagina
laurasbeautytouch.com

Fungsi dari rambut kemaluan pada alat kelamin kamu adalah sebagai perlindungan maksimal bagi area intim. Salah satunya yakni termasuk perlindungan dari kutil di area ini.

Meskipun adanya rambut kemaluan tidak dapat sepenuhnya mencegah adanya kutil di area kemaluan, namun setidaknya dapat membantu menghindari kontak kulit langsung dari berbagai bakteri dan berbagai penyakit kulit.

Kutil adalah tonjolan atau pertumbuhan yang bisa datar, timbul, tunggal, banyak, kecil atau besar.

Pada area intim perempuan, kutil dapat ditemukan di area seperti vulva, vagina, leher rahim atau anus.

3. Menjaga suhu tubuh

3. Menjaga suhu tubuh
vivala.com

Tak hany sebagai pelindung, rambut kemaluan Mama juga berguna untuk mengatur suhu di area organ intim, lho.

Dalam folikel rambut terdapat kelenjar sebasea yang menyediakan sebum. Sebum tersebut merupakan zat berminyak yang dapat berfungsi melepaskan minyak pada bulu kemaluan dan minyak ini naik ke permukaan kulit.

Nah, ketika minyak ini menguap maka secara alami dapat mendinginkan kulit yang terkadang berada dalam suhu yang panas.

4. Pelumasan

4. Pelumasan
gentlebrazilianwaxingperth.com.au

Rambut kemaluan kamu juga berfungsi untuk mempertahankan kelembapan di area genital, lho. Kehadiran rambut di area kemaluan membantu dalam menyerap kelembapan di daerah organ intim sehingga area ini tetap dalam keadaan kering.

Tanpa rambut kemaluan, tentu keringat bisa langsung terserap pada pakaian kamu. Jika pakaian tergesek dengan kulit yang berkeringat, kondisi ini bisa menjadi penyebab terjadinya iritasi atau kemerahan.

Nah, dengan adanya rambut kemaluan bisa mencegah situasi ini, sehingga bisa mengurangi terjadinya infeksi dan kerusakan kulit.

Tak hanya itu, rambut kemaluan juga bisa melindungi kamu dari iritasi selama hubungan seksual.

5. Meningkatkan kenikmatan saat berhubungan intim

5. Meningkatkan kenikmatan saat berhubungan intim
bellawaxspasantafe.com

Folikel rambut memiliki ujung saraf di bagian bawah. Oleh karena itu, dengan adanya rambut kemaluan justru bisa menimbulkan sedikit sensasi pada area ujung saraf vagina.

Karena kulit di bawah bulu atau rambut kemaluan inilah, yang menyebabkan kamu lebih terangsang oleh sentuhan.

Jadi, dengan adanya rambut kemaluan kamu bisa mengalami lebih banyak sensasi saat berhubungan seksual.

Jika sudah mengetahui 5 manfaat dari tidak mencukur bulu kemaluan, apakah kamu benar-benar masih ingin mencukur bulu kemaluan dan kehilangan manfaat sekaligus sensasi saat bercinta ketika bulu kemaluan dibiarkan panjang?

Lalu, bagaimana cara menjaga kebersihan organ intim jika dengan tidak mencukur bulu kemaluan?

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan untuk Menjaga Organ Intim

Beberapa Hal Harus Diperhatikan Menjaga Organ Intim
pinterest.com

Satu hal yang perlu kamu lakukan dalam menjaga organ intim yakni kamu harus selalu menghindarinya dari segala bentuk terjadinya iritasi.

Agar organ intim kamu terjaga kebersihannya, yuk, ikuti aturan sederhana menjaga kebersihan organ intim di bawah ini.

  • Beberapa potensi yang dapat menimbulkan iritasi adalah menggunakan sabun, gel, pembersih tisu, pantyliner, produk pewangi, disinfektan dan pelembut pakaian yang mengandung bahan kimia.
  • Untuk menghindari potensi terjadinya iritasi di organ intim dengan membatasi penggunaan atau benar-benar menghindari penggunaan beberapa produk yang telah disebutkan di atas. Sebaiknya, kamu hanya perlu membersihkan organ intim dengan produk khusus sebanyak sekali sehari saja.
  • Menjaga kulit di area bagian vagina agar tetap kering adalah hal penting yang wajib kamu lakukan.  Jika area sensitive ini terlalu basah, hal itu bisa jadi penyebabk iritasi hingga dapat menyebabkan ruam dan kemerahan. Jadi, pertahankan keseimbangan suhunya ya.
  • Meskipun begitu, jangan biarkan terlalu lembap ataupun terlalu kering juga ya. Lembapkan kulit di sekitar area sensitif jika kamu merasa sangat kering. Teruslah mengganti pakaian dalam dan pembalut saat kamu sedang menstruasi.
  • Hindari gesekan yang berlebihan pada area sensitive ini. Setelah mandi, selalu pastikan menepuk kulit secara perlahan untuk memastikannya kering. Jangan menggosoknya dengan handuk ya, apalagi kalau sampai tergores dengan kuku. Yang perlu kamu ingat, selalu bersikap lembut dengan kulit genital kamu.
  • Kenakan pakaian dalam longgar, terutama di malam hari. Hal itu berguna untuk pernapasan organ-organ intim kamu.

Dengan mengikuti tips sederhana di atasi, diharapkan kamu bisa menjaga kebersihan area genital sekaligus dan menghindari infeksi atau iritasi.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.