Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Tidur di Ruangan Dingin Dapat Membakar Lemak? Ini Faktanya
Freepik

  • Tubuh membakar energi saat terpapar suhu dingin karena aktivitas lemak cokelat meningkat, membantu menurunkan berat badan.

  • Pembakaran kalori dari lemak cokelat berbeda pada setiap orang, dengan efek jangka panjang yang belum dipastikan secara menyeluruh.

  • Suhu kamar tidur ideal berada di kisaran 18-24 derajat Celcius, membantu tubuh rileks, mendukung tidur berkualitas, dan menjaga metabolisme tetap optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa sangka suhu kamar saat tidur bisa memengaruhi cara tubuh membakar kalori? Banyak Mama bertanya-tanya, apakah tidur di ruangan dingin benar-benar bisa membantu menurunkan berat badan.

Beberapa penelitian menunjukkan tubuh bisa membakar lebih banyak energi saat terpapar suhu sejuk karena aktivitas lemak cokelat meningkat. Namun, efeknya berbeda pada setiap orang dan belum tentu membuat berat badan turun secara signifikan.

Untuk mengetahui jawabannya, berikut Popmama.com rangkum penjelasannya. 

Tubuh Membakar Energi saat Terpapar Suhu Dingin

Freepik

Dilansir dari Healthline, paparan suhu dingin disebut dapat membantu Mama meningkatkan metabolisme tubuh karena memicu aktivitas lemak cokelat, yaitu jenis lemak yang berfungsi membakar kalori untuk menghasilkan panas dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Sebagian besar lemak dalam tubuh adalah lemak putih yang berperan sebagai cadangan energi. Namun jika jumlahnya berlebihan, lemak putih dapat berdampak buruk bagi kesehatan, Ma. Sebaliknya, cokelat lemak justru bekerja aktif saat tubuh terpapar udara dingin. 

Efek pembakaran kalori dari lemak cokelat ternyata berbeda pada setiap orang. Bagi Mama dengan berat badan berlebih umumnya memiliki aktivitas lemak cokelat yang lebih rendah dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Dalam penelitian pada 10 laki-laki muda kurus, paparan suhu 62°F (17°C) selama 2 jam menyebabkan pembakaran kalori tambahan sebanyak 164 kalori per hari, rata-rata. 

Efek Jangka Panjang Tidur di Suhu Terlalu Dingin

Freepik/stockking

Tidur di ruangan bersuhu dingin memang dapat memicu tubuh membakar lebih banyak energi dalam jangka pendek. Namun hingga saat ini, efek jangka panjangnya terhadap penurunan berat badan masih belum bisa dipastikan secara menyeluruh. 

Mengutip dari laman Health University of Utah, studi menemukan bahwa peningkatan metabolisme hanya berlangsung selama paparan dingin dan dapat kembali normal ketika suhu kembali hangat, sehingga manfaatnya tidak otomatis membuat tubuh langsing dalam jangka panjang.

Apalagi suhu yang terlalu dingin justru bisa mengganggu tidur, membuat tubuh sulit rileks, atau memicu otot tegang. Kurang tidur justru dapat meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin), yang berakhir pada naiknya berat badan.

Suhu Tidur Ideal untuk Kesehatan

Freepik/gpointstudio

Menurut para pakar tidur yang dikutip Sleep Foundation, suhu kamar tidur yang ideal berada di kisaran 18-24 derajat Celcius, tergantung kenyamanan Mama. Suhu ini membantu tubuh rileks, mendukung tidur berkualitas, dan menjaga metabolisme tetap optimal.

Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran besar dalam menjaga berat badan, karena membantu mengatur hormon, memperbaiki sel tubuh, serta mendukung proses pembakaran energi secara alami. 

Nah, itulah fakta seputar tidur di ruangan dingin dan hubungannya dengan membakar lemak, Ma.

FAQ Seputar Tidur di Ruangan Dingin

Berapa lama efek pembakaran lemak ini terjadi?

Efeknya terjadi secara bertahap dan optimal jika dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

Apakah tidur di ruangan dingin bisa membuat tubuh lebih mudah bangun pagi?

Bisa, karena kualitas tidur yang lebih baik membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun.

Apakah tidur dingin bisa membantu mengurangi stres?

Ya, tidur berkualitas di suhu sejuk membantu tubuh lebih rileks dan menurunkan tingkat stres.

Editorial Team