Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Ini Hal Penting dalam Penanganannya

4 min read
Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Ini Hal Penting dalam Penanganannya
Popmama.com/Najla Dewi Effendi
  • Deteksi dini melalui SADARI dan skrining membantu menemukan kanker payudara lebih awal; perempuan 30–69 tahun dapat mengakses skrining lewat program Cek Kesehatan Gratis sesuai ketentuan.

  • Biopsi menentukan subtipe kanker dan menjadi dasar terapi personal, termasuk kemungkinan kemoterapi sebelum operasi; pilihan mastektomi atau operasi konservasi payudara disesuaikan kondisi medis.

  • Penanganan melibatkan tim multidisiplin, rehabilitasi sebelum maupun sesudah operasi, serta dukungan emosional dari keluarga, tenaga kesehatan, dan orang terdekat selama pemulihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjalanan menghadapi kanker payudara tidak hanya mencakup pengobatan, tetapi juga pemulihan fisik dan emosional pasien.

Pentingnya penanganan kanker payudara secara menyeluruh menjadi sorotan dalam media dan community gathering bertajuk “Every Story is Unique, Every Journey Matters” yang digelar oleh MRCCC Siloam Semanggi. Acara ini diselenggarakan di Jakarta pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara.

Dalam acara tersebut, para ahli menekankan pentingnya deteksi dini, pemilihan terapi sesuai kondisi pasien, serta rehabilitasi medik untuk mendukung proses pemulihan.

Lantas, apa saja hal penting dalam penanganan kanker payudara? Berikut lima poin yang dirangkum Popmama.com yang bisa kamu simak di bawah ini.

  1. 1. Deteksi dini membantu menemukan kanker pada stadium awal

    Deteksi dini membantu menemukan kanker pada stadium awal
    Pexels.com/Miguel Á. Padriñán

    Deteksi dini menjadi langkah penting dalam penanganan kanker payudara, mengingat sebagian pasien baru terdiagnosis saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

    Tim Kerja Penyakit Kanker, Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Uswatun Hasanah, M.Epid, menjelaskan bahwa keterlambatan deteksi dan rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan di Indonesia.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin untuk mengenali perubahan pada payudara.

    Jika menemukan benjolan atau perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Selain itu, pemerintah menyediakan program Cek Kesehatan Gratis yang mencakup skrining kanker payudara bagi perempuan berusia 30–69 tahun sesuai ketentuan program.

  2. 2. Pemeriksaan lanjutan membantu menentukan jenis dan terapi kanker

    Pemeriksaan lanjutan membantu menentukan jenis dan terapi kanker
    Pexels.com/Tara Winstead

    Setiap kanker payudara memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien.

    Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa kanker payudara memiliki beberapa subtipe, seperti Luminal A, Luminal B, HER2-positif, dan triple negative.

    Pemeriksaan biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mengetahui karakteristik tumor sebagai pertimbangan dalam menentukan terapi.

    Pada kondisi tertentu, kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk membantu mengecilkan tumor. Karena itu, rencana pengobatan perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis setiap pasien.

  3. 3. Pendekatan multidisiplin mendukung penanganan pasien

    Pendekatan multidisiplin mendukung penanganan pasien
    Pexels.com/Leeloo The First

    Penanganan kanker payudara dapat melibatkan berbagai dokter spesialis yang bekerja sama untuk menentukan perawatan sesuai kondisi pasien.

    Kolaborasi tersebut mencakup proses diagnosis, pemilihan terapi, tindakan operasi, hingga rehabilitasi.

    Dengan pendekatan multidisiplin, kebutuhan pasien dapat dipertimbangkan secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi pengobatan kanker.

    Dr. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk, menjelaskan bahwa pilihan operasi dapat berupa mastektomi atau Breast Conserving Surgery (BCS), yakni prosedur yang bertujuan mempertahankan sebagian jaringan payudara.

    Pemilihan tindakan dilakukan berdasarkan kondisi medis pasien. Dalam perencanaan perawatan, dokter juga mempertimbangkan upaya untuk meminimalkan efek samping dan mendukung kualitas hidup pasien.

  4. 4. Rehabilitasi medik membantu proses pemulihan

    Rehabilitasi medik membantu proses pemulihan
    Pexels.com/Leeloo The First

    Selain pengobatan, proses pemulihan juga menjadi perhatian dalam penanganan kanker payudara.

    Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik (Subspesialis Kardiorespirasi) MRCCC Siloam Semanggi, dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR (K), menyampaikan bahwa rehabilitasi perlu disesuaikan dengan kondisi pasien agar fungsi tubuh dapat pulih secara bertahap.

    Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya diperlukan setelah operasi, tetapi juga sebelum tindakan dilakukan.

    Hal ini karena pasien dapat menghadapi berbagai tantangan selama menjalani rangkaian pengobatan, termasuk kelelahan dan perubahan suasana hati.

    “Selain pascaoperasi, rehabilitasi sebelum operasi juga penting. Ada tahapan panjang sebelum operasi. Di sinilah peranan rehab medik. Minimal untuk mengatasi kelelahan dan perubahan mood,” tuturnya.

  5. 5. Dukungan emosional turut berperan dalam perjalanan pemulihan

    Dukungan emosional turut berperan dalam perjalanan pemulihan
    Pexels.com/Leeloo The First

    Selain pemulihan fisik, kesehatan emosional juga berperan penting dalam perjalanan pasien menghadapi kanker payudara.

    Penyintas kanker payudara, Flavia Sungkit, berbagi pengalamannya setelah didiagnosis kanker payudara stadium 1 pada 2022. Selama menjalani pengobatan, Flavia menjalani operasi, kemoterapi, dan rehabilitasi medik.

    Ia juga melakukan meditasi untuk menjaga kondisi mental serta kembali beraktivitas secara bertahap melalui berenang, pilates, latihan di pusat kebugaran, hingga hiking.

    Pengalaman ini menunjukkan bahwa proses pemulihan setiap pasien berbeda. Dukungan keluarga, orang terdekat, dan tenaga kesehatan dapat membantu pasien menjalani pengobatan serta beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari.

    Itulah lima hal penting dalam penanganan kanker payudara. Dengan deteksi dini serta dukungan keluarga, pasien diharapkan dapat menjalani proses pemulihan dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More