7 Penyebab Kulit Wajah Memerah saat Hamil

Lonjakan hormon dan peningkatan volume darah membuat pembuluh darah di wajah mama melebar, memicu rona kemerahan alami yang sering disebut pregnancy glow.
Suhu tubuh yang meningkat dan kulit yang makin sensitif menyebabkan wajah mudah bereaksi terhadap rasa panas maupun kandungan dalam produk perawatan.
Kondisi rosacea bawaan dan paparan sinar UV dari matahari bisa memperparah kemerahan, sehingga ibu hamil sangat perlu menggunakan tabir surya setiap hari.
Masa kehamilan selalu membawa banyak kejutan pada perubahan fisik, termasuk kondisi kulit wajah mama. Di satu sisi, ada yang wajahnya terlihat lebih cerah dan merona sehat, namun tak sedikit yang justru mengalami kemerahan berlebih hingga terasa panas.
Kondisi wajah yang memerah ini sangat umum terjadi dan sering kali dijuluki sebagai pregnancy glow, meski terkadang bisa membuat rasa percaya diri sedikit menurun. Ada berbagai faktor alami dari dalam tubuh yang memicu perubahan rona wajah selama masa mengandung.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab kulit wajah memerah saat hamil.
Yuk Ma, simak penjelasan lengkapnya!
Deretan Penyebab Kulit Wajah Memerah saat Hamil
1. Peningkatan volume darah secara drastis

Selama masa kehamilan, volume darah di dalam tubuh mama akan meningkat secara signifikan untuk menyuplai oksigen dan nutrisi menuju janin.
Aliran darah ekstra ini secara otomatis akan memenuhi pembuluh darah kapiler, terutama yang berada di area wajah.
Pembuluh darah kapiler yang melebar dan terisi penuh ini membuat rona kulit wajah mama tampak lebih merah dari biasanya. Kondisi sirkulasi darah yang tinggi inilah yang menjadi alasan utama di balik fenomena wajah merona saat hamil.
2. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron

Selain volume darah, tubuh mama juga memproduksi hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah yang sangat besar untuk mendukung kehamilan. Lonjakan hormon ini memiliki efek langsung pada pembuluh darah, membuatnya lebih mudah melebar dan menonjol di bawah permukaan kulit.
Pergeseran hormonal tersebut juga membuat kulit mama jauh lebih reaktif terhadap perubahan suhu lingkungan maupun emosi.
Akibatnya, wajah akan dengan sangat cepat berubah menjadi merah saat mama merasa sedikit kepanasan atau sedang mengalami perubahan mood.
3. Peningkatan suhu tubuh basal

Membawa kehidupan baru di dalam rahim membutuhkan banyak energi, yang secara alami akan menaikkan suhu tubuh basal mama secara keseluruhan. Panas dari dalam tubuh ini memicu sistem pendingin alami untuk bekerja ekstra keras agar suhu kembali stabil.
Untuk melepaskan panas berlebih tersebut, pembuluh darah yang letaknya dekat dengan permukaan kulit wajah akan melebar secara maksimal.
Mekanisme pendinginan alami tubuh ini sering kali meninggalkan rona kemerahan yang cukup jelas di area pipi dan dahi mama.
4. Tekanan darah yang sering berfluktuasi

Sangat wajar jika tekanan darah mama mengalami naik turun selama melewati berbagai fase trimester kehamilan. Perubahan ritme tekanan darah ini berdampak langsung pada seberapa deras aliran darah yang melewati kapiler-kapiler kecil di area wajah.
Ketika darah mengalir lebih cepat ke arah kepala akibat fluktuasi tekanan ini, Mama mungkin akan menyadari wajahnya memerah secara tiba-tiba.
Kemerahan ini umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu dipantau jika disertai dengan keluhan pusing yang mengganggu aktivitas.
5. Kondisi kulit wajah yang makin sensitif

Hormon kehamilan dapat mengubah lapisan pelindung kulit, membuat wajah mama menjadi jauh lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi.
Produk perawatan wajah yang sebelumnya aman digunakan bisa saja tiba-tiba memicu reaksi kemerahan atau ruam saat sedang mengandung.
Paparan bahan aktif yang terlalu keras, pewangi sintetis, atau bahkan gesekan handuk yang kasar dapat merangsang peradangan pada kulit wajah.
Mama sangat disarankan untuk beralih ke produk perawatan berlabel hipoalergenik yang lembut guna mencegah wajah semakin memerah.
6. Kondisi rosacea yang kembali kambuh

Bagi perempuan yang sudah memiliki riwayat masalah kulit rosacea sebelum hamil, kemerahan di wajah mungkin merupakan tanda bahwa kondisi tersebut sedang kambuh. Perubahan vaskular dan hormonal selama kehamilan sering kali menjadi pemicu utama memburuknya gejala rosacea.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemerahan yang persisten, pembuluh darah yang terlihat jelas, dan terkadang disertai bintik-bintik kecil di pipi.
Mengonsultasikan hal ini dengan dokter kulit adalah langkah paling aman untuk mengelola rosacea tanpa membahayakan janin.
7. Paparan sinar matahari langsung

Kulit sensitif saat hamil menjadi sangat reaktif terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari. Berada di bawah terik matahari hanya dalam waktu singkat saja sudah cukup untuk membuat kulit wajah mama memerah hebat atau terbakar.
Suhu panas dari sinar matahari juga akan memperparah pelebaran pembuluh darah, sehingga rona merah di wajah akan bertahan jauh lebih lama. Oleh karena itu, mengaplikasikan tabir surya yang aman setiap hari menjadi rutinitas wajib untuk melindungi kulit wajah mama.
Itulah tujuh penyebab kulit wajah memerah saat hamil yang sangat wajar terjadi.
Jika kemerahan disertai dengan rasa perih, gatal yang tidak tertahankan, atau pembengkakan, Mama disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang paling aman.
FAQ Wajah Memerah saat Hamil
| Kapan wajah memerah saat hamil akan hilang? | Umumnya, rona kemerahan di wajah akan mereda dan memudar dengan sendirinya setelah masa persalinan selesai. Hal ini terjadi secara perlahan seiring dengan kembalinya volume darah dan kadar hormon ke tingkat normal. |
| Apakah kulit memerah saat hamil itu berbahaya bagi janin? | Kulit wajah yang memerah hanyalah respons alami pembuluh darah dan sama sekali tidak membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan. Namun, perlu waspada dan memeriksakannya ke dokter jika kemerahan tersebut disertai rasa panas terbakar. |
| Bagaimana cara aman mengatasi wajah memerah saat hamil? | Ibu hamil bisa mengompres area wajah menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin atau mengoleskan gel lidah buaya murni untuk efek menenangkan. Pastikan juga untuk selalu menghindari mandi dengan air yang bersuhu terlalu panas. |


















