7 Ciri-Ciri Eksim Kering di Telapak Kaki, Sering Disangka Kulit Biasa

- Kulit kaki terasa sangat kering dan kasar, tidak membaik dengan pelembab biasa
- Muncul rasa gatal yang mengganggu tanpa perubahan kulit jelas di awal
- Kulit mengelupas atau bersisik, retakan kecil hingga pecah-pecah pada tahap tertentu
Eksim, dalam istilah medis disebut dermatitis, adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal, kemerahan, hingga iritasi. Kondisi ini tentu membuat penderitanya sangat tidak nyaman.
Berdasarkan penjelasan medis dari berbagai sumber dermatologi internasional, eksim terjadi ketika skin barrier atau lapisan pelindung kulit melemah, sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembaban dan menjadi sensitif terhadap berbagai rangsangan dari luar.
Kondisi ini bersifat kronis, dapat kambuh, dan tidak menular. Salah satu area yang cukup sering terdampak adalah telapak kaki, terutama dalam bentuk eksim kering.
Karena kulit telapak kaki lebih tebal dan sering tertutup alas kaki, gejalanya kerap tidak langsung dikenali. Banyak orang baru menyadari adanya masalah saat kulit mulai terasa sangat kering, gatal, atau bahkan pecah-pecah.
Berikut Popmama.com akan menjelaskan tentang 7 ciri-ciri eksim kering di telapak kaki yang sering disangka kulit biasa. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.
1. Kulit terasa sangat kering dan kasar

Eksim kering di telapak kaki umumnya diawali dengan kulit yang terasa sangat kering dan kasar saat disentuh. Tekstur kulit menjadi kaku dan tidak lagi elastis, terutama setelah kaki digunakan beraktivitas seharian.
Kondisi ini sering tidak membaik meski sudah menggunakan pelembab biasa. Kulit tampak kehilangan kelembaban alaminya. Kekeringan pada eksim terjadi karena lapisan pelindung kulit tidak bekerja secara optimal.
Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan air dan menjadi rentan terhadap iritasi. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering biasa yang umumnya membaik dengan perawatan sederhana. Pada eksim, kekeringan cenderung menetap dan berulang.
Jika dibiarkan, kulit yang sangat kering dapat memicu keluhan lain. Telapak kaki bisa terasa tidak nyaman saat berjalan atau berdiri lama. Permukaan kulit juga menjadi lebih mudah mengelupas. Kondisi ini sering menjadi awal dari gejala eksim yang lebih berat.
2. Muncul rasa gatal yang mengganggu

Rasa gatal merupakan salah satu ciri eksim kering yang paling sering dirasakan. Gatal bisa muncul terus-menerus atau hilang timbul sepanjang hari. Pada sebagian orang, keluhan ini terasa lebih intens pada malam hari. Akibatnya, kualitas tidur pun bisa terganggu.
Pada telapak kaki, rasa gatal sering muncul tanpa perubahan kulit yang jelas di awal. Hal ini membuat banyak orang menganggapnya sebagai masalah ringan. Padahal, gatal menandakan adanya peradangan pada kulit. Jika terus berlanjut, peradangan dapat semakin berkembang.
Menggaruk area yang gatal justru dapat memperburuk kondisi eksim. Kulit telapak kaki menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami luka kecil. Luka ini beresiko menjadi pintu masuk infeksi. Oleh karena itu, gatal yang menetap perlu diwaspadai.
3. Kulit mengelupas atau bersisik

Eksim kering di telapak kaki sering ditandai dengan kulit yang mengelupas atau tampak bersisik. Pengelupasan ini bisa ringan hingga cukup jelas terlihat. Area tumit dan lengkungan kaki biasanya paling sering mengalami kondisi ini. Kulit tampak tidak rata dan kurang sehat.
Pengelupasan terjadi karena proses regenerasi kulit terganggu. Sel-sel kulit mati menumpuk di permukaan dan tidak terlepas secara normal. Akibatnya, kulit terlihat bersisik. Kondisi ini berbeda dengan pengelupasan ringan akibat kulit kering biasa.
Jika eksim berlangsung lama, pengelupasan dapat terjadi berulang. Kulit telapak kaki menjadi semakin sensitif terhadap gesekan alas kaki. Rasa tidak nyaman pun meningkat saat berjalan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Retakan kecil hingga pecah-pecah

Pada tahap tertentu, eksim kering dapat menyebabkan kulit telapak kaki mengalami retakan kecil. Retakan sering muncul di area tumit atau bagian kaki yang menahan beban tubuh. Awalnya terlihat halus dan tipis. Namun, seiring waktu retakan bisa semakin dalam.
Kulit yang kehilangan kelembaban menjadi kurang elastis. Tekanan saat berjalan atau berdiri lama membuat kulit mudah pecah. Retakan ini sering disertai rasa perih atau nyeri. Pada kondisi tertentu, luka bahkan bisa berdarah.
Retakan pada telapak kaki tidak boleh dianggap sepele. Celah pada kulit memudahkan bakteri atau jamur masuk. resiko infeksi pun meningkat jika tidak ditangani. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih lanjut.
5. Kulit tampak kemerahan atau lebih gelap

Perubahan warna kulit juga menjadi salah satu ciri eksim kering di telapak kaki. Kulit bisa tampak kemerahan akibat peradangan yang sedang terjadi. Pada sebagian orang, area yang terkena eksim justru terlihat lebih gelap. Perubahan ini terjadi secara bertahap.
Kemerahan mungkin tidak selalu terlihat jelas, terutama pada warna kulit tertentu. Namun, area telapak kaki yang terdampak biasanya tampak berbeda dari sekitarnya. Warna kulit menjadi tidak merata. Hal ini merupakan respons kulit terhadap iritasi berulang.
Jika eksim berlangsung lama, perubahan warna kulit bisa menetap. Telapak kaki tampak kusam dan tidak sehat. Kondisi ini sering menimbulkan rasa kurang percaya diri. Terutama ketika telapak kaki terlihat jelas.
6. Rasa perih atau terbakar

Selain gatal, eksim kering di telapak kaki juga dapat menimbulkan sensasi perih atau terbakar. Rasa ini biasanya muncul saat kulit sangat kering atau teriritasi. Sensasi tidak nyaman bisa semakin terasa setelah terkena sabun atau bahan tertentu. Bahkan air hangat dapat memicu keluhan.
Rasa perih menandakan lapisan pelindung kulit sedang terganggu. Kulit menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan dari luar. Kondisi ini menunjukkan bahwa peradangan tidak hanya terjadi di permukaan. Lapisan kulit yang lebih dalam juga bisa terdampak.
Jika keluhan berlanjut, rasa perih dapat mengganggu aktivitas harian. Berjalan atau berdiri lama menjadi terasa tidak nyaman. Telapak kaki pun lebih mudah iritasi. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.
7. Kulit menebal dan terasa tidak tata

Eksim kering yang berlangsung lama dapat menyebabkan kulit telapak kaki menebal. Penebalan ini merupakan respons alami kulit terhadap peradangan kronis. Tekstur kulit menjadi lebih keras dan kasar. Permukaannya terasa tidak rata saat disentuh.
Kulit yang menebal sering disertai garis-garis kulit yang tampak lebih jelas. Fleksibilitas kulit pun berkurang. Akibatnya, telapak kaki terasa kaku saat digunakan berjalan. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan jangka panjang.
Jika tidak ditangani, penebalan kulit bisa semakin sulit dipulihkan. Keluhan kering dan gatal dapat terus berulang. Kondisi ini menandakan eksim yang sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, ciri ini tidak boleh diabaikan.
Eksim kering di telapak kaki bukan sekadar kulit kering biasa, melainkan kondisi peradangan kulit yang dapat berkembang secara perlahan. Gejalanya sering kali muncul bertahap, mulai dari kulit kasar, gatal, hingga perubahan tekstur dan warna kulit.
Karena sering dianggap sepele, banyak orang baru menyadari eksim saat keluhan sudah cukup mengganggu aktivitas. Dengan memahami 7 ciri-ciri eksim kering di telapak kaki secara menyeluruh, langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih tepat.
Jika keluhan berlangsung lama, memburuk, atau disertai nyeri dan luka, konsultasi ke tenaga medis sangat disarankan. Perhatian sejak dini membantu menjaga kesehatan kulit kaki dan mencegah komplikasi di kemudian hari.









-Tb3HK6p3n0GvFnXo9DuKld9uNdVlvkU4.jpg)







