6 Bahaya Hyrox Tanpa Persiapan, Jangan Cuma FOMO!

- Olahraga Hyrox makin populer seiring tren hidup sehat, namun kasus meninggalnya peserta di Lyon akibat hipertermia jadi peringatan penting soal risiko latihan intens tanpa persiapan.
- Hyrox menggabungkan lari dan delapan latihan kekuatan yang bisa memicu hipertermia, cedera sendi, nyeri dada, hingga gangguan irama jantung jika dilakukan tanpa adaptasi tubuh yang cukup.
- Persiapan matang dan konsultasi dengan pelatih profesional sangat disarankan agar tubuh siap menghadapi intensitas tinggi Hyrox serta mencegah kelelahan ekstrem atau risiko kesehatan serius.
Minat masyarakat yang mulai bergeser ke gaya hidup sehat juga membuat olahraga Hyrox kini semakin menarik perhatian banyak orang. Namun, Hyrox bukanlah olahraga yang bisa dilakukan begitu saja oleh orang awam atau pemula, terlebih bagi yang belum terbiasa olahraga dengan intensitas tinggi.
Baru-baru ini, kasus perempuan 28 tahun meninggal dunia di tengah lomba Hyrox di Lyon, Prancis berhasil menggemparkan dunia maya. Korban diketahui mengalami hipertermia atau suhu internal tubuh meningkat di atas batas normal, saat itu Prancis juga tengah dilanda gelombang panas ekstrem.
Insiden ini jadi pelajaran agar melakukan persiapan dengan maksimal sebelum ikut kompetisi dan penting untuk mengetahui kapasitas dan kemampuan diri sendiri agar tidak berakibat fatal.
Untuk itu, penting mengetahui bahaya Hyrox bagi pemula agar jangan cuma FOMO yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Table of Content
1. Hipertermia

Hyrox menggabungkan olahraga lari dengan delapan stasiun latihan kekuatan fungsional yang menguras tenaga. Latihan intens dalam waktu lama ini akan menghasilkan panas yang melonjak di dalam tubuh.
Suhu tubuh bisa melonjak hingga mencapai batas ekstrem akibat memproduksi panas lebih cepat dibandingkan kemampuan tubuh untuk mendinginkan.
Hal ini dapat terjadi akibat keringat tidak dapat menguap secara efektif dan kurang minum selama kompetisi hingga dapat memicu heat stroke yang fatal.
2. Cedera sendi dan otot

Transisi lari ke latihan fungsional dapat menguras tenaga yang sangat besar dan berisiko memicu kelelahan berlebih. Jika tidak memperhatikan batas kemampuan diri, terlalu memaksakan kondisi bisa berujung pada cedera sendi dan otot.
Bukan hanya pada pemula, risiko cedera sendi dan otot ini juga dapat terjadi pada atlet hyrox atau profesional jika tidak mempersiapkan diri dengan matang.
Mengutip dari RS Indriati, cedera yang sering dialami biasanya nyeri lutut, cedera tendon achilles dan betis, plantar fasciitis, nyeri tulang kering, nyeri punggung bawah, dan cedera bahu.
3. Nyeri dada hingga gangguan irama jantung

Hyrox merupakan olahraga intensitas tinggi yang membuat denyut jantung bisa meningkat secara signifikan hingga 108-195 per menit, normalnya denyut jantung sekitar 60-100.
Perubahan dari istirahat menjadi latihan intens ini dapat membuat denyut jantung melonjak drastis yang dapat menyebabkan palpitasi atau jantung berdebar tidak terkontrol, nyeri dada, gangguan irama jantung, hingga penurunan suplai oksigen menuju jantung.
4. Overstress pada tubuh

Tubuh yang belum terbiasa terhadap perubahan pola olahraga intens tanpa adanya proses adaptasi terlebih dahulu bisa memicu stres fisiologi berlebihan pada tubuh.
Kondisi ini dapat ditandai dengan tubuh yang tiba-tiba pusing hingga terasa seperti hampir pingsan, nyeri dada, dan sesak napas ekstrem.
Jika kondisi ini diabaikan oleh peserta Hyrox, bisa memicu gangguan kesehatan yang lebih serius. Untuk itu, perlu adanya adaptaasi terlebih dahulu disertai dengan persiapan yang matang sebelum mengikuti kompetisi Hyrox.
5. Serangan jantung mendadak

Olahraga dengan stasiun yang banyak seperti Hyrox memang berisiko, terlebih jika tubuh tidak terbiasa olahraga dengan intensitas tinggi. Aktivitas berat seperti Hyrox jika dilakukan secara mendadak bisa memicu serangan jantung.
Risiko ini juga dapat meningkat seiring dengan kondisi tubuh yang tidak menerapkan gaya hidup sehat atau memiliki riwayat penyakit tertentu.
Risiko ini lebih tinggi pada orang dengan riwayat penyakit jantung, merokok, tekanan darah tinggi, dan orang yang kurang aktivitas fisik.
6. Kelelahan ekstrem

Olahraga intensitas tinggi, apalagi jika dilakukan tanpa persiapan tentu akan terasa sangat melelahkan. Tubuh yang tidak terbiasa melakukan olahraga Hyrox akan ‘kaget’ yang akhirnya mengganggu aktivitas di kemudian hari.
Kelelahan ekstrem dapat terjadi jika Hyrox dilakukan tanpa persiapan matang. Rasa lelah ini tidak hilang setelah istirahat cukup, bahkan membutuhkan waktu berhari-hari. Tentu kondisi ini akan mengganggu produktivitas di yang harus dilakukan kemudian hari.
Kesadaran akan kondisi tubuh menjadi kunci untuk mencegah berbagai risiko dan bahaya Hyrox. Jika tubuh telah terbiasa melakukan olahraga dengan intensitas tinggi secara rutin dan didukung dengan gaya hidup sehat, tentu risiko dan gejala kesehatan ini semakin minim.
Itu dia penjelasan mengenai bahaya Hyrox bagi pemula agar jangan cuma FOMO.
Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kondisi tubuh dengan pelatih profesional agar olahraga Hyrox dapat berjalan dengan lancar dan aman.





















