5 Cara Mengolah Gurita Agar Tidak Alot sebelum Dimasak

Pembersihan dan pemijatan (The Scrubbing) Langkah awal yang paling krusial adalah menghilangkan lendir. Balur seluruh permukaan gurita dengan garam kasar, lalu remas-remas dan pijat tentakelnya selama 5–10 menit hingga lendirnya keluar semua.
Teknik penghancuran serat (The Tenderizing) Khusus untuk gurita segar berukuran besar, pukul-pukul bagian tentakel yang paling tebal menggunakan palu daging atau rolling pin. Lakukan secara perlahan agar daging tidak hancur, cukup sampai ototnya terasa lebih lemas.
Teknik "Blanching" tiga kali Didihkan air dalam panci bersama bahan aromatik. Pegang bagian kepala
Mengolah gurita sering kali menjadi tantangan besar di dapur karena karakternya yang sangat sensitif terhadap suhu panas. Jika salah teknik, daging gurita yang mahal bisa berubah menjadi liat dan alot layaknya karet dalam sekejap.
Kunci utama untuk mendapatkan hasil yang sempurna bukan hanya terletak pada durasi memasak, melainkan pada bagaimana kita memperlakukan jaringan ikat atau kolagen yang sangat kuat pada serat ototnya.
Dengan kombinasi teknik mekanis dan pengaturan suhu yang presisi, daging gurita yang tadinya keras dapat berubah menjadi sangat empuk namun tetap memiliki tekstur kenyal yang memuaskan lidah.
Nah, Popmama.com akan memberikan 5 cara mengolah gurita agar tidak alot sebelum dimasak. Simak triknya di bawah ini.
Table of Content
1. Pembersihan dan pemijatan (The Scrubbing)

Langkah awal yang paling krusial adalah menghilangkan lendir. Balur seluruh permukaan gurita dengan garam kasar, lalu remas-remas dan pijat tentakelnya selama 5–10 menit hingga lendirnya keluar semua.
Bilas dengan air bersih mengalir sampai kulit terasa kesat. Jika lendir tidak dibersihkan dengan benar, tekstur kulit akan menjadi licin dan kurang menggugah selera saat dimasak.
2. Teknik penghancuran serat (The Tenderizing)

Khusus untuk gurita segar berukuran besar, pukul-pukul bagian tentakel yang paling tebal menggunakan palu daging atau rolling pin.
Lakukan secara perlahan agar daging tidak hancur, cukup sampai ototnya terasa lebih lemas.
Teknik mekanis ini bertujuan untuk memutuskan jaringan ikat yang biasanya membuat gurita mengeras saat terkena suhu panas mendadak.
3. Teknik "Blanching" tiga kali

Didihkan air dalam panci bersama bahan aromatik. Pegang bagian kepala, lalu celupkan tentakelnya ke air mendidih selama 5 detik, angkat, dan ulangi proses ini sebanyak 3 kali.
Kamu akan melihat kaki gurita mengeriting dengan cantik. Teknik "kejut" ini membantu menjaga agar kulit gurita tidak mudah terlepas dan memberikan bentuk yang estetis saat disajikan.
4. Perebusan lambat (Slow Simmering)

Setelah dicelup, masukkan seluruh badan gurita ke panci. Kecilkan api hingga airnya mendidih kecil (simmering). Merebus dengan api besar yang meletup-letup hanya akan membuat daging menciut dan menjadi liat.
Masak selama 30–60 menit tergantung ukuran. Gunakan pisau untuk menusuk bagian tebal tentakel, jika pisau masuk dengan mudah, berarti gurita sudah matang sempurna.
5. Proses pendinginan dalam air rebusan

Jangan langsung mengangkat gurita yang sudah matang. Biarkan ia mendingin perlahan di dalam air rebusannya selama 15 menit.
Langkah ini memungkinkan daging menyerap kembali kelembapan dan sari bumbu, sehingga hasilnya jauh lebih juicy.
Setelah itu, baru pindahkan ke wadah air es untuk menghentikan pematangan total. Keberhasilan dalam menyajikan hidangan gurita yang lembut terletak pada kesabaran dan ketepatan teknik yang digunakan.
Dengan menerapkan 5 cara mengolah gurita agar tidak alot sebelum dimasak, kamu tidak perlu lagi khawatir mendapatkan hasil yang alot atau sulit dikunyah.
Gurita yang telah diolah dengan benar siap menjadi bahan utama untuk berbagai hidangan lezat, mulai dari gurita bakar ala Mediterania hingga tumisan pedas khas Asia. Selamat mencoba!


















