Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Asal Usul Tahi Lalat di Tubuh: Penyebab, Jenis, dan Cara Merawatnya

5 min read
Asal Usul Tahi Lalat di Tubuh: Penyebab, Jenis, dan Cara Merawatnya
Pexels/cottonbro studio
  • Tahi lalat terbentuk saat melanosit penghasil melanin tumbuh berkelompok. Faktor genetik, paparan ultraviolet, perubahan hormon, dan kulit cerah berkaitan dengan kemunculan atau jumlahnya.

  • Sebagian besar tahi lalat jinak dan muncul sejak masa kanak-kanak hingga usia 20 tahun. Jenisnya meliputi biasa, bawaan, atipikal, datar, serta timbul.

  • Periksa tahi lalat tiap bulan, lindungi kulit dengan tabir surya, dan jangan menghapusnya sendiri. Konsultasikan ke dokter bila ada tanda ABCDE atau gatal maupun berdarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Coba perhatikan cermin dan lihat area wajah, lengan, atau punggungmu. Hampir pasti ada satu-dua titik kecil berwarna cokelat atau hitam yang sudah menemanimu bertahun-tahun.

Titik itu bernama tahi lalat. Ada yang menganggapnya manis, ada yang merasa terganggu, dan tak sedikit yang diam-diam bertanya, sebenarnya dari mana sih benda kecil ini muncul?

Kabar baiknya, dunia kedokteran sudah punya jawabannya. Berikut Popmama.com mengulas asal-usul tahi lalat di tubuh. Yuk, simak sampai habis!

  1. Dari Mana Tahi Lalat Berasal?

    Dari Mana Tahi Lalat Berasal?
    Pexels/cottonbro studio

    Semuanya berawal dari sel kulit bernama melanosit. Sel ini bertugas membuat melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit.

    Pada kulit normal, melanosit tersebar merata. Namun, menurut Mayo Clinic, tahi lalat terbentuk ketika sel-sel ini tumbuh berkelompok.

    Soal gen, menurut MedlinePlus Genetics, perubahan pada gen BRAF membuat melanosit menggumpal menjadi tahi lalat. Gen yang sama juga memicu protein p15 yang menahan tahi lalat agar tidak tumbuh terlalu besar.

    Hampir semua tahi lalat bersifat jinak, jadi kamu tidak perlu langsung cemas dengan kondisi tahi lalat yang kamu alami.

  2. Penyebab Tahi Lalat Muncul

    Penyebab Tahi Lalat Muncul
    Pexels/cottonbro studio

    Para peneliti belum menemukan satu jawaban tunggal. Meski begitu, ada beberapa faktor yang sering disebut.

    • Faktor keturunan
      Kalau orangtua kamu punya banyak tahi lalat, bisa jadi kamu juga begitu. Mengutip MedlinePlus Genetics, kecenderungan memiliki tahi lalat tampaknya diwariskan, meski pola pewarisannya belum dipahami dengan baik.
    • Paparan sinar matahari
      Sinar matahari ikut berperan. Menurut MedlinePlus Genetics, sebagian besar tahi lalat tumbuh di bagian tubuh yang terpapar sinar ultraviolet, dan jumlahnya bisa bertambah setelah lama terpapar matahari.
    • Perubahan hormon
      Tahi lalat baru sering muncul saat kadar hormon berubah, misalnya pada masa remaja dan kehamilan, seperti dikutip dari MedlinePlus Genetics.
    • Kulit yang cerah
      Menurut MedlinePlus Genetics, tahi lalat sangat umum ditemukan, terutama pada orang berkulit cerah. Jadi, warna kulit berkaitan dengan seberapa banyak tahi lalat yang mungkin kamu miliki.

  3. Apa Saja Jenis Tahi Lalat?

    Apa Saja Jenis Tahi Lalat?
    Pexels/cottonbro studio

    Setelah tahu penyebabnya, kamu mungkin penasaran: apakah semua tahi lalat sama? Ternyata tidak, dan dokter membaginya ke dalam beberapa jenis.

    • Tahi lalat biasa
      Melansir Cleveland Clinic, bentuknya seperti bercak kecil berwarna merah muda, cokelat muda, atau cokelat dengan tepi yang jelas. Ukurannya umumnya kurang dari 6 milimeter, kira-kira sebesar penghapus pensil. Bentuknya pun umumnya bulat atau lonjong.
    • Tahi lalat bawaan
      Ini tahi lalat yang sudah ada sejak bayi lahir. Mengutip Cleveland Clinic, jenis ini dimiliki oleh sekitar satu dari 100 orang. Sebagian besar tidak berbahaya.
    • Tahi lalat atipikal (Displastik)
      Jenis ini biasanya lebih besar daripada penghapus pensil, bentuknya tidak beraturan, dan warnanya tidak rata. Dikutip dari Cleveland Clinic, bagian tengahnya cokelat tua dengan tepi yang lebih terang dan tidak rata.
    • Tahi lalat datar dan timbul
      Menurut Britannica, tahi lalat baru biasanya datar dan berada di batas antara lapisan kulit luar dan lapisan dalam. Seiring waktu, kebanyakan berkembang menjadi sedikit timbul di lapisan dalam kulit yang disebut dermis.

  4. Apakah Tahi Lalat Sudah Ada Sejak Lahir?

    Apakah Tahi Lalat Sudah Ada Sejak Lahir?
    Pexels/cottonbro studio

    Jawabannya, ada yang iya, tetapi kebanyakan tidak. Tahi lalat bawaan memang sudah ada sejak lahir atau muncul pada masa bayi, tetapi hanya dimiliki sekitar 1 dari 100 orang.

    Sebagian besar tahi lalat justru baru muncul setelahnya. Mengutip Cleveland Clinic, tahi lalat kebanyakan muncul pada masa kanak-kanak hingga usia 20 tahun.

    Melansir Mayo Clinic, kebanyakan orang memiliki 10 sampai 45 tahi lalat yang muncul pada masa kanak-kanak dan remaja. Bayi dan lansia justru punya tahi lalat paling sedikit.

  5. Bagaimana Cara Merawat Tahi Lalat di Kulit?

    Bagaimana Cara Merawat Tahi Lalat di Kulit?
    Pexels/Anna Roguszczak

    Kabar baiknya, perawatannya tidak sulit. Melansir Cleveland Clinic, tahi lalat tidak perlu diperlakukan berbeda dari kulit lainnya, kecuali dengan memeriksanya minimal sebulan sekali.

    • Periksa kulit setiap bulan
      Dokter kulit menganjurkan pemeriksaan mandiri sebulan sekali, seperti dikutip dari Cleveland Clinic. Waktu terbaiknya setelah mandi, saat kulit masih basah.
    • Foto dan catat perkembangannya
      Menurut Cleveland Clinic, disarankan untuk memotret tahi lalat dengan penggaris di sampingnya, lengkap dengan tanggal. Dengan begitu, kamu bisa membandingkan fotonya dan segera sadar kalau ada yang berubah.
    • Lindungi dari sinar matahari
      Melansir Mayo Clinic, gunakan tabir surya spektrum luas yang tahan air dengan SPF minimal 30, dioleskan sekitar 15 menit sebelum keluar rumah. Oleskan ulang setiap dua jam atau lebih sering saat berenang atau berkeringat.
    • Jangan menghilangkannya sendiri
      Mengutip Cleveland Clinic, jangan pernah menghilangkan tahi lalat sendiri, termasuk dengan produk yang membakar, membekukan, atau memakai laser. Selain berisiko terkena infeksi, kamu bisa tanpa sadar membuang melanoma yang seharusnya diperiksa dokter.

  6. Apakah Tahi Lalat Bisa Hilang dengan Sendirinya?

    Apakah Tahi Lalat Bisa Hilang dengan Sendirinya?
    Pexels/Al Azik Maulana Koentjoro

    Setelah bertahun-tahun, kamu mungkin menyadari ada tahi lalat yang memudar atau bahkan lenyap. Jangan buru-buru panik, karena hal itu bisa terjadi secara alami.

    Menurut Cleveland Clinic, siklus hidup tahi lalat rata-rata sekitar 50 tahun. Seiring waktu, tahi lalat biasanya berubah perlahan seperti menjadi timbul, lebih terang, dan sering ditumbuhi rambut.

    Ada juga yang tidak berubah sama sekali dan ada yang memang hilang pelan-pelan. Melansir Britannica, tahi lalat juga kadang menghilang seiring bertambahnya usia.

  7. Kapan Tahi Lalat Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter?

    Kapan Tahi Lalat Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter?
    Pexels/Renthel Cueto

    Mengutip Cleveland Clinic, gunakan pedoman ABCDE untuk mengenali tahi lalat yang mencurigakan. Jika ada satu saja tanda, sebaiknya segera temui dokter kulit.

    1. Asymmetry (A)
      Bayangkan sebuah garis yang membelah tahi lalat menjadi dua bagian. Kalau satu sisi tidak sama dengan sisi lainnya, itu perlu dicek.
    2. Border (B)
      Waspadai tepi yang bergerigi, buram, atau tidak beraturan. Tahi lalat yang sehat umumnya punya tepi yang jelas.
    3. Color (C)
      Hati-hati bila satu tahi lalat punya beberapa warna sekaligus, seperti cokelat muda, cokelat tua, hitam, biru, putih, atau merah. Warna yang berubah juga patut dicurigai.
    4. Diameter (D)
      Ukuran yang lebih besar dari penghapus pensil, sekitar 6 milimeter, perlu diperiksa. Ukuran itu bukan vonis, tetapi alasan yang cukup untuk berkonsultasi.
    5. Elevation/Evolution (E)
      Evolusi yaitu perubahan ukuran, bentuk, warna, atau ketinggian. Gejala baru seperti gatal atau berdarah merupakan tanda yang perlu diperhatikan.

    Tahi lalat berasal dari kumpulan melanosit yang tumbuh berkelompok di kulit, dengan gen, matahari, dan hormon sebagai pemeran di baliknya. Hampir semuanya tidak berbahaya, jadi kamu tidak perlu khawatir berlebihan.

    Biasakan memeriksa kulit sebulan sekali dan segera temui dokter kulit bila ada perubahan yang mencurigakan. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan medis.

    Nah, itulah pembahasan mengenai asal-usul tahi lalat di tubuh yang harus kamu ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!

Related Articles

See More