7 Ciri-Ciri Herpes Genital pada Perempuan yang Sering Tak Disadari

- Lepuhan kecil berisi cairan di area genital merupakan tanda klasik herpes genital pada perempuan.
- Jerawat atau bintik merah tanpa sebab jelas dapat menjadi tanda awal infeksi herpes genital.
- Sensasi gatal, terbakar, atau kesemutan di area genital adalah fase prodromal dari virus herpes yang sedang aktif.
Herpes genital pada perempuan sering kali tidak disadari karena gejalanya bisa tampak ringan atau menyerupai gangguan kesehatan lain. Padahal, infeksi menular seksual ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Pada beberapa perempuan, tanda-tanda awalnya bahkan terlihat seperti jerawat biasa atau keputihan yang tak biasa, sehingga kerap diabaikan.
Agar Mama lebih waspada dan tidak salah mengartikan sinyal tubuh, penting untuk mengenali berbagai ciri herpes genital pada perempuan. Berikut Popmama.com rangkum 7 ciri-ciri herpes genital yang perlu diketahui.
1. Lepuhan kecil berisi cairan di area genital

Tanda klasik herpes genital pada perempuan adalah munculnya lepuhan kecil berisi cairan (vesikel) yang biasanya berkelompok di sekitar bibir vagina bagian luar (labia), vagina, serviks, sekitar anus, dan di paha atau bokong.
Lepuhan ini sering diawali dengan rasa gatal, panas, atau kesemutan sebelum akhirnya tampak di permukaan kulit. Setelah beberapa hari, lepuhan tersebut dapat pecah dan berubah menjadi luka terbuka yang terasa perih, nyeri, dan sensitif terhadap gesekan.
Luka ini kemudian akan mengering dan membentuk keropeng sebelum akhirnya sembuh. Dilansir dari laman Medlineplus, Proses ini bisa berlangsung selama 2- 4 minggu pada infeksi pertama.
2. Jerawat atau bintik merah tanpa sebab jelas

Pada tahap awal infeksi herpes genital, beberapa perempuan dapat melihat bintik kecil atau benjolan merah di area genital yang tampak seperti jerawat. Kondisi ini sering kali tidak langsung disadari sebagai herpes karena tidak selalu menimbulkan nyeri pada awal kemunculannya.
Bintik merah tersebut merupakan bagian dari aura awal infeksi, yang kemudian dapat berkembang menjadi lepuhan berisi cairan. Seiring waktu, lepuhan bisa pecah dan berubah menjadi luka terbuka yang terasa perih.
Benjolan akibat herpes kerap disalahartikan sebagai jerawat biasa atau iritasi akibat bercukur. Karena tampilannya yang mirip, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk memastikan penyebabnya dan mencegah penularan lebih lanjut.
3. Sensasi gatal, terbakar, atau kesemutan sebelum gejala muncul

Sebelum lepuhan herpes genital terlihat, beberapa perempuan mengalami sensasi gatal, terbakar, nyeri ringan, atau kesemutan di area genital. Kondisi ini dikenal sebagai fase prodromal, yaitu tahap awal saat virus mulai aktif kembali di dalam tubuh.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), fase prodromal merupakan tanda bahwa virus herpes sedang bereplikasi dan bergerak di sepanjang saraf menuju permukaan kulit. Pada tahap ini, seseorang sudah bisa menularkan virus meskipun lepuhan belum tampak secara fisik.
Hal serupa juga dijelaskan oleh American Academy of Dermatology (AAD), yang menyebutkan bahwa rasa kesemutan, gatal, atau terbakar sering muncul 1-2 hari sebelum luka herpes berkembang.
4. Nyeri atau perih saat buang air kecil

Herpes genital dapat menyebabkan nyeri atau rasa perih saat buang air kecil, terutama ketika terdapat luka terbuka atau peradangan di sekitar area genital. Kondisi ini terjadi karena urine mengenai luka herpes yang masih sensitif, sehingga memicu rasa perih yang cukup intens.
Menurut NHS (National Health Service), salah satu ciri luka herpes yang muncul di sekitar vagina atau saluran kemih (uretra) dapat membuat aktivitas buang air kecil terasa menyakitkan.
Gejala ini menandakan adanya iritasi atau ulserasi di area genital dan menjadi alasan penting untuk segera berkonsultasi ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
5. Keputihan yang tak biasa

Pada sebagian perempuan, herpes genital dapat menyebabkan discharge atau keputihan yang tidak biasa, baik dari segi jumlah, tekstur, maupun rasa tidak nyaman yang menyertainya.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat iritasi dan peradangan di area genital yang dipicu oleh infeksi virus herpes simplex, terutama pada episode awal infeksi.
Infeksi herpes genital dapat memengaruhi area sekitar vagina dan serviks sehingga memicu perubahan cairan vagina. Meski keputihan bukan gejala utama herpes genital, kemunculannya tetap perlu diwaspadai, terutama jika disertai lepuhan, nyeri, atau rasa perih di area intim.
6. Gejala mirip flu

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada episode pertama herpes genital, banyak perempuan mengalami gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas. Gejala ini sering muncul bersamaan dengan keluhan di area genital.
Kondisi tersebut terjadi karena sistem imun sedang bereaksi terhadap infeksi virus herpes simplex yang baru pertama kali masuk ke dalam tubuh. Respons imun yang kuat ini memicu peradangan sehingga menimbulkan gejala yang dirasakan di seluruh tubuh.
Selain itu, gejala mirip flu juga dapat disertai pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area selangkangan. Meski terasa tidak nyaman, keluhan ini umumnya akan berangsur membaik seiring tubuh mulai beradaptasi dengan virus.
7. Rasa tekanan atau nyeri di panggul

Beberapa perempuan dengan herpes genital dapat mengalami tekanan atau nyeri di area panggul, paha, atau selangkangan, terutama saat gejala akan muncul atau infeksi kambuh, dengan rasa tidak nyaman seperti pegal atau nyeri tumpul.
Nyeri di area panggul atau selangkangan dapat terjadi karena virus herpes menyerang dan menetap di sistem saraf, sehingga saat aktif kembali, virus dapat memicu rasa nyeri di sepanjang jalur saraf yang terhubung ke area genital dan sekitarnya.
Nyeri di paha atau panggul dapat menjadi tanda awal herpes genital sebelum lepuhan muncul atau menandakan infeksi sedang kambuh.
Nah, itulah informasi mengenai 7 ciri-ciri herpes genital pada perempuan yang penting untuk dikenali sejak dini.


















