5 Gangguan Mental yang Sering Terjadi Pada Perempuan

Nafsu makanmu mulai berkurang? Bisa jadi itu salah satu gejala depresi.

10 Februari 2019

5 Gangguan Mental Sering Terjadi Perempuan
Freepik/nensuria

Memang sih gangguan kesehatan mental bisa terjadi pada siapa saja. Namun tahukah kamu? Ternyata perempuan itu mengalami gangguan jiwa ringan dua kali lebih banyak dari laki-laki, lho.

Dengan demikian, perempuan termasuk sebagai golongan yang rentan mengalami beberapa gangguan mental.

Kenapa begitu? Ya, karena perempuan cenderung memiliki perasaan yang sensitif. Maka tidak mengherankan jika masalah kesehatan mental lebih mudah terjadi pada perempuan.

Nah, berikut ini ada 5 jenis masalah kesehatan mental yang paling terjadi pada perempuan. Langsung cek ulasannya dari Popmama.com yuk!

1. Baby blues syndrome

1. Baby blues syndrome
Freepik/Jcomp

Jenis masalah mental yang pertama yakni biasa terjadi pada seorang perempuan pasca melahirkan. Di mana itu artinya ia sedang mengalami baby blues syndrome.

Gangguan ini terjadi karena sebuah perasaan yang lebih sensitif dari biasanya.

Baby blues syndrome pun meliputi perasaan yang mudah sedih, tersinggung dan bahkan tertekan. Baby blues biasanya berlangsung paling lama 1-2 minggu setelah kelahiran sang buah hati.

Penyebabnya pun bisa jadi karena kelelahan, merasa pesimis untuk merawat bayinya sendiri dan tentunya disebabkan oleh hormon.

Hal tersebut juga terjadi karena banyak perubahan yang Mama alami setelah melahirkan, seperti harus menyusui si Kecil, tubuh menjadi gemuk, dan lain sebagainya.

Baca juga: Baby Blues Detected! Ini 5 Penyebabnya yang Harus Mama Ketahui

2. Depresi

2. Depresi
Pexels/Pixabay

Masalah mental yang biasa terjadi perempuan selanjutnya yaitu depresi.  Depresi merupakan gangguan suasana hati yang membuat seseorang merasa sangat terpuruk hingga berada pada titik terendahnya.

Beberapa gejala seseorang yang mengalami depresi biasanya merasa sangat bersalah, kehilangan semangat hidup, selalu sedih dan lain sebagainya.

Selain memengaruhi perasaannya, depresi juga menyebabkan masalah fisik bahkan mengubah cara berpikirnya.

Sering kali perempuan yang sedang depresi mengalami gangguan tidur, nafsu makan berkurang dan adanya perubahan siklus menstruasi.

Apabila kamu sudah mengalami depresi tingkat tinggi, maka bentuk penanganannya bisa berupa terapi konsultasi, pemberian obat-obatan anti depresi dari dokter yang berkompeten di bidangnya.

Editors' Picks

3. Gangguan kecemasan

3. Gangguan kecemasan
Freepik

Hmm, yang namanya perempuan pasti mudah cemas.

Gangguan kecemasan adalah kondisi seseorang mengalami rasa khawatir yang berlebihan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk pada kehidupannya.

Di mana tubuh perempuan memiliki banyak hormon yang akan membuat mereka lebih mudah merasa cemas. Maka dari itu, sudah tidak heran lagi jika perempuan akan mengalami perasaan ini.

Pada umumnya gangguan kecemasan menyertai gejala fisik seperti sulit tidur, jantung berdebar, dan panas dingin.

Gangguan kecemasan pun dapat diatasi dengan beberapa cara, lho.

Kamu yang sering mengalami kecemasan sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi kafein, istirahat yang cukup dan melakukan metode relaksasi.

4. Panik

4. Panik
Freepik/Yanalya

Apakah kamu mudah panik?

Tahukah kamu? Ternyata perempuan itu dua kali lebih mudah untuk panik jika dibandingkan dengan seorang pria.

Panik sering kali terjadi karena waktu yang mendesaknya untuk cepat menyelesaikan tugas atau hal lainnya.

Jadi, perasaan panik yaitu sensasi ketakutan tiba-tiba yang begitu kuat saat menghadapi suatu kondisi.

Biasanya panik muncul pada situasi yang tanpa alasan, tapi bisa juga terjadi pada situasi berbahaya seperti bencana alam atau ada kejadian yang mengancam dirinya.

Di situlah kepanikan akan timbul dan adanya dorongan impulsif untuk melakukan suatu tindakan.

Seseorang yang sering kali merasa panik bisa dipicu oleh kombinasi penyebab fisik dan psikologis.

5. Trauma

5. Trauma
Freepik/katemangostar

Jenis gangguan mental yang berikutnya yaitu termasuk salah satu yang sangat sulit untuk dihilangkan oleh siapa saja, terutama perempuan.

Sementara perasaan perempuan yang sangat halus, sehingga mudah sekali merasakan trauma. Misalnya saja ketika ia mengalami kejadian yang menyakitkan, maka momen terburuknya itu akan terus tertinggal di hatinya.

Biasanya trauma tidak selalu terlihat secara kasat mata, bisa saja seseorang terlihat baik-baik saja tetapi ternyata ia telah mengalami emosional terhadap berbagai peristiwa yang menakutkan seperti perceraian, kekerasan, pemerkosaan atau hal lainnya yang lebih mengerikan.

Sangat disayangkan, orang yang mengalami trauma jadi merasa sulit untuk melanjutkan hidupnya kembali secara normal.

Perempuan yang kesehatan mentalnya terganggu biasanya akan terus mengalami gangguan suasana hati, berkurangnya akan kemampuan berpikir, bahkan hingga sulit mengendalikan emosinya.