Mengutip Cleveland Clinic, gunakan pedoman ABCDE untuk mengenali tahi lalat yang mencurigakan. Jika ada satu saja tanda, sebaiknya segera temui dokter kulit.
Asymmetry (A)
Bayangkan sebuah garis yang membelah tahi lalat menjadi dua bagian. Kalau satu sisi tidak sama dengan sisi lainnya, itu perlu dicek.
Border (B)
Waspadai tepi yang bergerigi, buram, atau tidak beraturan. Tahi lalat yang sehat umumnya punya tepi yang jelas.
Color (C)
Hati-hati bila satu tahi lalat punya beberapa warna sekaligus, seperti cokelat muda, cokelat tua, hitam, biru, putih, atau merah. Warna yang berubah juga patut dicurigai.
Diameter (D)
Ukuran yang lebih besar dari penghapus pensil, sekitar 6 milimeter, perlu diperiksa. Ukuran itu bukan vonis, tetapi alasan yang cukup untuk berkonsultasi.
Elevation/Evolution (E)
Evolusi yaitu perubahan ukuran, bentuk, warna, atau ketinggian. Gejala baru seperti gatal atau berdarah merupakan tanda yang perlu diperhatikan.
Tahi lalat berasal dari kumpulan melanosit yang tumbuh berkelompok di kulit, dengan gen, matahari, dan hormon sebagai pemeran di baliknya. Hampir semuanya tidak berbahaya, jadi kamu tidak perlu khawatir berlebihan.
Biasakan memeriksa kulit sebulan sekali dan segera temui dokter kulit bila ada perubahan yang mencurigakan. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan medis.
Nah, itulah pembahasan mengenai asal-usul tahi lalat di tubuh yang harus kamu ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!