Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Viktoria Slowikowska
  • Grapefruit, pomelo, jus apel, jus jeruk, nanas, serta buah kaya kalium seperti pisang, alpukat, dan tomat dapat berinteraksi dengan obat tertentu.

  • Interaksi dapat menaikkan atau menurunkan kadar obat, memicu aritmia, tekanan darah rendah, pusing, ruam, mual, diare, hingga gangguan penyerapan obat.

  • Disarankan minum obat dengan air putih, memberi jeda makan buah 1–2 jam, menghindari jus tertentu 2–4 jam, serta memeriksa label atau berkonsultasi dengan apoteker.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah buah dan jus dapat berinteraksi dengan obat, mengubah penyerapan atau kadar obat dalam darah, serta meningkatkan risiko efek samping tertentu.
  • Who?
    Pengguna obat, terutama pemakai antibiotik, ACE inhibitor, ARB, statin, alendronat, aliskiren, dan penghambat kanal kalsium, perlu memperhatikan konsumsi buah tertentu.
  • Where?
    Interaksi terjadi terutama di usus dan dalam aliran darah, ketika senyawa buah memengaruhi enzim atau protein pengangkut obat.
  • When?
    Risiko dapat muncul saat buah atau jus dikonsumsi bersamaan, sebelum, atau setelah minum obat. Jeda minimal 1–2 jam disarankan untuk sebagian kondisi, sesuai petunjuk obat.
  • Why?
    Grapefruit dan pomelo dapat menghambat enzim pemecah obat; jus apel dan jeruk dapat mengurangi penyerapan obat; buah tinggi kalium dapat meningkatkan kadar kalium pada pengguna obat tertentu.
  • How?
    Obat sebaiknya diminum dengan air putih, label dan leaflet diperiksa, serta jadwal konsumsi buah dikonsultasikan kepada dokter atau apoteker. Hindari atau batasi buah tertentu sesuai jenis obat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sesudah minum obat, beberapa buah bisa membuat obat bekerja tidak pas. Grapefruit, pomelo, nanas, pisang, alpukat, tomat, serta jus apel dan jeruk perlu hati-hati. Obat bisa terlalu kuat atau kurang manjur. Sebaiknya minum obat pakai air putih, tunggu 1 sampai 2 jam, lalu tanya dokter atau apoteker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selesai minum obat, biasanya kita langsung mencari yang segar-segar untuk menghilangkan rasa pahit di mulut. Biasanya, buah sering jadi pilihan karena terasa sehat dan ringan di perut.

Sayangnya, tidak semua buah ramah terhadap obat yang baru kamu telan. Beberapa jenis buah bisa mengubah cara obat bekerja, bahkan sampai memicu efek samping yang tidak diinginkan.

Supaya kamu tidak keliru memilih buah untuk dimakan, berikut Popmama.com mengulas buah apa yang tidak boleh dimakan setelah minum obat? Yuk, simak sampai habis!

Apa Saja Buah yang Tidak Boleh Dimakan setelah Minum Obat?

Pexels/Viktoria Slowikowska

Sebelum masuk ke daftar, ingat bahwa tidak semua buah berbahaya untuk semua obat. Interaksinya bergantung pada jenis obat yang kamu konsumsi, jadi anggap daftar ini sebagai lampu kuning, bukan larangan mutlak.

  • Grapefruit
    Dilansir dari Arthritis UK, senyawa dalam grapefruit dapat menghambat enzim yang memecah obat, sehingga kadar obat dalam darah naik dan efek sampingnya bisa memburuk. 

  • Pomelo
    Menurut Vinmec, jus pomelo mengandung furanokumarin yang menonaktifkan enzim CYP3A4 di usus, sehingga penyerapan antibiotik menjadi tidak tepat.

  • Pisang, alpukat, dan tomat
    Melansir UH Hospitals, ACE inhibitor dan ARB bekerja untuj menaikkan kadar kalium, sehingga buah kaya kalium seperti pisang, alpukat, dan tomat perlu dibatasi.

  • Jus apel dan jus jeruk
    Melansir GoodRx, jus jeruk dapat menurunkan penyerapan alendronat, obat osteoporosis, dan jus apel melemahkan efek aliskiren, obat tekanan darah tinggi. 

  • Nanas
    Melansir UH Hospitals, nanas mengandung bromelain, enzim yang bisa berinteraksi dengan antibiotik tertentu.

Berapa Lama Jeda Makan Buah setelah Minum Obat?

Pexels/Jana Ohajdova

Soal jeda, melansir IDN Times Jateng, disarankan dalam kurun waktu minimal 1 sampai 2 jam sebelum atau sesudah minum obat jika kamu tetap ingin ngemil buah. 

Menurut AARP, aturannya dapat berbeda untuk tiap obat. Obat yang harus diminum saat perut kosong biasanya berarti 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan, kecuali jika label menyebutkan lain.

Disarankan juga untuk menghindari jus apel, jeruk, dan grapefruit selama 2 sampai 4 jam setelah meminumnya. Karena petunjuknya beragam, cek label atau tanyakan kepada apoteker dan dokter yang membuat resep agar tepat.

Apa yang Terjadi Jika Salah Memadukan Buah dan Obat?

Pexels/Doriane__ photographe

Dampaknya bisa ringan, tetapi bisa juga serius. Berikut yang paling sering dilaporkan.

  • Kadar obat dalam darah terlalu tinggi
    Mengutip Medical News Bulletin, kadar obat bisa naik dua sampai tiga kali lipat akibat jus grapefruit. 

  • Obat jadi kurang ampuh
    Melansir Medical News Bulletin, zat dalam jus apel dan jeruk memblokir protein pengangkut yang membantu obat terserap, sehingga jumlah obat yang masuk ke tubuh berkurang.

  • Detak jantung tidak beraturan
    Mengutip Cleveland Clinic, ACE inhibitor, ARB, dan diuretik hemat kalium dapat memicu kadar kalium tinggi yang berujung pada aritmia berbahaya. 

  • Tekanan darah turun dan pusing
    Menurut UH Hospitals, pengguna penghambat kanal kalsium yang makan grapefruit bisa mengalami tekanan darah rendah, detak jantung melambat, sakit kepala, dan pusing.

  • Ruam dan gangguan pencernaan
    Pada pengguna antibiotik tertentu, menurut UH Hospitals, nanas dan jusnya bisa memicu ruam, mual, diare, dan mulut perih. Efek ini muncul karena bromelain, enzim yang terkandung dalam nanas.

Apakah Buah Bisa Membuat Efek Samping Obat Menjadi Lebih Kuat?

Pexels/freestocks.org

Bisa, terutama untuk grapefruit. Mengutip Medical News Bulletin, jus grapefruit sebanyak 200 ml saja sudah berisiko menaikkan kadar obat dua sampai tiga kali lipat.

Penyebabnya adalah zat dalam grapefruit yang menghambat enzim usus CYP3A4 yang bertugas memecah obat, sehingga obat bertahan lebih lama di dalam darah. 

Pengguna statin yang mengonsumsi grapefruit dalam jumlah besar berisiko mengalami efek samping lebih tinggi.

Kekuatan interaksinya juga bergantung pada jumlah, menurut Medical News Bulletin, semakin banyak jus yang diminum, makin kuat interaksinya. Faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan perbedaan genetik pada enzim tiap orang ikut berperan.

Bagaimana Cara Aman Makan Buah setelah Minum Obat?

Pexels/Anna Shvets

Tenang, kamu tidak perlu menjauhi buah selamanya. Kuncinya ada pada kebiasaan-kebiasaan kecil berikut.

  • Baca label dan leaflet obat
    Menurut Cleveland Clinic, kamu perlu membaca label botol dan pamflet yang menyertai obat. 

  • Minum obat dengan air putih
    Mengutip Medical News Bulletin, menelan obat dengan air putih jika ragu, bukan dengan jus buah.

  • Atur jadwal dengan bantuan apoteker
    Melansir Cleveland Clinic, disarankan untuk memakai pill organizer dan berdiskusi dengan apoteker untuk menyusun jadwal minum obat. 

  • Batasi buah kaya kalium bila perlu
    Mengutip UH Hospitals, pengguna ACE inhibitor dan ARB sebaiknya menghindari atau membatasi buah tinggi kalium. 

  • Hati-hati dengan buah berserat saat minum antibiotik
    Melansir Vinmec, serat memperlambat pengosongan lambung sehingga penyerapan obat bisa tertunda, jadi makanan berserat sebaiknya ditunda sampai antibiotik habis. 

  • Beri tahu dokter semua yang kamu konsumsi
    Mengutip Arthritis UK, suplemen dan ramuan herbal juga bisa berinteraksi dengan obat. Lansia yang minum banyak obat lebih rentan terhadap efek samping.

Nah, itulah pembahasan mengenai buah apa yang tidak boleh dimakan setelah minum obat? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article