Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Ciri-Ciri Kanker Darah yang Sering Tidak Disadari
Pixabay/Vector8DIY
  • Kanker darah dapat dikenali melalui perubahan pada kulit dan kelenjar getah bening. Ciri-ciri yang perlu diwaspadai meliputi munculnya bintik merah atau ruam keunguan (petekie dan purpura) yang tidak hilang saat ditekan, serta benjolan tanpa nyeri di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Gangguan pada organ dan rongga mulut juga dapat menjadi tanda kanker darah. Pembesaran limpa dapat menyebabkan rasa penuh atau tidak nyaman di perut kiri, sedangkan gusi yang mudah berdarah, bengkak, dan sariawan yang sulit sembuh bisa terjadi akibat gangguan produksi sel darah.

  • Kulit pucat dan tubuh mudah lelah dapat menandakan gangguan pembentukan sel darah. Kanker darah dapat menghambat produksi sel darah merah sehingga memicu anemia. Kondisi ini menyebabkan kulit tampak pucat, tubuh terasa lemas, mudah lelah, sesak napas, hingga pusing. Jika ciri-ciri tersebut muncul secara terus-menerus, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima tanda yang perlu diwaspadai terkait kanker darah meliputi petekie atau purpura, benjolan kelenjar getah bening, rasa penuh di perut kiri, gangguan pada gusi dan sariawan, serta kulit pucat.
  • Who?
    Orang yang mengalami keluhan berupa bintik atau ruam keunguan, benjolan, gangguan mulut, perut tidak nyaman, pucat, lemas, atau sesak saat aktivitas ringan perlu memperhatikan perubahan kondisinya.
  • Where?
    Tanda dapat terlihat pada kulit, leher, ketiak, selangkangan, perut kiri bawah tulang rusuk, gusi, dan mulut. Benjolan dapat terjadi pada kelenjar getah bening, sedangkan keluhan perut berkaitan dengan limpa.
  • When?
    Keluhan dapat muncul secara halus dan sering disalahartikan sebagai kelelahan, flu, kurang tidur, alergi, atau gigitan serangga. Waktu kemunculan maupun lamanya gejala pada setiap orang per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Gejala dikaitkan dengan rendahnya trombosit, penumpukan sel darah putih abnormal di kelenjar getah bening atau limpa, rendahnya sel darah putih sehat, serta terganggunya produksi sel darah merah.
  • How?
    Petekie dan purpura tidak memudar saat ditekan. Benjolan umumnya tidak nyeri. Pembesaran limpa dapat memicu cepat kenyang, sementara anemia dapat menyebabkan lemas, pusing, jantung berdebar, dan sesak napas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kanker darah kadang susah terlihat. Tanda-tandanya bisa bintik merah atau ungu di kulit, benjolan di leher atau ketiak, dan perut kiri terasa penuh. Gusi bisa bengkak atau berdarah. Kulit juga dapat pucat dan badan lemas. Kalau tanda ini sering ada, orang perlu bicara dengan tenaga kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kanker darah kerap disebut sebagai penyakit yang pintar menyamar. Gejalanya sering muncul secara halus dan mudah disalahartikan sebagai keluhan sehari-hari, seperti kelelahan biasa, gejala flu, atau efek kurang tidur.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang baru menyadari kondisinya setelah penyakit ini berkembang cukup jauh.

Padahal, semakin cepat kanker darah dikenali, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat waktu.

Nah, agar kamu tidak sampai kecolongan, berikut Popmama.com sudah merangkum 5 ciri-ciri kanker darah yang perlu diwaspadai. Melansir laman resmi Leukaemia Foundation Australia, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Muncul bintik merah kecil atau ruam keunguan di kulit

Pexels/www.kaboompics.com

Coba sesekali perhatikan kondisi kulitmu, terutama di area kaki. Jika muncul bintik-bintik merah kecil yang menyerupai titik-titik halus, atau justru ruam berwarna keunguan yang tidak kunjung pudar meski ditekan, jangan buru-buru menganggapnya sebagai alergi atau gigitan serangga biasa.

Bintik kecil tersebut disebut petekie, sementara ruam yang lebih luas dan berwarna keunguan disebut purpura. Keduanya muncul akibat rendahnya jumlah trombosit atau platelet, yaitu sel darah yang bertugas membantu proses pembekuan darah. 

Ciri khas yang membedakannya dari ruam biasa, petekie dan purpura tidak akan hilang atau berubah warna meski kulit ditekan dengan jari. Pada beberapa orang, kondisi ini juga bisa disertai rasa gatal yang cukup mengganggu.

2. Muncul benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan

Pexels/Picas Joe

Selain masalah pada kulit, kanker darah juga bisa muncul dalam bentuk benjolan di beberapa titik tubuh. Menurut sumber yang sama, benjolan ini paling sering ditemukan di area leher, ketiak, atau selangkangan.

Menariknya, benjolan akibat kanker darah umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, meski sebagian orang mengaku merasakan sedikit pegal di sekitarnya. Benjolan tersebut muncul karena penumpukan sel darah putih yang tidak normal di kelenjar getah bening. 

Jika benjolan itu berukuran cukup besar dan menekan organ di sekitarnya, seperti paru-paru, dapat timbul rasa tidak nyaman, sesak, hingga sedikit nyeri. Karena sifatnya yang tidak nyeri inilah, benjolan seperti ini sering luput dari perhatian dan baru disadari saat ukurannya sudah membesar.

3. Rasa tidak nyaman di perut bagian kiri akibat pembesaran limpa

Pexels/Sora Shimazaki

Pernah merasa perutmu cepat kenyang meski baru makan dalam porsi kecil? Atau ada rasa tidak nyaman di bagian kiri perut, tepat di bawah tulang rusuk? Kondisi ini dapat berkaitan dengan pembesaran limpa yang dipicu oleh penumpukan sel darah abnormal di dalam organ tersebut.

Disebutkan bahwa rasa penuh dan tidak nyaman di perut bagian kiri termasuk salah satu tanda kanker darah, khususnya jenis kanker yang berkembang di limpa.

Selain rasa penuh, penderitanya juga bisa mengalami kembung, bengkak, atau bahkan rasa nyeri ringan di area perut kiri tersebut. 

Apabila keluhan ini terjadi berulang dan tidak berkaitan dengan pola makan, sebaiknya jangan dianggap sepele dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

4. Gusi bengkak atau mudah berdarah, serta sariawan yang tidak kunjung sembuh

Pexels/Anna Shvets

Kondisi mulut sebenarnya bisa menjadi cermin kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk membantu mendeteksi kanker darah sejak awal. Gusi yang tiba-tiba bengkak, mudah berdarah saat menyikat gigi, atau sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, semuanya patut diwaspadai.

Menurut penjelasan yang dipaparkan, kondisi ini berkaitan dengan dua hal, yaitu rendahnya jumlah trombosit yang menyebabkan gusi mudah berdarah, serta rendahnya sel darah putih yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk sariawan yang sulit sembuh. 

Selain itu, tubuh yang kekurangan sel darah putih sehat juga cenderung lebih sering mengalami demam ringan tanpa menyebabkan infeksi yang jelas.

5. Kulit terlihat pucat

Pexels/Polina Hedzenko

Selain bintik dan benjolan, perubahan warna kulit juga bisa menjadi sinyal yang penting untuk diperhatikan.

Kulit yang tampak lebih pucat dari biasanya, disertai rasa lemas, mudah lelah, atau bahkan sesak napas saat beraktivitas ringan, bisa menjadi tanda anemia atau rendahnya kadar sel darah merah dalam tubuh.

Anemia sendiri disebut sebagai salah satu dampak umum dari kanker darah, karena sel kanker yang tumbuh tidak normal mengganggu proses produksi sel darah merah yang sehat.

Efeknya, tubuh jadi kekurangan oksigen, sehingga muncul rasa lelah berkepanjangan meski sudah cukup istirahat, pusing, jantung berdebar tidak teratur, hingga rasa ingin pingsan saat berdiri terlalu lama.

Nah, itulah pembahasan mengenai 6 ciri-ciri kanker darah. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article