Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Asal Usul Warteg, Enak dan Beragam Makanannya Namun Tetap Hemat

Asal Usul Warteg, Enak dan Beragam Makanannya Namun Tetap Hemat
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Warteg muncul pada 1950–1960-an di Jakarta sebagai solusi makan murah bagi para buruh proyek besar, dibuka oleh perantau asal Tegal.
  • Perantau Tegal merintis warteg karena sulitnya mencari pekerjaan di kampung halaman setelah industri gula menurun pascakemerdekaan.
  • Ciri khas warteg seperti etalase kaca dan sistem kekeluargaan membuatnya tetap eksis serta menjadi penopang kehidupan masyarakat perkotaan hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Siapa sih yang tidak kenal dengan warteg? Ada atau tidak adanya tempat makan ini di daerahmu, pasti kamu juga sudah familiar dengan namanya. Bahkan, tempat makan satu ini bisa disebut sebagai penyelamat perut lapar saat kantong sedang menipis. 

Warteg tentu tidak hadir begitu saja. Ada cerita yang cukup panjang di balik kemunculannya. Keberadaannya bukan sekadar soal jualan makanan murah, tapi juga berkaitan dengan kisah para perantau asal Tegal.

Penasaran cerita selengkapnya? Coba simak asal usul warteg yang akan Popmama.com jelaskan berikut ini.

Table of Content

Berawal dari Kebutuhan Para Buruh di Jakarta

Berawal dari Kebutuhan Para Buruh di Jakarta

Asal Usul Warteg
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Warteg mulai ramai pada sekitar tahun 1950-an hingga 1960-an, ketika Jakarta sedang gencar membangun berbagai proyek besar. 

Saat itu, pembangunan Monas, Jembatan Semanggi, hingga kawasan olahraga Senayan membutuhkan banyak tenaga kerja dari berbagai daerah.

Kedatangan ribuan buruh ini otomatis membuat kebutuhan akan makanan murah dan mengenyangkan semakin tinggi. Nah, peluang tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para perantau asal Tegal. 

Mereka membuka warung-warung sederhana di sekitar proyek pembangunan untuk menyediakan makanan bagi para pekerja yang membutuhkan santapan dengan harga terjangkau.

Dari warung sederhana inilah cikal bakal warteg mulai dikenal dan perlahan berkembang ke berbagai wilayah ibu kota.

Awalnya Dipicu Sulitnya Mencari Pekerjaan di Tegal

Asal Usul Warteg
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kalau ditelusuri lebih jauh, perpindahan warga Tegal ke Jakarta ternyata tidak terjadi begitu saja. Dulu, beberapa desa seperti Sidakaton, Sidapurna, dan Krandon dikenal sebagai daerah yang hidup dari industri gula pada masa kolonial.

Namun setelah Indonesia merdeka, industri tersebut mengalami kemunduran. Lahan pertanian semakin berkurang dan lapangan pekerjaan pun menjadi semakin terbatas. 

Kondisi ini akhirnya membuat banyak warga Tegal memilih merantau ke Jakarta untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Awalnya, para laki-laki bekerja sebagai kuli bangunan. Setelah mulai menetap, istri dan anggota keluarga lainnya ikut menyusul.

Mereka kemudian membawa keahlian memasak makanan rumahan yang sederhana, yang akhirnya menjadi menu khas warteg seperti sekarang.

Punya Ciri Khas yang Mudah Dikenali

Asal Usul Warteg
Pexels/rakhmat suwandi

Salah satu hal yang membuat warteg sangat ikonik adalah tampilannya yang hampir selalu mirip. Dari luar, orang biasanya langsung mengenali etalase kaca yang berisi tumpukan piring lauk beraneka macam.

Selain itu, banyak warteg juga memiliki dua pintu di sisi kanan dan kiri area masak. Desain ini membuat pelanggan lebih mudah keluar masuk dan menciptakan suasana yang terbuka bagi siapa saja.

Penataan lauk di balik kaca bukan cuma untuk menarik perhatian pembeli. Cara ini juga memudahkan pelanggan melihat menu yang tersedia dan langsung menunjuk makanan yang mereka inginkan.

Karena itulah, suasana makan di warteg terasa sederhana sekaligus akrab.

Kini Warteg Menjadi Penopang Kehidupan Kota

Asal Usul Warteg
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Seiring berjalannya waktu, warteg berkembang menjadi lebih dari sekadar warung makan pinggir jalan. Warteg kini juga punya peran penting bagi kehidupan masyarakat perkotaan, terutama kalangan pekerja dan masyarakat menengah ke bawah.

Di tengah naik turunnya harga bahan pokok dan biaya hidup yang semakin tinggi, warteg tetap mampu menyediakan makanan dengan harga yang relatif terjangkau. 

Hal ini tidak lepas dari sistem usaha yang dijalankan secara kekeluargaan dan jaringan sesama perantau yang saling membantu.

Kemampuan untuk terus beradaptasi inilah yang membuat warteg tetap bertahan di tengah menjamurnya restoran modern dan makanan cepat saji. 

Itu tadi asal usul warteg. Hingga sekarang, warteg masih menjadi salah satu penyelamat perut berbagai kalangan masyarakat sehari-hari khususnya di kota-kota besar.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More