7 Ciri-Ciri Kanker Prostat Stadium 4, Wapadai Sebelum Terlambat

- Kanker prostat stadium 4 terjadi saat sel kanker menyebar ke luar kelenjar prostat, termasuk ke tulang, paru-paru, hati, atau organ vital lain dengan pertumbuhan yang lebih agresif.
- Gejala umum meliputi nyeri tulang, pembengkakan kaki atau panggul, gangguan buang air kecil, penurunan stamina dan berat badan, serta masalah pencernaan dan pernapasan.
- Dalam kasus lanjut, penyebaran ke otak dapat menyebabkan perubahan kognitif seperti kebingungan dan gangguan ingatan sehingga pemeriksaan medis segera sangat disarankan.
Kanker prostat stadium 4 merupakan tahap lanjutan ketika sel kanker telah menyebar hingga ke area di luar kelenjar prostat. Penyebaran ini umumnya terjadi ke kelenjar getah bening, paru-paru, hati, dan tidak menutup kemungkinan juga menjalar ke organ tubuh lainnya.
Dilansir dari National Cancer Institute, kanker prostat stadium 4 terbagi menjadi dua jenis, yaitu stadium 4A dan stadium 4B. Stadium 4A merupakan kondisi ketika sel kanker berada di satu atau kedua sisi prostat dan mulai menyebar ke jaringan di sekitarnya, seperti rektum, kandung kemih, atau dinding panggul.
Sementara stadium 4B menandakan bahwa sel kanker telah menyebar lebih jauh ke bagian tubuh lain, seperti tulang atau organ vital lainnya.
Pada tahap ini, pertumbuhan sel kanker biasanya berlangsung lebih cepat sehingga membutuhkan perhatian medis yang serius. Oleh karena itu, penting bagi Papa untuk mengenali berbagai tanda atau perubahan pada tubuh yang bisa menjadi gejala kanker prostat stadium lanjut.
Lantas, apa saja ciri-ciri kanker prostat stadium lanjutan yang perlu diwaspadai? Berikut Popmama.com akan membahas 7 ciri-ciri kanker prostat stadium 4. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Nyeri tulang dan sendi

Salah satu ciri-ciri kanker prostat stadium 4 yang paling sering muncul adalah nyeri pada tulang dan sendi. Kondisi ini biasanya terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke tulang, terutama di area tulang belakang, pinggul, atau bahkan tulang rusuk.
Rasa nyeri yang dirasakan umumnya berbeda pada setiap orang. Ada yang merasakan nyeri ringan yang datang perlahan, rasa berdenyut, hingga nyeri tajam yang semakin memburuk seiring waktu.
Dalam beberapa kasus, penyebaran kanker ke tulang juga dapat melemahkan struktur tulang. Akibatnya, tulang menjadi lebih rapuh dan berisiko lebih tinggi mengalami patah tulang meskipun hanya karena aktivitas ringan.
2. Pembengkakan pada kaki atau area panggul

Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau area panggul juga cukup sering terjadi pada penderita kanker prostat stadium lanjut. Kondisi ini biasanya muncul ketika sel kanker menyebar hingga ke kelenjar getah bening.
Penyebaran tersebut dapat mengganggu sistem aliran cairan tubuh (sistem limfatik). Ketika aliran cairan ini tidak berjalan dengan lancar, cairan bisa menumpuk di jaringan tubuh dan akhirnya menyebabkan pembengkakan.
Pembengkakan ini bisa semakin terasa seiring perkembangan kanker. Selain membuat kaki atau panggul tampak membesar, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat penderitanya kesulitan bergerak.
3. Gangguan buang air kecil

Kelenjar prostat terletak sangat dekat dengan kandung kemih dan saluran kemih (uretra). Karena itu, ketika terjadi gangguan pada prostat, penderita sering merasakan perubahan pada kebiasaan buang air kecil.
Salah satu tanda yang cukup umum adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari. Namun, meskipun sering buang air kecil, rasa ingin buang air tidak selalu diikuti dengan keluarnya urin dalam jumlah banyak. Dalam beberapa kasus, urin yang keluar justru sedikit atau bahkan sulit keluar. Sebagian penderita juga mengalami kesulitan menghentikan aliran urin setelah selesai buang air kecil.
Selain perubahan frekuensi, adanya darah pada urin atau air mani juga bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Warna urin yang bercampur darah biasanya tampak merah muda, merah, atau kecokelatan, tergantung pada tingkat pendarahannya.
Meskipun tidak selalu terjadi, darah pada air mani juga dapat muncul ketika tumor telah memengaruhi jaringan di sekitar prostat. Jika Papa mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya jangan diabaikan dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
4. Penurunan stamina dan berat badan

Kanker yang sudah berkembang lebih jauh sering kali membuat tubuh terasa lebih mudah lelah dari biasanya. Penderita kanker prostat stadium 4 dapat mengalami kelelahan ekstrem (fatigue) yang sulit hilang, bahkan setelah beristirahat cukup. Rasa lelah ini juga bisa dipengaruhi oleh efek samping pengobatan kanker, seperti kemoterapi. Kondisi tersebut membuat tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, banyak penderita juga mengalami penurunan nafsu makan. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, berat badan bisa turun secara signifikan tanpa adanya program diet tertentu. Penurunan berat badan ini juga berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh yang tidak lagi bekerja secara optimal karena perkembangan penyakit.
5. Masalah pencernaan

Ketika kanker prostat menyebar ke organ lain, fungsi beberapa organ tubuh juga bisa ikut terganggu, termasuk sistem pencernaan. Jika penyebaran kanker mencapai hati atau organ yang berkaitan dengan pencernaan, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menjalankan fungsi pencernaan secara normal.
Akibatnya, penderita dapat merasakan berbagai keluhan seperti mual, muntah, atau gangguan pencernaan lainnya. Pada beberapa kasus, kulit dan mata juga bisa tampak menguning. Kondisi ini sering dikenal sebagai penyakit kuning.
Masalah pada sistem pencernaan juga dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare.
6. Sesak napas dan batuk

Dilansir dari pusat penelitian dan pengobatan kanker terkemuka Amerika, City of Hope, bahwa pada beberapa kasus sel kanker prostat stadium 4 juga dapat menyebar ke organ pernapasan seperti paru-paru. Ketika hal ini terjadi, kemampuan tubuh untuk mendapatkan oksigen secara optimal bisa terganggu.
Penderita dapat mengalami sesak napas atau merasa napas menjadi lebih pendek dari biasanya. Selain itu, gejala lain juga dapat muncul, seperti batuk yang terus-menerus dan rasa nyeri di area dada.
7. Perubahan kognitif

Menurut ahli ortopedi Bone & Joint Care Multispeciality Hospital India, Dr. Vijay Karande, dalam kondisi yang jarang terjadi, kanker prostat stadium lanjut juga dapat menyebar hingga ke otak atau sumsum tulang belakang. Jika hal ini terjadi, sel kanker dapat memengaruhi sistem saraf pusat yang berperan dalam mengatur fungsi otak.
Kondisi ini mengakibatkan penderitanya mengalami perubahan kognitif, seperti sering merasa bingung, sulit berkonsentrasi, atau mengalami gangguan ingatan.
Pada kondisi yang lebih serius, penderita bahkan bisa kesulitan mengenali waktu, tempat, orang-orang di sekitar, hingga identitas diri sendiri. Perubahan ini tentu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup penderita.
Setelah mengetahui berbagai ciri-ciri kanker prostat stadium 4, penting bagi Papa untuk lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh.
Jika Papa merasakan gejala yang tidak biasa atau berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Jangan anggap sepele setiap tanda yang muncul ya, Pa!


















