Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya!

Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya!
Pinterest.com/Helmi Jaeddy
Intinya sih...
  • Mobil listrik dirancang dengan standar perlindungan tinggi terhadap air dan debu, namun bukan berarti sepenuhnya waterproof.
  • Meskipun lebih aman saat terkena genangan air rendah, mobil listrik tetap rentan terhadap kerusakan jika air mencapai level yang tidak dianjurkan.
  • Komponen seperti konektor elektronik eksternal, sensor rem, atau unit kontrol lainnya mungkin memiliki tingkat proteksi berbeda dan lebih rentan terhadap kerusakan ketika terendam air dalam jangka waktu lama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah Papa dan Mama pengguna mobil listrik? Mobil listrik kini makin populer di Indonesia berkat klaim ramah lingkungan, biaya operasional yang rendah, dan sensasi berkendara yang halus.

Namun, saat musim hujan dan banjir tiba, banyak orang penasaran apakah kendaraan listrik benar‑benar lebih tahan terhadap banjir dibanding mobil konvensional.

Kekhawatiran ini tidak lepas dari pertanyaan soal baterai, kelistrikan, dan dampak genangan air dalam jangka panjang. Banyak yang masih bingung antara ketahanan komponen sistem listrik dengan ketahanan banjir total yang sebenarnya tidak sama. 

Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang benarkah mobil listrik lebih tahan banjir? Yuk simak faktanya berikut ini.

Mobil Listrik dan Sistem Perlindungannya

Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya!
Pinterest.com/autoini

Mobil listrik modern dirancang dengan standar perlindungan terhadap air dan debu (Ingress Protection/IP) tinggi, seperti IP67 atau IP68, yang menunjukkan kemampuan tahan air hingga kedalaman tertentu tanpa kerusakan komponen utama.

Sertifikasi seperti ini menandakan bahwa baterai dan sistem kelistrikan kendaraan mampu bertahan dari paparan air hujan atau genangan rendah dalam waktu tertentu, namun bukan berarti sepenuhnya waterproof.

Bonar Pakpahan menjelaskan bahwa resiko mobil listrik mengalami mogok saat melintasi genangan air relatif rendah karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal.

Komponen battery pack biasanya ditempatkan di bagian bawah kendaraan dengan casing kedap untuk mencegah masuknya air yang dapat merusak bahan kimia internal baterai atau konektor kelistrikan.

Produsen juga menerapkan teknologi monitoring dan proteksi otomatis yang akan memutus aliran listrik jika terdeteksi kelembapan berlebih atau resiko korsleting.

Ini berarti jika sistem mendeteksi air di area kritis, kendaraan akan menghentikan pasokan listrik untuk mencegah kerusakan atau kecelakaan. Meski teknologi ini meningkatkan ketahanan, komponen lain seperti sensor, konektor eksternal, atau ECU tetap memiliki batas toleransi terhadap air.

Oleh karena itu, meskipun EV memiliki proteksi tinggi, pengguna tetap perlu berhati‑hati saat melewati genangan yang lebih dalam dari rekomendasi pabrikan.

Fakta: Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir?

Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya!
carmudi.co.id

Secara umum, mobil listrik cenderung lebih aman dibanding mobil konvensional saat terkena genangan air rendah karena tidak ada mesin pembakaran internal yang memerlukan udara untuk pembakaran dan yang rentan terhadap kerusakan akibat air.

Hal ini berarti resiko mobil listrik “mogok mendadak karena air masuk ke mesin” jauh lebih rendah dibanding mobil bensin atau diesel. Produsen kendaraan tidak mengklaim mobil listrik sebagai kendaraan yang bisa melewati banjir besar seperti kendaraan berat.

Namun, ‘lebih aman’ bukan berarti kebal banjir total, karena komponen elektronik lain tetap bisa terkena dampak negatif jika air mencapai level yang tidak dianjurkan.

Menurut pakar otomotif luar negeri, mobil listrik memang dirancang untuk menghadapi kondisi hujan dan genangan air ringan, tetapi batas aman harus selalu diperhatikan.

Jika air mencapai level yang sangat tinggi, misalnya lebih dari tinggi roda atau melampaui rekomendasi pabrikan, resiko masuknya air ke komponen sensitif meningkat secara signifikan.

Resiko Mobil Listrik Saat Banjir

Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya!
Pinterest.com/Photoscar

Meskipun baterai mobil listrik memiliki perlindungan yang baik terhadap air, tidak semua bagian kendaraan dilindungi dengan tingkat yang sama. Lung Lung menegaskan bahwa anggapan mobil listrik kebal banjir tidak sepenuhnya benar.

"Meski tidak memiliki mesin pembakaran, kendaraan listrik tetap menyimpan resiko kerusakan serius jika dipaksa melewati genangan air tinggi karena sistem kelistrikan dan konektor baterai tidak sepenuhnya kedap air." ucap Lung Lung, CEO Dokter Mobil Indonesia, di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Komponen seperti konektor elektronik eksternal, sensor rem, atau unit kontrol lainnya mungkin memiliki tingkat proteksi berbeda dan lebih rentan terhadap kerusakan ketika terendam air dalam jangka waktu lama.

Jika air masuk ke bagian ini, resiko korsleting, sistem error, atau kerusakan jangka panjang meningkat. Dalam beberapa kasus berat, air dapat menyebabkan daya baterai tidak stabil atau sistem berulang kali memutus tenaga listrik demi keselamatan. 

Selain itu, sumber dari otomotif internasional mengingatkan bahwa air yang tercampur dengan lumpur atau garam (misalnya banjir rob di daerah pesisir) memiliki konduktivitas lebih tinggi.

Selain itu, bisa mempercepat kerusakan pada komponen listrik serta meningkatkan resiko kejadian buruk seperti kebakaran akibat arus pendek internal pada baterai.

Ini berarti meskipun EV dirancang untuk aman di hujan atau genangan kecil, kondisi banjir ekstrem tetap memiliki resiko yang perlu diwaspadai. Selalu lakukan pemeriksaan menyeluruh setelah terkena banjir untuk memastikan semua sistem kendaraan kembali dalam kondisi aman. 

Tips Aman Mobil Listrik Saat Banjir

Benarkah Mobil Listrik Lebih Tahan Banjir? Ini Faktanya!
rustpro.id/ Rani Sulistiani
  1. Periksa kedalaman air sebelum masuk

Selalu pastikan genangan tidak melebihi tinggi roda atau batas wading kendaraan seperti yang direkomendasikan pabrikan. Melewati genangan tinggi dapat merusak baterai dan komponen kelistrikan.

  1. Hindari arus deras

Kendaraan bisa terseret walau genangan tampak dangkal. Arus yang kuat berisiko membanjiri kompartemen bawah dan sensor kendaraan.

  1. Matikan kendaraan jika terjebak

Jangan mencoba menyalakan kembali EV sebelum kondisi aman. Sistem proteksi otomatis biasanya memutus aliran listrik untuk mencegah korsleting.

  1. Periksa komponen setelah melewati genangan

Cek baterai, konektor, sensor, dan sistem kelistrikan lain. Pastikan tidak ada kelembapan yang tersisa untuk menghindari kerusakan jangka panjang.

  1. Hindari masuk ke banjir malam hari

Visibilitas terbatas membuat pengemudi sulit menilai kedalaman air dan potensi bahaya tersembunyi.

  1. Gunakan EV dari produsen terpercaya

Produsen besar biasanya melakukan uji ketahanan air. Mobil dengan sertifikasi IP67/IP68 lebih aman melewati genangan rendah.

  1. Rutin servis kendaraan

Setelah terkena genangan, lakukan pengecekan rutin di bengkel resmi untuk memastikan baterai, inverter, dan komponen lain tetap berfungsi optimal.

  1. Gunakan asuransi yang mencakup kerusakan akibat banjir

Meskipun EV modern relatif aman, banjir ekstrem tetap berisiko. Perlindungan finansial penting untuk menghindari biaya perbaikan tinggi.

Mobil listrik memang memiliki beberapa keunggulan dalam menghadapi genangan air dibanding mobil konvensional, terutama karena desain baterai yang terlindungi dan tidak adanya ruang pembakaran.

Standar perlindungan air seperti IP67/IP68 memberikan jaminan bahwa komponen tertentu bisa bertahan dari genangan rendah hingga sedang. Namun, ini bukan berarti EV kebal banjir total atau bebas resiko saat terendam air dalam waktu lama.

Area tertentu seperti konektor, sensor, atau komponen kelistrikan lain tetap rentan jika melebihi batas aman. Dengan memahami fakta teknis ini dan mengikuti rekomendasi pabrikan, pengguna bisa membuat keputusan berkendara yang lebih aman.

Selalu disarankan untuk menghindari ruas jalan dengan banjir tinggi atau arus deras demi keselamatan diri dan kendaraan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

2 Cara Skrining BPJS Kesehatan Tahun 2026, Bisa Online dan Gratis

21 Jan 2026, 10:33 WIBLife