Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Buah untuk Hipertensi, Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Pexels/Viktoria Slowikowska
  • Artikel membahas 10 jenis buah yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi berkat kandungan kalium, antioksidan, dan senyawa alami yang menjaga elastisitas pembuluh darah.
  • Beberapa buah seperti pisang, kiwi, semangka, dan bit terbukti melalui penelitian mampu menurunkan tekanan darah sistolik dengan mekanisme berbeda seperti peningkatan nitric oxide atau keseimbangan natrium.
  • Buah lain seperti bluberi, jeruk bali, anggur, alpukat, delima, dan apel juga berkontribusi lewat kandungan polifenol, vitamin C, serta flavonoid yang mendukung kesehatan jantung dan sirkulasi darah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang yang punya darah tinggi, katanya itu bisa bahaya kalau dibiarkan. Tapi ada buah-buahan yang bisa bantu supaya darahnya jadi normal lagi. Ada pisang, bluberi, kiwi, semangka, jeruk bali, anggur, alpukat, delima, apel, dan bit. Buah-buah itu punya zat baik yang bikin pembuluh darah rileks dan jantung jadi sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tekanan darah tinggi kerap disebut sebagai silent killer karena jarang menimbulkan gejala yang mencolok, padahal dampaknya bisa berujung serius jika dibiarkan begitu saja. Untungnya, kamu tidak harus langsung bergantung pada obat-obatan untuk mulai mengendalikannya.

Salah satu cara paling sederhana justru ada di meja makan, yaitu lewat buah-buahan yang kaya kalium, antioksidan, dan senyawa alami lain yang membantu pembuluh darah tetap rileks. 

Penasaran apa saja buah yang bisa membantu menurunkan tekanan darah? Berikut Popmama.com mengulas 10 buah untuk hipertensi. Yuk, simak sampai habis!

1. Pisang

Pexels/Vanessa Loring

Mulai dari buah yang paling gampang ditemukan di mana saja, pisang. Melansir Medical News Today, satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 422 miligram kalium. Kalium berperan meredam efek natrium sekaligus melonggarkan ketegangan pada dinding pembuluh darah.

Dilansir Yahoo Health, ahli gizi Erin Palinski-Wade menjelaskan, kalium bekerja menyeimbangkan efek natrium yang selama ini jadi biang keladi naiknya tekanan darah. Jadi, sepotong pisang di sela sarapan bukan cuma mengganjal perut, tapi juga bantu kerja jantung.

2. Bluberi

Pexels/www.kaboompics.com

Kalau pisang mengandalkan kalium, bluberi punya senjata lain bernama antosianin, sejenis antioksidan yang memberi warna ungu kebiruan pada buah ini. Mengutip Medical News Today, sejumlah tinjauan penelitian menunjukkan antosianin dan buah beri berpotensi menurunkan tekanan darah, meskipun hasilnya belum seragam di semua studi dan bergantung pada beberapa faktor.

Dilansir dari Yahoo Health, polifenol dalam bluberi membantu pembuluh darah menjadi relaks dan berfungsi lebih baik. Orang yang berisiko hipertensi dan rutin makan buah beri disebut mengalami penurunan tekanan darah sekitar 2 hingga 3 poin.

3. Kiwi

Pexels/Sol Cravero

Beralih ke buah hijau berbintik hitam yang segar dan asam-manis. Melansir Medical News Today, sebuah uji klinis tahun 2022 menemukan bahwa orang yang makan 2 buah kiwi setiap hari sebelum sarapan selama tujuh minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik. 

Kiwi juga tinggi vitamin C, yang menurut sejumlah penelitian ikut membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi primer. Mengutip Yahoo Health, penelitian di jurnal Blood Pressure menunjukkan bahwa konsumsi 3 kiwi per hari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan angka yang mulai meningkat.

4. Semangka

Pexels/Jahra Tasfia Reza

Segar dan penuh air, semangka ternyata menyimpan manfaat lebih dari sekadar pelepas dahaga. Mengutip Medical News Today, semangka mengandung asam amino bernama citrulline yang oleh tubuh diubah menjadi arginine.

Senyawa ini kemudian memicu produksi nitric oxide, gas alami yang membuat pembuluh darah lebih rileks dan lentur sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

Beberapa uji coba kecil turut menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik setelah mengonsumsi jus semangka, meski peneliti tetap menyarankan kajian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar.

5. Jeruk Bali

Pexels/Jana Ohajdova

Masih dalam keluarga citrus, jeruk bali datang dengan ukuran besar dan rasa yang segar sekaligus sedikit pahit. Menurut Medical News Today, buah citrus mengandung hesperidin, antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah penelitian pada 159 orang bahkan menunjukkan bahwa konsumsi jus sitrus rutin selama 12 minggu membantu menurunkan tekanan darah sistolik.

Dilansir dari Yahoo Health, jeruk bali kaya akan serat, kalium, dan vitamin C yang membantu pembuluh darah tetap elastis. Namun, perlu diingat bahwa buah sitrus jenis ini bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, jadi ada baiknya berkonsultasi dengan dokter dulu bila kamu sedang menjalani pengobatan hipertensi.

6. Anggur

Pexels/M. Rohana

Tak kalah menarik, anggur, terutama yang berwarna merah dan ungu, ternyata menyimpan resveratrol pada bagian kulitnya. Sebuah studi yang dipublikasikan di PubMed Central (PMC) menemukan bahwa ekstrak anggur kaya polifenol mampu menurunkan tekanan darah rata-rata harian pada penderita hipertensi ringan setelah dikonsumsi selama 4 minggu, dibandingkan dengan kelompok yang hanya mendapat plasebo.

Jadi, segenggam anggur segar bisa menjadi camilan yang lebih bersahabat dengan tekanan darah dibandingkan dengan camilan asin.

7. Alpukat

Pexels/Ivan Vi

Alpukat sering jadi andalan untuk menu sehat dan ternyata manfaatnya juga menyentuh urusan tekanan darah. Mengutip Yahoo Health, alpukat kaya kalium, magnesium, dan lemak sehat yang mendukung kesehatan pembuluh darah sekaligus memperbaiki sejumlah penanda metabolik yang berkaitan erat dengan tekanan darah.

Mau dijadikan guacamole, olesan roti, atau campuran salad, alpukat tetap jadi pilihan camilan yang ramah untuk jantung.

8. Delima

Pexels/George Piskov

Buah dengan biji-biji merah menawan ini juga punya rekam jejak panjang soal kesehatan jantung. Melansir Medical News Today, sebuah uji coba tahun 2018 menemukan bahwa konsumsi jus delima setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita diabetes. Tinjauan delapan uji klinis lain pada 2017 pun secara konsisten menunjukkan hasil serupa.

Kalau membeli jus delima kemasan, pastikan untuk selalu mengecek label dan memilih yang tanpa tambahan gula supaya manfaatnya tidak tertutupi oleh efek gula berlebih.

9. Apel

Pexels/Joolsmagools

Menurut Yahoo Health, apel bersama pir tergolong buah yang kaya flavonoid yang membantu menurunkan kolesterol jahat sekaligus tekanan darah. Kombinasi kalium, serat, dan senyawa antiinflamasi di dalamnya disebut berkontribusi pada penurunan tekanan darah sistolik beberapa poin.

Apel juga praktis dibawa ke mana-mana, jadi cocok menjadi camilan kantor atau bekal anak sekolah. Selain dijadikan sarapan praktis, buah ini juga memberikan efek kesehatan yang luar biasa.

10. Buah bit

Pexels/Sabur Ahmed Jishan

Penutup daftar ini datang dari akar yang berwarna merah keunguan pekat, buah bit. Melansir Medical News Today, bit mengandung nitrat alami yang oleh tubuh diubah menjadi nitric oxide untuk membantu pembuluh darah rileks. 

Sebuah tinjauan sistematis tahun 2022 bahkan menemukan bahwa nitrat dari jus bit terbukti menurunkan tekanan darah sistolik pada orang dengan hipertensi arteri, meski efeknya belum terlihat signifikan pada tekanan diastolik. Bit bisa diolah menjadi jus, ditambahkan ke salad, atau dipanggang sebagai lauk pendamping.

Nah, itulah pembahasan mengenai 10 buah untuk hipertensi. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article