Dari ketiga jenis vaksin itu, belum ada yang dinyatakan lolos uji fase 3. Fase ini merupakan tahap terakhir uji klinis pada manusia sebelum vaksin diproduksi massal. Ketiga vaksin masih menjalankan uji klinis tahap akhir.
Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, yang merupakan Ketua Tim Uji Riset Vaksin Covid-19, Universitas Padjajaran, Bandung, berpendapat agar pemerintah sebaiknya menunggu pengiriman vaksin hingga Januari 2021 karena kandidat vaksin belum selesai proses uji klinis.
Tim yang dipimpin Kusnadi saat ini tengah menjalankan fase 3 uji coba vaksin buatan Indofarma dan Sinovac. Hasil analisa pada fase 3 ini dikatakan paling cepat selesai pada Januari 2021.
Menurutnya, pengembangan vaksin biasanya dilakukan dalam kurun waktu belasan tahun. Tapi kali ini, ia bersama timnya diperintahkan untuk melakukan pengamatan dalam waktu setahun.
Ahli Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, dr. Pandu Riono juga khawatir dengan rencana pengiriman vaksin ini. Baginya, hingga saat ini belum ada vaksin karena yang dibeli pemerintah masih menjadi kandidat.
Ia khawatir kalau itu hanya trik dagang, semacam sistem ijon. Pandu menyarankan pemerintah untuk berhati-hati dalam hal ini karena walaupun secara teori aman, tapi kenyataannya belum tentu aman dan harus didasarkan pada otoritas keilmuan.
Bahkan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun meminta pemerintah untuk menggunakan vaksin Covid-19 yang telah lulus uji klinis fase 3. Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban, ingin supaya vaksin yang digunakan di Indonesia nanti, aman dan efektif.
Aman berarti tidak menyebabkan komplikasi dan tidak membuat jadi sakit. Sementara efektif, artinya berhasil membuat orang yang divaksinasi menjadi kebal terhadap Covid-19.
Zubairi menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun vaksin di dunia yang telah memenuhi uji klinis fase 3. Menurut standar di seluruh dunia saat ini, vaksin baru terbukti aman dan efektif jika sudah lolos uji klinis fase 3.
Baca juga: