Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!
Freepik/Freepik
Intinya sih...
  • Perubahan di kulit sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal kanker kulit.
  • Bentuk, batas, warna, ukuran, perubahan dari waktu ke waktu, sensasi pada area kulit, mudah berdarah atau luka, dan lokasi adalah faktor penting dalam membedakan tahi lalat dan kanker kulit.
  • Pemantauan rutin dan konsultasi dokter spesialis kulit membantu deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perubahan di kulit sering dianggap sepele, terutama jika menyerupai tahi lalat yang sudah ada sejak lama. Padahal perubahan kecil bisa menjadi tanda awal kanker kulit, khususnya melanoma, yang berpotensi serius jika terlambat ditangani.

Menurut Healthline, kanker kulit dapat muncul sebagai lesi baru atau perubahan pada tahi lalat lama yang sebelumnya tampak normal. Menurut Mayo Clinic, memahami perbedaan antara tahi lalat biasa dan lesi kanker kulit adalah langkah awal deteksi dini.

Menurut Healthline, aturan ABCDE (Asymmetry, Border, Color, Diameter, Evolving) menjadi panduan internasional untuk membedakan tahi lalat normal dengan kemungkinan melanoma.

Supaya Mama dan Papa nggak bingung lagi, Popmama.com akan menjelaskan tentang 8 perbedaan tahi lalat dan kanker kulit yang sering salah dan keliru. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Table of Content

1. Bentuk lesi pada kulit

1. Bentuk lesi pada kulit

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!
istockphoto/Anastasia Korchagina

Menurut Mayo Clinic, tahi lalat normal biasanya bulat atau oval dengan simetri jelas, di mana kedua sisinya tampak seimbang dan tidak menonjol secara berlebihan. American Cancer Society menyatakan, simetri menunjukkan pertumbuhan sel kulit yang stabil dan tidak bersifat agresif.

Bentuk yang konsisten dari waktu ke waktu menandai tahi lalat aman untuk diobservasi. Melanoma biasanya memiliki bentuk tidak beraturan atau asimetris, di mana satu sisi tampak berbeda jelas dibanding sisi lainnya.

Ketidaksimetrisan ini menjadi salah satu indikator utama evaluasi awal kanker kulit. Menurut Healthline, dokter menggunakan asimetri sebagai kriteria menentukan apakah lesi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Mayo Clinic, perubahan bentuk sering terjadi progresif dalam beberapa minggu hingga bulan. Memantau tahi lalat lama dan membandingkan dengan lesi baru membantu deteksi dini melanoma.

2. Batas atau tepi lesi

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!
Freepik/Freepik

Menurut Mayo Clinic, tahi lalat normal memiliki batas jelas, teratur, dan mudah dibedakan dari kulit sehat. Dilansir dari American Cancer Society, batas yang rapi menunjukkan sel kulit tidak menyebar ke jaringan sekitarnya.

Lesi kanker kulit sering memiliki batas kabur, bergerigi, atau tidak rata, menandakan pertumbuhan sel abnormal. Tepi yang tidak teratur menjadi indikator bahwa lesi dapat bersifat malignan. Dokter kulit memperhatikan ketidakrataan batas sebagai salah satu kriteria ABCDE.

Perubahan tepi bisa berkembang progresif saat melanoma tumbuh. Batas kabur atau bergerigi adalah sinyal untuk evaluasi segera. Maka dari itu, jangan menunda pemeriksaan kepada ahlinya.

3. Warna

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!
Freepik/Freepik

Menurut Mayo Clinic, tahi lalat jinak biasanya berwarna seragam seperti cokelat muda atau tua dan tidak berubah drastis. Konsistensi warna menunjukkan distribusi pigmen normal dan tidak agresif. Warna seragam dari waktu ke waktu merupakan indikator lesi aman.

Menurut Mayo Clinic, melanoma sering memiliki lebih dari satu warna dalam satu lesi, termasuk kombinasi cokelat, hitam, merah, abu-abu, atau kebiruan. Dokter menggunakan variasi warna sebagai salah satu kriteria ABCDE dalam evaluasi awal.

Hal ini juga didukung oleh penjelasan dari American Cancer Society, variasi warna merupakan tanda peringatan penting untuk melanoma. Perubahan warna bisa berkembang progresif, sehingga warna yang tidak rata atau berubah signifikan adalah alasan untuk pemeriksaan medis.

4. Ukuran dan perkembangan

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!
istockphoto/RomArt production

Tahi lalat umumnya berukuran kecil dan relatif stabil. Sebagian besar tidak melebihi 6 milimeter dan jarang mengalami pertambahan ukuran yang signifikan seiring bertambahnya usia. Bahkan jika ada perubahan, biasanya terjadi sangat lambat.

Sedangkan kanker kulit menurut Mayo Clinic, melanoma ukurannya cenderung lebih besar dari 6 mm dan dapat tumbuh cepat. Menurut Healthline, lesi yang membesar secara cepat harus segera diperiksa dokter karena akan sangat membahayakan kulit atatu organ lainnya.

5. Perubahan dari waktu ke waktu

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!
Freepik/Freepik

Tahi lalat normal umumnya bersifat stabil dalam jangka panjang. Bentuk, warna, dan ukurannya cenderung tidak banyak berubah meskipun bertahun-tahun berlalu.

Jika pun ada perubahan, biasanya sangat lambat dan masih dalam batas wajar, misalnya sedikit menggelap seiring bertambahnya usia.

Sebaliknya, kanker kulit hampir selalu ditandai dengan perubahan yang nyata dan progresif. Lesi dapat berubah bentuk, membesar, menggelap, atau tampak semakin menonjol dalam waktu relatif singkat, mulai dari beberapa minggu hingga bulan.

Perubahan ini sering kali terjadi tanpa disertai rasa sakit, sehingga mudah terlewatkan. Secara medis, perubahan berkelanjutan menjadi salah satu tanda paling krusial dalam mendeteksi kanker kulit.

6. Sensasi pada area kulit

Apa Itu Kanker Kulit Melanoma? Ini Gejala dan Penyebabnya
Freepik/Freepik

Tahi lalat normal hampir selalu tidak menimbulkan sensasi apa pun. Area di sekitarnya terasa sama seperti kulit lain, tidak gatal, tidak nyeri, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Inilah sebabnya banyak orang tidak terlalu memperhatikan keberadaan tahi lalat.

Pada kanker kulit, terutama melanoma, sering muncul sensasi tidak biasa pada area lesi. Sensasi ini bisa berupa gatal yang menetap, rasa perih, nyeri ringan, atau sensasi seperti terbakar. Dalam beberapa kasus, keluhan muncul sebelum perubahan visual terlihat jelas.

Sensasi tersebut terjadi akibat peradangan dan invasi sel kanker ke jaringan kulit di sekitarnya, termasuk saraf kecil di bawah permukaan kulit.

7. Mudah berdarah atau luka

7 Ciri-Ciri Kanker Kulit Wajah dari Lesi hingga Luka Tak Sembuh
Freepik/Freepik

Tahi lalat normal tidak mudah berdarah dan jarang mengalami luka, kecuali jika terkena benturan atau goresan langsung. Jika terluka, proses penyembuhannya pun relatif cepat dan tidak berulang.

Berbeda dengan itu, kanker kulit sering kali mudah berdarah, berkerak, atau tampak seperti luka yang tidak kunjung sembuh. Bahkan, perdarahan dapat terjadi tanpa sebab yang jelas, misalnya saat mandi atau hanya karena gesekan ringan dengan pakaian.

Kondisi ini terjadi karena jaringan kanker lebih rapuh dan mengalami gangguan struktur kulit. Secara medis, luka yang terus terbuka, sering berkerak, atau berulang kali berdarah merupakan tanda peringatan serius.

8. Lokasi dan faktor risiko paparan matahari

7 Ciri-Ciri Kanker Kulit Wajah dari Lesi hingga Luka Tak Sembuh
istockphoto/energyy

Pada bagian tubuh, tahi lalat bisa muncul di seluruh tubuh, termasuk area yang jarang terkena sinar matahari. Menurut American Cancer Society, lokasi saja tidak menentukan risiko, tetapi area yang sering terpapar UV lebih berpotensi dan tahi lalat di tempat teduh biasanya aman.

Sedangkan untuk kanker kulit menurut menurut Mayo Clinic, melanoma lebih sering muncul di area yang sering terpapar sinar UV, seperti wajah, tangan, dan punggung. Paparan sinar matahari berlebihan adalah faktor risiko utama kanker kulit.

Menurut Healthline, orang dengan kulit cerah atau riwayat terbakar matahari harus lebih waspada. Maka dari itu, disarankan peenggunaan sunscreen dan pakaian pelindung dapat mengurangi risiko.

Memahami 8 perbedaaan tahi lalat dan kanker kulit dapat membantu Mama dan Papa mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu sambil tetap waspada. Selain itu, dapat juga mempermudah identifikasi kasus yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Pemeliharaan kesadaran kulit bukan sekadar prosedur rutin, tetapi bagian dari praktik kesehatan jangka panjang. Semoga bermanfaat ya, Ma, Pa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

8 Perbedaan Tahi Lalat dan Kanker Kulit yang Sering Keliru!

14 Feb 2026, 11:13 WIBLife