Bagian ini mengandung spoiler.
7 Alasan Drama China The Early Spring Bikin Susah Move On

The Early Spring menampilkan romansa yang tumbuh perlahan melalui chemistry natural, komunikasi yang rumit, dan konflik dari hubungan Luan Nian serta Shang Zhitao.
Perjalanan cinta mereka berlangsung sekitar satu dekade, bersamaan dengan perkembangan Shang Zhitao dan perubahan cara Luan Nian menjalani hubungan.
Drama ini mendapat perhatian luas setelah menempati peringkat dua Global Non-English TV Netflix dan masuk Top 10 di 22 negara.
Drama China The Early Spring menjadi salah satu tontonan romantis yang ramai dibicarakan sejak tayang pada Agustus 2026 lalu. Dibintangi Jing Boran sebagai Luan Nian dan Sun Qian sebagai Shang Zhitao, drama ini menawarkan kisah cinta di lingkungan kerja yang jauh dari kata sederhana.
Alih-alih menghadirkan hubungan serba manis, The Early Spring justru memperlihatkan romansa yang penuh tarik-ulur, komunikasi yang tak selalu berjalan mulus, hingga proses panjang untuk bertumbuh sebagai individu.
Tak heran, drama ini berhasil masuk peringkat dua daftar Global Non-English TV Netflix pada pekan 24-30 Agustus 2026 dengan 2,4 juta views dan 21,5 juta jam ditonton. Drama ini juga masuk Top 10 mingguan di 22 negara, termasuk Indonesia.
Lantas, apa yang membuat The Early Spring begitu susah bikin move on setelah tamat?
Berikut Popmama.com rangkum beberapa alasannya.
Table of Content
1. Chemistry Jing Boran dan Sun Qian terasa natural

Instagram.com/netflixmy Salah satu daya tarik utama The Early Spring tentu datang dari chemistry Jing Boran dan Sun Qian.
Netflix sendiri menyoroti bagaimana chemistry keduanya berhasil membawa hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao terasa lebih dewasa dan bernuansa. Interaksi mereka tak selalu membutuhkan adegan romantis besar karena ketertarikan justru dibangun lewat tatapan, percakapan, gestur kecil, hingga ketegangan yang muncul ketika keduanya berada di ruang yang sama.
Hubungan karakter mereka juga bergerak perlahan. Penonton diberi kesempatan melihat bagaimana rasa suka tumbuh di tengah tekanan pekerjaan dan perbedaan kepribadian.
Itulah yang akhirnya membuat momen-momen sederhana di antara keduanya terasa lebih membekas.
2. Kisah cintanya tidak dibuat terlalu sempurna

Youtube.com/YOUKU Indonesia The Early Spring menarik karena tidak hanya berhenti pada fase ketika dua karakter akhirnya saling menyukai.
India Today menilai kekuatan drama ini justru muncul ketika ceritanya mulai mempertanyakan apa yang terjadi setelah dua orang menjalani hubungan, saat ketertarikan berubah menjadi rutinitas dan perhatian mulai bercampur dengan ekspektasi.
Luan Nian dan Shang Zhitao sama-sama membawa ego, ambisi, ketakutan, serta luka masing-masing ke dalam hubungan.
Mereka bisa saling mencintai, tetapi tetap salah memahami satu sama lain. Hal inilah yang membuat hubungan mereka terasa lebih manusiawi karena cinta saja ternyata tidak langsung menyelesaikan seluruh persoalan.
3. Konflik terbesar justru datang dari hubungan mereka sendiri

Instagram.com/youkuofficial Drama romantis sering menggunakan kehadiran orang ketiga sebagai sumber konflik utama. Namun, The Early Spring lebih banyak menyoroti masalah yang tumbuh dari dinamika Luan Nian dan Shang Zhitao sendiri.
Hubungan atasan dan bawahan membuat posisi mereka sejak awal tidak sepenuhnya seimbang. Di saat bersamaan, komunikasi yang buruk dan ketidakmampuan mengungkapkan perasaan secara jujur ikut memperumit keadaan.
Hubungan mereka berjalan cukup lama dalam kondisi intens tetapi stagnan karena keduanya tidak mengetahui cara membawa hubungan tersebut ke arah yang lebih sehat.
Inilah yang membuat konfliknya terasa dekat dengan kehidupan nyata. Kadang, hubungan tidak berakhir karena hadirnya orang lain, melainkan karena dua orang yang saling mencintai belum mampu menemukan cara untuk berjalan bersama.
4. Perjalanan cinta mereka berlangsung selama bertahun-tahun

Instagram.com/youkuofficial Hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao bukan romansa yang selesai hanya dalam beberapa bulan. Netflix menggambarkan kisah mereka sebagai perjalanan yang membentang selama sekitar satu dekade, melewati rasa rindu, konflik, patah hati, berbagai keputusan sulit, hingga perubahan diri.
Lamanya perjalanan tersebut membuat penonton seolah ikut tumbuh bersama kedua karakter.
Ada fase ketika mereka dekat, saling menjauh, gagal memahami satu sama lain, hingga akhirnya harus menjalani kehidupan masing-masing.
Karena perjalanan tersebut begitu panjang, ketika keduanya kembali bertemu sebagai versi diri yang berbeda, momennya terasa lebih emosional.
5. Perkembangan Shang Zhitao terasa memuaskan

Instagram.com/youkuofficial Shang Zhitao diperkenalkan sebagai pekerja baru yang masih mencari pijakan di dunia profesional. Seiring perjalanan cerita, karakter yang dimainkan Sun Qian perlahan berkembang menjadi seseorang yang lebih matang dan mampu berdiri atas pilihannya sendiri.
Salah satu ulasan bahkan menilai perkembangan karakter Zhitao terasa alami karena penonton benar-benar diperlihatkan prosesnya, bukan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.
Perkembangan tersebut menjadi penting, terutama karena hubungan awalnya dengan Luan Nian memiliki ketimpangan posisi.
Pada akhirnya, Zhitao tak lagi hanya dikenal sebagai bawahan atau pasangan Luan Nian. Ia telah membangun karier dan kehidupannya sendiri.
6. Luan Nian bukan male lead yang sempurna

Dok.Youku/The Early Spring Luan Nian mungkin memiliki pesona yang mudah membuat penonton jatuh hati, tetapi karakternya jauh dari sempurna.
Ia digambarkan tajam, sulit mengungkapkan perasaan, terkadang cemburuan, hingga memiliki kecenderungan untuk mengontrol keadaan. Namun, permainan Jing Boran membuat karakter tersebut tetap memiliki sisi rapuh.
Salah satu ulasan The Early Spring menilai Jing Boran mampu memperlihatkan kerentanan di balik sikap keras Luan Nian, sehingga karakternya tidak berhenti sebagai sosok dingin yang sekadar dibuat menarik secara visual.
Kekurangannya pun menjadi bagian penting dari perjalanan cerita karena Luan Nian juga harus belajar mengubah cara dirinya menjalani hubungan.
7. Ending drama ini terasa seperti hadiah setelah perjalanan panjang

Instagram.com/youkuofficial Setelah bertahun-tahun menjalani hubungan yang rumit, Luan Nian dan Shang Zhitao akhirnya dipertemukan kembali dalam kondisi yang berbeda.
Salah satu hal yang membuat ending terasa memuaskan adalah Shang Zhitao tidak harus melepaskan kehidupan yang sudah ia bangun hanya demi kembali bersama Luan Nian. Ia tetap memiliki karier dan pilihan sendiri.
Sementara itu, Luan Nian akhirnya belajar untuk bertemu dengannya di tengah, bukan meminta Zhitao terus masuk ke dunia yang ia tentukan.
Pada akhirnya, kisah mereka bukan sekadar tentang dua orang yang tidak bisa melupakan satu sama lain.
Mereka perlu tumbuh secara terpisah terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat kembali sebagai dua individu yang lebih setara.
Mungkin itu pula yang membuat The Early Spring susah bikin move on. Penonton bukan hanya mengikuti kisah cinta Luan Nian dan Shang Zhitao, tetapi juga perjalanan panjang mereka untuk memahami diri sendiri sebelum akhirnya menemukan jalan kembali satu sama lain.
























