Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Galeri Indonesia Kaya Ajak 12 Jurnalis Tampil di Kisah Petruk Mantu

4 min read
Galeri Indonesia Kaya Ajak 12 Jurnalis Tampil di Kisah Petruk Mantu
Popmama.com/Dhio Muhammad Al Dicky
  • Galeri Indonesia Kaya merayakan HUT ke-13 pada 10 Oktober 2026 dengan menggelar kembali Wayang Jurnalis, program yang sempat vakum sejak 2020.

  • Sebanyak 12 jurnalis lintas media tampil dalam wayang orang bersama seniman Wayang Orang Bharata, mengikuti latihan dan memerankan tokoh-tokoh dalam pementasan.

  • Lakon Petruk Mantu mengisahkan usaha Petruk meminang Endang Nilowati untuk Lengkung Kusumo, dibalut humor dan konflik dengan Prabu Kalapudaksa serta penampilan dalang cilik Kitama Arturo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Galeri Indonesia Kaya (GIK) merayakan hari jadinya yang ke-13 dengan menghadirkan pertunjukan seni budaya yang melibatkan jurnalis secara langsung. Melalui program Wayang Jurnalis, para jurnalis berkesempatan merasakan pengalaman menjadi pemain wayang orang di atas panggung.

Tahun ini, pertunjukan tersebut kembali digelar dengan membawakan lakon Petruk Mantu bersama Wayang Orang Bharata. Sebanyak 12 jurnalis dari berbagai media turut ambil bagian dalam pementasan yang menggabungkan seni tradisional dengan pengalaman baru bagi para peserta.

Digelar pada 10 Oktober 2026, pertunjukan ini menjadi salah satu cara Galeri Indonesia Kaya merayakan perjalanan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat. Berikut Popmama.com telah merangkum perayaan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya dengan mengajak 12 jurnalis tampil di panggung wayang.

Yuk, simak selengkapnya!

  1. 1. Wayang Jurnalis kembali digelar untuk merayakan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya

    Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Tampil di Panggung Wayang 1
    Dok. Galeri Indonesia Kaya

    Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya terus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati beragam seni budaya Indonesia. Memasuki usia ke-13 tahun, GIK kembali mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan seni melalui program Wayang Jurnalis yang pertama kali diperkenalkan pada 2014.

    Program ini memberikan pengalaman berbeda bagi para jurnalis. Jika biasanya mereka bertugas meliput pertunjukan dan menyampaikan ceritanya kepada masyarakat, kali ini mereka berkesempatan untuk terlibat langsung sebagai pemain di atas panggung.

    Setelah sempat vakum sejak 2020, Wayang Jurnalis kembali digelar untuk keenam kalinya melalui pementasan Petruk Mantu. Program ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat proses kreatif dan seni pertunjukan tradisional Indonesia.

    Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menyampaikan bahwa keterlibatan jurnalis menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kedekatan dengan seni budaya tanah air.

    “Jika biasanya mereka berada di balik layar untuk meliput dan menceritakan sebuah pertunjukan, kali ini mereka berkesempatan untuk naik ke atas panggung dan menjadi bagian langsung dari proses kreatifnya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

  2. 2. Sebanyak 12 jurnalis lintas media menjajal pengalaman menjadi pemain Wayang Orang

    Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Tampil di Panggung Wayang 5
    Dok. Galeri Indonesia Kaya

    Pementasan Wayang Jurnalis: Petruk Mantu melibatkan 12 jurnalis dari berbagai media, termasuk CNBC Indonesia, CNN Indonesia TV, Harian Kompas/Kompas.id, iNews TV, LKBN Antara, Narasi.tv, Popbela.com, Popmama.com, Suara.com, Urbanstories.id, dan Validnews.id.

    Mereka memerankan beragam tokoh dalam cerita, mulai dari Petruk, Endang Nilowati, Lengkung Kusumo, hingga Prabu Kalapudaksa. Jurnalis Popmama.com, Onic Metheany, turut ambil bagian dengan memerankan tokoh Istri Petruk.

    Keterlibatan para jurnalis menjadi pengalaman untuk mengenal seni pertunjukan dari sudut pandang berbeda. Mereka tidak hanya menyaksikan hasil akhir sebuah pementasan, tetapi juga ikut menjalani proses latihan dan mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan penonton.

    Dalam pelaksanaannya, para jurnalis berkolaborasi dengan seniman Wayang Orang Bharata yang turut mendampingi proses pertunjukan. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang bagi para pekerja media untuk belajar langsung dari seniman yang telah lama menekuni seni wayang orang.

    Sutradara pementasan sekaligus perwakilan Wayang Orang Bharata, Teguh ‘Kenthus’ Ampiranto, menyambut baik kesempatan untuk kembali berbagi panggung dengan para jurnalis.

    Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya menghasilkan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang lebih besar terhadap wayang dan seni pertunjukan Indonesia.

  3. 3. Kisah Petruk Mantu hadirkan cerita penuh humor

    Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Tampil di Panggung Wayang 3
    Popmama.com/Dhio Muhammad Al Dicky

    Lakon Petruk Mantu menjadi sajian utama dalam pementasan Wayang Jurnalis tahun ini. Ceritanya berpusat pada usaha Petruk untuk meminang Endang Nilowati, seorang putri yang terkenal cantik, bagi anak laki-lakinya yang bernama Lengkung Kusumo.

    Namun, Petruk tidak mengetahui bahwa Endang Nilowati juga menjadi pujaan hati Prabu Kalapudaksa, sosok yang dikenal garang dan congkak. Situasi tersebut menghadirkan konflik yang dibumbui humor serta berbagai kejutan sepanjang cerita.

    Melalui lakon ini, penonton diajak menikmati kisah pewayangan dengan suasana yang ringan dan menghibur. Cerita yang disampaikan juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan tokoh dan tradisi pewayangan kepada masyarakat lintas generasi.

    Pementasan ini turut menghadirkan dalang cilik Kitama Arturo yang berusia 12 tahun sebagai bintang tamu. Ketertarikannya terhadap dunia pewayangan telah tumbuh sejak usia 6 tahun, ketika ia mulai mengenal wayang dan mempelajari kisah-kisahnya secara mandiri.

    Itulah kemeriahan perayaan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya dengan mengajak 12 jurnalis tampil di panggung wayang. Melalui perayaan kembalinya Wayang Jurnalis, Galeri Indonesia Kaya berharap semakin banyak masyarakat yang mendapat kesempatan untuk mengenal, mengalami, dan mencintai seni budaya Indonesia.

    Pengalaman di atas panggung ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More