Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahaya Kebiasaan Menjilat Bibir Bisa Bikin Berkerak, Ini Penyebabnya
ilustrasi bibir kering dan mengelupas (iStockPhoto/GoodLifeStudio)
  • Menjilat bibir sering menjadi refleks akibat bibir kering, kurang minum, AC, cuaca ekstrem, atau gerakan berulang saat cemas, gugup, dan bosan.

  • Air liur hanya melembapkan sementara; enzim amilase dan maltase serta gesekan dapat merusak kulit bibir, memicu kekeringan, pecah-pecah, pengelupasan, hingga perdarahan.

  • Kebiasaan kronis dapat mengganggu penghalang epidermis dan memicu cheilitis, termasuk factitial cheilitis dengan kerak keratin, yang dikaitkan dengan menjilat, menggigit, stres, atau kecemasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sering menjilat bibir bisa membuat bibir makin kering. Anak-anak dan orang dewasa bisa melakukannya saat bibir kering, gugup, cemas, atau bosan. Air liur hanya membuat bibir basah sebentar, lalu kulit bibir bisa pecah, mengelupas, berdarah, dan berkerak. Kebiasaan ini perlu dihentikan supaya bibir tidak sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan mengenai kaitan antara bibir kering, lingkungan, dan kondisi psikologis membuka pemahaman bahwa kebiasaan menjilat bibir tidak selalu sekadar tindakan sepele. Dengan mengenali pola berulang serta dampak air liur pada kulit bibir, orang dapat lebih memahami alasan di balik rasa tidak nyaman dan perubahan pada bibir mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebiasaan menjilat bibir banyak dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa, biasanya refleks karena rasa tidak nyaman akibat bibir kering.

Bukan hanya karena butuh kelembapan, menjilat bibir pada sebagian orang menjadi gerakan repetitif yang tidak disadari saat sedang cemas, gugup, atau bosan. 

Kebiasaan ini kerap dilakukan banyak orang tanpa disadari, padahal dapat berbahaya dan menyebabkan bibir justru makin kering hingga berkerak.

Menjilat bibir mungkin jadi kebiasaan sepele untuk sekadar melembapkan bibir, padahal dampaknya dapat memengaruhi kesehatan bibir, Ma.

Simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini seputar bahaya kebiasaan menjilat bibir yang bisa bikin berkerak!

Kebiasaan Menjilat Bibir Bisa Jadi Siklus Berulang

ilustrasi jilat bibir (pexels.com/Agung Pratama)

Kebiasaan menjilat bibir biasanya muncul sebagai refleks saat bibir terasa kering. Jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan ini bisa berubah menjadi siklus berulang.

Kurang minum, berada di ruangan AC, atau berada di tempat dengan cuaca ekstrem menjadi beberapa penyebab banyak orang akhirnya menjilat bibir agar tetap lembap.

Selain faktor lingkungan, menjilat bibir juga menjadi kebiasaan yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang. Banyak orang yang melakukan gerakan berulang-ulang, termasuk menggigit bibir saat sedang cemas, tegas, atau gugup.

Hal ini mungkin terdengar sepele, namun menjilati bibir secara terus menerus justru dapat mengeringkan bibir, menyebabkan bibir pecah-pecah, mengelupas, hingga berkerak.  

Air Liur Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Kulit Bibir

Bahaya membasahi bibir dengan air liur bisa sebabkan bibir iritasi hingga berkerak (Pexels/Shiny Diamond)

Meski terlihat sepele, menjilat bibir justru bisa berbahaya bagi kesehatan bibir. Mengutip dari Healthline, air liur mengandung enzim pencernaan seperti amilase dan maltase yang dapat merusak kulit di bibir.

Seiring waktu, bibir yang sering terkena air liur akan lebih rentan terhadap udara kering, sehingga kulit bibir bisa pecah dan berdarah. 

Bibir yang dibasahi dengan air liur hanya akan lembap selama beberapa saat, efek jangka panjangnya membuat bibir justru lebih kering dari sebelumnya.

Melansir dari NHS UK, menjilat bibir dapat menjadi kebiasaan kronis, sebab air liur dan gesekan dapat merusak bibir karena memicu dermatitis kontak iritan, cheilitis simplex, angular cheilitis, facitial cheilitis, exfoliative cheilitis, dan infeksi sekunder.

Berisiko Cheilitis, Kulit Bibir Jadi Kerak

Bahaya membasahi bibir dengan air liur bisa sebabkan bibir iritasi hingga berkerak (Dok. Gemini AI)

Menjilat bibir secara kronis juga dapat menyebabkan gangguan pada penghalang epidermis dan akan terus memicu bibir kering hingga akhirnya mengelupas. Kondisi peradangan bibir akibat kebiasaan melembapkan dengan air liur disebut cheilitis.

Mengutip dari laman Universitas Airlangga, cheilitis umumnya merupakan peradangan yang terjadi pada sudut vermilion border. Cheilitis eksfoliatif yang sering terjadi memiliki gejala klinis yang mirip dengan penyakit lain, salah satunya adalah factitial cheilitis.

Factitial cheilitis merupakan kondisi langka yang ditandai dengan siklik dan eksfoliasi kelebihan keratin secara terus-menerus karena menjilat, menghisap, menggigit, dan merobek bibir.

Gejala yang sering muncul adalah bibir kering dan bersisik yang dapat menyebabkan pengerasan kulit, pecah-pecah dan berdarah karena siklus membasahi bibir dengan air liur. 

Factitial Cheilitis dan Pengaruh Kondisi Psikologis

Bahaya membasahi bibir dengan air liur bisa sebabkan bibir iritasi hingga berkerak (www.cureus.com)

Factitial cheilitis merupakan kondisi pada kulit bibir yang sering digigit hingga dijilat terus-menerus dengan air liur hingga akhirnya memicu infeksi. Kondisi ini ternyata banyak ditemukan pada perempuan, Ma.

Mengutip dari PubMed Central, penelitian dari Jurnal Kesehatan Cureus menunjukkan bahwa factitial cheilitis paling sering terjadi pada perempuan muda dengan riwayat gangguan kecemasan atau stres.

Studi kasus terjadi pada seorang perempuan yang berusia 23 tahun mengalami hiperkeratosis difus pada bibir atas dan bawah yang awalnya dicurigai sebagai dermatitis kontak alergi atau iritasi. 

Riwayat penyakitnya bibir yang menyakitkan, pecah-pecah, dan mengelupas selama dua bulan. Pemeriksaan mengungkapkan kerak keratin kuning yang tebal pada bibir atas dan bawah. Karena terdapat riwayat kondisi kejiwaan diagnosis pada pasien tersebut mempertimbangkan factitial cheilitis. 

Kesimpulannya, kebiasaan menjilat atau membasahi bibir bisa menjadi fatal apabila tidak diatasi segera. Mama juga harus menyadari apakah kebiasaan tersebut didasari oleh bibir yang kering karena lingkungan atau dipengaruhi oleh faktor psikologis.

Itu dia penjelasan mengenai bahaya kebiasaan menjilat bibir yang bisa bikin berkerak!

Hindari kebiasaan membasahi bibir, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article