Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal Usul Hyrox, Kompetisi Fitness yang Kini Digemari Banyak Orang
dok. Miniletics
  • Hyrox lahir di Hamburg, Jerman pada 2017 dan kini digelar di lebih dari 30 kota di 11 negara dengan puluhan ribu peserta tiap musimnya.
  • Kompetisi ini bersifat inklusif tanpa kualifikasi khusus maupun batas waktu, memungkinkan siapa pun berpartisipasi sesuai kemampuan fisiknya.
  • Format Hyrox memadukan lari sejauh 8 km dengan delapan tantangan functional fitness yang menguji kekuatan, daya tahan, dan konsistensi peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2017

Hyrox pertama kali diperkenalkan di Hamburg, Jerman oleh Christian Toetzke, Moritz Fürste, dan Michael Trautmann.

musim kompetisi 2022/2023

Lebih dari 90 ribu atlet berpartisipasi dalam berbagai seri Hyrox yang digelar di lebih dari 30 kota di sedikitnya 11 negara.

kini

Hyrox semakin populer secara global dan rutin diselenggarakan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada olahraga namanya Hyrox, dulu dibuat di Jerman tahun 2017. Orang yang bikin namanya Christian, Moritz, dan Michael. Di lomba ini orang lari dan juga latihan kuat-kuatan seperti dorong benda berat dan angkat karung. Banyak orang suka karena siapa pun boleh ikut. Sekarang Hyrox ada di banyak negara termasuk Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hyrox menghadirkan semangat kebugaran yang inklusif dan menantang melalui perpaduan lari serta delapan latihan fungsional yang dirancang untuk melatih berbagai aspek kekuatan dan daya tahan tubuh. Dengan format tanpa batas waktu dan keterbukaan bagi siapa pun, kompetisi ini menciptakan pengalaman olahraga yang memotivasi, menyenangkan, dan dapat dinikmati oleh beragam kalangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hyrox belakangan tengah naik daun, terutama di kalangan pecinta olahraga dan gaya hidup sehat. Kompetisi ini menawarkan konsep yang berbeda dan unik.

Memadukan lari dengan berbagai tantangan functional fitness, sehingga menguji daya tahan, kekuatan, hingga konsistensi peserta dalam satu perlombaan.

Popularitasnya pun terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak sedikit orang yang mulai penasaran dengan olahraga ini, mulai dari cara bertanding hingga alasan mengapa Hyrox begitu diminati.

Lantas, bagaimana asal usul Hyrox dan seperti apa perkembangannya hingga menjadi fenomena olahraga global? Berikut Popmama.com sajikan informasinya di bawah!

1. Berawal dari Jerman dan berkembang ke berbagai negara

dok. FORTUNE IDN/Desy Y.

Melansir Athlete Club, Hyrox pertama kali diperkenalkan di Hamburg, Jerman pada 2017. Kompetisi ini berkembang sangat pesat hingga kini rutin digelar di lebih dari 30 kota yang tersebar di sedikitnya 11 negara.

Pada musim kompetisi 2022/2023 saja, lebih dari 90 ribu atlet tercatat ikut ambil bagian dalam berbagai seri Hyrox di seluruh dunia.

Kompetisi ini digagas oleh Christian Toetzke, penyelenggara ajang olahraga massal asal Jerman, bersama peraih tiga medali Olimpiade sekaligus juara dunia hoki lapangan Moritz Fürste, serta pakar pemasaran Michael Trautmann.

2. Mengusung konsep kompetisi yang inklusif

dok. HYROX

Berbeda dengan sejumlah kompetisi kebugaran lainnya, Hyrox tidak mengharuskan peserta memiliki kualifikasi khusus sebelum bertanding sehingga siapa pun dapat ikut serta selama telah melakukan persiapan fisik yang memadai.

Selain itu, Hyrox juga tidak menerapkan cut-off time atau batas waktu penyelesaian lomba. Dengan begitu, setiap peserta dapat menyelesaikan seluruh rangkaian tantangan sesuai kemampuan dan ritme masing-masing tanpa harus khawatir tereliminasi.

3. Menggabungkan lari dan delapan tantangan fungsional

unsplash.com/Leona Lee

Format perlombaan Hyrox memadukan lari dengan latihan functional fitness. Dalam satu kompetisi, peserta harus menyelesaikan total lari sejauh 8 kilometer yang dibagi menjadi delapan putaran masing-masing sejauh 1 kilometer.

Setelah menyelesaikan setiap putaran lari, peserta wajib langsung menjalani satu tantangan latihan sebelum kembali berlari.

Urutan tantangan tersebut selalu sama di setiap perlombaan, yaitu Ski Erg 1 kilometer, Sled Push 50 meter, Sled Pull 50 meter, Burpee Broad Jump 80 meter, Rowing 1 kilometer, Farmer's Carry 200 meter, Sandbag Walking Lunges 100 meter, dan ditutup dengan 100 kali Wall Ball.

Kombinasi tersebut membuat Hyrox tidak hanya menguji daya tahan, tetapi juga kekuatan, kecepatan, serta kemampuan peserta menjaga konsistensi hingga garis finis.

4. Setiap tantangan memiliki manfaat yang berbeda bagi tubuh

dok. PUMA Indonesia

Setiap stasiun latihan dalam Hyrox dirancang untuk menguji kemampuan fisik yang berbeda. Ski Erg dan Rowing berfokus melatih kekuatan tubuh bagian atas, otot inti (core), serta daya tahan kardiovaskular.

Sementara itu, Sled Push, Sled Pull, dan Farmer's Carry lebih menitikberatkan pada kekuatan otot, daya tahan, stabilitas tubuh, dan kekuatan genggaman. Di sisi lain, Burpee Broad Jump dan Sandbag Walking Lunges berfungsi melatih kekuatan otot kaki, keseimbangan, koordinasi, serta kapasitas kardio. 

Sebagai penutup, peserta harus menyelesaikan 100 kali Wall Ball, yaitu gerakan melempar bola berbeban ke dinding sambil melakukan squat. 

Tantangan terakhir ini menjadi ujian akhir yang mengombinasikan kekuatan, koordinasi, dan daya tahan tubuh setelah melewati seluruh rangkaian perlombaan.

Itulah asal usul Hyrox beserta konsep kompetisinya yang kini semakin populer di berbagai negara. Hyrox menawarkan pengalaman olahraga yang menantang sekaligus dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article