Siapa sangka ternyata masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi bukan urusan orang dewasa saja, tapi bisa juga dialami oleh anak.
Cegah Hipertensi pada Anak, Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah

Hipertensi kini juga bisa dialami anak, sehingga orangtua perlu mengatur pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah kaya nitrat seperti bayam, pisang, dan stroberi.
Disarankan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau oats tinggi serat serta memilih protein rendah lemak dari ayam tanpa kulit dan ikan untuk menjaga kesehatan jantung anak.
Orangtua perlu membatasi gula, garam, kafein, serta lemak tinggi dengan mengganti camilan manis menjadi buah segar dan menggunakan bumbu alami agar tekanan darah anak tetap stabil.
Pasti rasanya campur aduk, ya, Ma jika tahu anak harus mulai menjaga pola makan karena hipertensi, apalagi di usia mereka yang lagi senang-senangnya jajan sembarangan.
Momen mengatur menu harian ini memang jadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai Mama agar Si Kecil tetap bisa makan enak namun tekanan darahnya tetap stabil.
Berikut Popmama.com rangkum 7 panduan pola makan untuk anak dengan kondisi hipertensi!
Table of Content
1. Konsumsi bayam dan buah sebagai sumber nitrat

Salah satu cara alami untuk membantu menurunkan tekanan darah anak adalah dengan memberikan asupan makanan yang kaya akan nitrat alami.
Mama bisa mengupayakan anak untuk lebih banyak makan sayuran seperti bayam serta buah-buahan seperti pisang dan stroberi.
Nitrat alami dalam makanan ini sangat baik untuk membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Mengajarkan anak menyukai sayur dan buah sejak dini sangat penting agar beban kerja jantung mereka tidak terlalu berat dan kesehatan pembuluh darahnya tetap terjaga dalam jangka panjang.
2. Pilih nasi merah atau oats yang kaya akan serat

Mengganti sumber karbohidrat dari nasi putih ke pilihan yang lebih sehat seperti nasi merah atau oats adalah langkah cerdas untuk anak hipertensi.
Makanan ini memiliki kandungan serat yang sangat tinggi yang berfungsi membantu mengontrol berat badan serta menjaga kesehatan sistem metabolisme tubuh.
Serat yang cukup dalam makanan harian akan membuat anak merasa kenyang lebih lama sehingga mereka tidak mudah tergoda untuk mengonsumsi camilan tidak sehat.
Selain itu serat juga berperan penting dalam membantu tubuh membuang kelebihan lemak yang bisa memicu penyempitan pembuluh darah.
3. Utamakan daging ayam dan ikan sebagai sumber protein rendah lemak

Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan tetap membutuhkan asupan protein yang cukup namun bagi anak hipertensi Mama harus lebih selektif.
Upayakan untuk menyajikan daging ayam tanpa kulit atau berbagai jenis ikan yang kaya akan omega-3 sebagai pilihan utama.
Protein hewani dengan sedikit lemak ini jauh lebih aman bagi jantung anak dibandingkan dengan daging merah yang berlemak tinggi.
Ikan dan ayam memberikan nutrisi penting untuk otot dan otak anak tanpa memberikan beban tambahan berupa kolesterol jahat yang bisa memperburuk kondisi tekanan darah tinggi mereka.
4. Susu rendah lemak sebagai sumber protein dan kalsium

Susu merupakan asupan penting bagi pertumbuhan tulang anak karena kandungan kalsiumnya yang tinggi namun Mama perlu memperhatikan jenisnya.
Untuk anak dengan hipertensi berikanlah susu sebagai sumber protein dan kalsium yang tidak memiliki kandungan lemak berlebih atau low fat.
Kalsium memiliki peran dalam membantu kontraksi pembuluh darah yang sehat namun lemak yang tinggi dalam susu biasa justru bisa memicu obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko utama hipertensi.
Dengan memilih susu rendah lemak anak tetap mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhannya tanpa risiko kesehatan tambahan.
5. Batasi konsumsi cokelat, permen, dan minuman manis

Gula yang berlebihan ternyata berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah sehingga Mama harus mulai membatasi makanan manis seperti cokelat permen dan aneka minuman kekinian.
Asupan gula yang terlalu tinggi dalam tubuh bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko obesitas pada anak.
Mengurangi makanan manis mungkin terasa sulit di awal karena anak-anak sangat menyukainya tetapi hal ini sangat krusial untuk menjaga agar tekanan darah mereka tidak melonjak.
Mama bisa mengganti camilan manis ini dengan potongan buah segar yang rasa manisnya jauh lebih alami dan aman.
6. Hindari camilan gurih yang berlebihan

Camilan yang terlalu gurih seperti keripik dan saus botolan biasanya mengandung kadar natrium atau garam yang sangat tinggi.
Bagi anak hipertensi natrium adalah musuh utama karena sifatnya yang menarik air ke dalam pembuluh darah sehingga tekanan darah akan otomatis meningkat.
Sebisa mungkin hindari memberikan makanan ringan kemasan atau penggunaan saus berlebihan dalam masakan rumah.
Mama bisa mengakalinya dengan menggunakan bumbu alami seperti bawang putih atau rempah-rempah lainnya agar makanan tetap terasa lezat bagi anak tanpa harus menggunakan garam yang berisiko bagi kesehatan mereka.
7. Waspadai asupan kafein berlebih dan susu tinggi lemak

Mungkin tanpa sadar anak sering mengonsumsi kopi atau teh dalam jumlah yang berlebihan yang ternyata mengandung kafein pemicu detak jantung lebih cepat.
Kafein dapat memberikan efek stimulan yang bisa meningkatkan tekanan darah secara mendadak sehingga konsumsinya harus sangat dibatasi.
Selain itu hindari juga memberikan daging dengan lemak tinggi dan susu full cream karena lemak jenuhnya bisa menumpuk di dinding pembuluh darah.
Dengan menjauhkan anak dari kombinasi kafein dan lemak tinggi Mama sudah membantu memberikan perlindungan terbaik bagi organ jantung mereka agar dapat berfungsi secara normal.
Mengubah pola makan anak memang butuh kesabaran ekstra, ya, Ma. Terlebih jika mereka sudah terbiasa dengan makanan instan yang gurih dan manis.
Kira-kira tantangan apa yang paling berat untuk Mama saat mencoba membatasi camilan tidak sehat untuk anak di rumah?


















