Aturan Buka Puasa di KRL, LRT, MRT dan Transjakarta Tahun 2026

- Selama Ramadan 2026, seluruh moda transportasi publik Jabodetabek memberi kelonggaran bagi penumpang untuk berbuka puasa di perjalanan dengan aturan khusus demi kenyamanan bersama.
- MRT, LRT, Transjakarta, KRL, dan LRT Jabodebek membatasi waktu berbuka maksimal 10 menit setelah azan magrib serta hanya memperbolehkan konsumsi air putih, kurma, atau makanan ringan.
- Operator mengimbau penumpang menjaga kebersihan, tidak membawa makanan beraroma tajam, dan mengikuti ketentuan agar ibadah puasa tetap khusyuk tanpa mengganggu ketertiban transportasi umum.
Selama Ramadan 2026, sejumlah moda transportasi publik di wilayah Jabodetabek memberikan kelonggaran bagi penumpang yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Kebijakan ini dibuat agar masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa harus menunggu sampai tiba di tujuan.
Mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, hingga KRL Commuter Line, masing-masing operator menetapkan aturan khusus terkait jenis makanan dan durasi waktu berbuka. Meski diperbolehkan makan dan minum, ada batasan yang perlu diperhatikan demi menjaga kenyamanan bersama.
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai aturan buka puasa di KRL, LRT, MRT dan Transjakarta tahun 2026.
1. MRT Jakarta

PT MRT Jakarta mengizinkan penumpang membatalkan puasa di dalam rangkaian kereta maupun area berbayar seperti peron dan paid concourse saat azan magrib berkumandang. Namun, ada ketentuan khusus yang perlu diperhatikan.
Penumpang hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih dan kurma, dengan durasi maksimal 10 menit setelah azan magrib. Minuman seperti teh, kopi, soda, atau makanan selain kurma tidak diperkenankan di dalam rangkaian dan area berbayar.
Setelah itu, penumpang dapat melanjutkan makan di area unpaid concourse. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 19 Februari 2026.
2. LRT Jakarta

PT LRT Jakarta juga memberikan toleransi berbuka puasa di dalam kereta hingga 10 menit setelah azan magrib. Penumpang diperbolehkan mengonsumsi makanan atau minuman ringan.
Namun, pihak LRT mengimbau agar tidak membawa makanan dengan aroma menyengat demi menjaga kenyamanan penumpang lain. Kebijakan ini bertujuan membantu pelanggan yang masih berada di perjalanan agar tetap bisa membatalkan puasa tepat waktu.
3. Transjakarta

Transjakarta juga memperbolehkan pelanggan berbuka dengan air minum dan makanan ringan di dalam bus saat waktu magrib tiba. Durasi makan dan minum juga dibatasi maksimal 10 menit setelah azan.
Penumpang diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di dalam bus. Selain itu, pelanggan bisa membeli makanan berbuka di area ritel atau tenant yang tersedia di sejumlah halte.
4. KRL Commuter Line

KAI Commuter memberikan kebijakan serupa bagi pengguna KRL. Penumpang boleh membatalkan puasa dengan air mineral, kurma, atau makanan ringan seperti roti.
Meski demikian, penumpang diingatkan untuk tidak makan atau minum secara berlebihan serta menghindari makanan beraroma tajam agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna lainnya
5. LRT Jabodebek

LRT Jabodebek turut menerapkan aturan khusus selama Ramadan. Penumpang diperbolehkan berbuka di dalam kereta maupun area stasiun hingga pukul 19.00 WIB.
Makanan dan minuman yang diperbolehkan terbatas pada air minum, kurma, atau roti. Penumpang juga diminta untuk tidak membawa makanan berat atau berbau tajam, serta membawa kembali sampah hingga ke stasiun tujuan.
Dengan adanya kebijakan ini, para operator transportasi publik berharap masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa mengganggu ketertiban dan kenyamanan bersama selama perjalanan.
Jika sedang bepergian saat waktu magrib tiba, pastikan mengikuti aturan yang berlaku. Semoga puasa Ramadan kita di tahun 2026 ini berjalan lancar!


















