Anak Sering Mengompol? Ini 5 Cara Menghilangkan Bau Pesing di Seprai

Bilas dan rendam seprai terkena urine dengan air dingin serta setengah gelas cuka putih selama 15–30 menit untuk membantu menetralkan bau amonia.
Cuci menggunakan deterjen secukupnya dan bilas sampai tanpa residu. Bila bau masih ada, proses pencucian dapat diulangi sebelum pengeringan.
Alkohol 70 persen atau perasan lemon dapat digunakan setelah uji kain, lalu jemur seprai hingga benar-benar kering di area bersirkulasi baik atau bawah matahari.
Seprai yang terkena ompol bisa meninggalkan bau pesing yang cukup menyengat, bahkan setelah bagian yang basah mulai mengering. Kondisi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan saat beristirahat, terutama jika aroma urine masih tertinggal pada serat kain.
Untuk menghilangkan bau tersebut, seprai perlu dibersihkan dengan cara yang tepat. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membilasnya menggunakan air dingin, kemudian mencucinya dengan deterjen secukupnya dan tambahan bahan seperti cuka putih untuk membantu menetralkan aroma tidak sedap.
Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa dicoba menggunakan bahan sederhana maupun proses pengeringan yang tepat. Berikut Popmama.com telah merangkum lima cara menghilangkan bau pesing di seprai.
Yuk, disimak!
Deretan Cara Menghilangkan Bau Pesing di Seprai
1. Rendam dengan air dingin dan cuka putih

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Langkah pertama yang bisa Mama lakukan untuk menghilangkan bau pesing di seprai adalah merendamnya menggunakan air dingin dan cuka putih. Air dingin membantu membilas sisa urine dari serat kain tanpa membuat noda semakin sulit dibersihkan.
Mama bisa menambahkan sekitar setengah gelas cuka putih ke dalam ember berisi air dingin. Kandungan asam ringan pada cuka dapat membantu menetralkan aroma amonia yang menjadi salah satu penyebab bau menyengat pada urine.
Rendam seprai selama kurang lebih 15–30 menit sebelum melanjutkan proses pencucian. Pastikan Mama menggunakan cuka putih biasa dan tidak mencampurkannya dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi keduanya dapat menghasilkan gas berbahaya.
2. Cuci dengan deterjen secukupnya

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Setelah direndam, Mama bisa melanjutkan proses pencucian menggunakan deterjen. Pilih deterjen cair atau bubuk yang biasa digunakan untuk mencuci pakaian dan sesuaikan takarannya dengan petunjuk pada kemasan.
Hindari menggunakan deterjen secara berlebihan dengan harapan bau pesing lebih cepat hilang. Sisa deterjen yang menempel pada serat kain justru dapat meninggalkan residu, sehingga seprai terasa kurang bersih setelah dicuci.
Pastikan seprai dibilas hingga tidak ada sisa busa atau deterjen yang tertinggal. Jika aroma pesing masih tercium, Mama bisa mengulangi proses pencucian sebelum mengeringkannya.
3. Gunakan alkohol 70 persen

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Alkohol 70 persen dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan area seprai yang terkena ompol. Namun, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati karena alkohol mudah terbakar dan tidak cocok untuk semua jenis kain.
Sebelum menggunakannya, bilas terlebih dahulu bagian seprai yang terkena urine menggunakan air dingin. Setelah itu, uji sedikit alkohol pada bagian kain yang tersembunyi untuk memastikan warnanya tidak luntur atau mengalami perubahan.
Jika kain aman, Mama dapat mengoleskan atau menyemprotkan sedikit alkohol pada area yang terkena ompol sesuai petunjuk penggunaan produk.
Biarkan mengering di tempat dengan sirkulasi udara baik dan jauhkan dari api atau sumber panas. Setelah itu, cuci seprai menggunakan deterjen seperti biasa.
4. Manfaatkan air perasan lemon atau jeruk nipis

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Bahan dapur lain yang bisa dicoba untuk membantu mengurangi bau pesing adalah air perasan lemon atau jeruk nipis. Buah sitrus ini mengandung asam sitrat yang dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap pada kain.
Mama bisa memeras satu hingga dua buah lemon atau jeruk nipis, kemudian mencampurkannya ke dalam ember berisi air dingin. Rendam bagian seprai yang terkena ompol selama kurang lebih 20 menit sebelum melanjutkan pencucian menggunakan deterjen.
Meski memiliki aroma segar, air perasan lemon atau jeruk nipis sebaiknya diuji terlebih dahulu pada bagian kain yang tersembunyi. Kandungan asamnya berpotensi memengaruhi warna atau serat kain tertentu, terutama seprai dengan bahan dan pewarna yang sensitif.
5. Jemur di bawah sinar matahari

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Setelah seprai dicuci dan dibilas hingga bersih, Mama bisa mengeringkannya dengan menjemur di tempat terbuka. Sirkulasi udara yang baik membantu mempercepat penguapan air, sehingga kain tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.
Jika memungkinkan, jemur seprai di bawah sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari dapat membantu proses pengeringan dan mengurangi kelembapan yang berpotensi membuat kain berbau apek.
Pastikan seprai benar-benar kering sebelum dilipat atau dipasang kembali di tempat tidur. Jangan menyimpan seprai dalam keadaan masih lembap karena kondisi tersebut dapat memunculkan aroma tidak sedap dan mengurangi kenyamanan saat digunakan.
Itu dia beberapa cara menghilangkan bau pesing di seprai. Mulai dari merendam dengan air dingin dan cuka putih, mencuci menggunakan deterjen secukupnya, hingga menjemurnya sampai benar-benar kering.
Pastikan Mama selalu memperhatikan jenis bahan seprai dan menguji bahan pembersih pada area tersembunyi terlebih dahulu. Jika bau pesing masih tertinggal setelah dicuci, sebaiknya ulangi proses pembersihan sebelum seprai digunakan kembali.


-a183c3ecb5f7bcf005c2420ca3ff2d03.png)




















-LmuOy16rMVQPxVYL6wOrSFaYrPBExzjm.jpg)