IWF 2021: Bijak Gunakan Media Sosial yang Lebih Bertanggung Jawab

Yuk, gunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab agar tetap aman

29 Oktober 2021

IWF 2021 Bijak Gunakan Media Sosial Lebih Bertanggung Jawab
Pexels.com/MagnusMueller

Di era globalisasi ini, mengakses media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari dan suatu kebiasaan yang sulit dipisahkan oleh banyak orang.

Hampir semua orang pastinya akan membuka smartphone-nya setiap waktu dan secara otomatis mengakses akun media sosial miliknya, entah untuk bertukar pesan atau mencari suatu informasi di internet. Umumnya, orang-orang akan menggunakan Whatsapp, Instagram, Twitter, YouTube, Facebook, dan lain-lain dalam mendapatkan informasi yang diinginkan.

Namun, dengan kemudahan dalam penggunaan media sosial ini nyatanya banyak ditemukan kasus penyalahgunaan medsos seperti penyebaran hoaxs, hingga ujaran kebencian. Untuk itu, penting sekali berhati-hati dalam menggunakan medsos secara bijak agar tetap aman.

Nah, untuk membantu kamu mengetahui bagaimana cara bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tetap aman. Berikut Popmama.com rangkumkan tipsnya di bawah ini.

1. Perhatikan jenis pesan atau informasi yang akan dibagikan

1. Perhatikan jenis pesan atau informasi akan dibagikan
Dok. IWF 2021

Sebelum mengunggah suatu informasi atau konten baik berupa tulisan, foto, suara, atau video maka harus disadari betul bahwa konten yang diunggah bisa dilihat oleh publik. Oleh sebab itu, kamu harus lebih bijak dalam memilih jenis informasi yang akan dibagikan.

Dari acara Indonesia Writers Festival 2021 by IDN Times, pada Selasa (26/10), dalam tema Being Vocal Properly Through Social Media, penulis dan Gender Equality Campaigner Kalis Mardiasih menyebutkan, ada 3 jenis pesan yang bisa dibagikan di media sosial yakni pesan informatif, storytelling, dan pesan humor.

Untuk pesan informatif, pesan yang bisa dibagikan berisi penjelasan, informasi dan data terkini yang mungkin perlu orang lain untuk tahu informasi tersebut.

Sedangkan untuk storytelling, kamu mungkin bisa menceritakan hal-hal unik dan menarik tentang hobi, pengalaman, dan lainnya yang bisa disampaikan ke publik. Untuk pesan humor, tentu saja konten yang akan dibagikan adalah pesan-pesan lucu yang bisa membuat orang lain tertawa seperti meme.

Editors' Picks

2. Selalu jaga etika dan ingat UU ITE, no hoax, apalagi fake news

2. Selalu jaga etika ingat UU ITE, no hoax, apalagi fake news
Freepik.com

Selalu diingat bahwa media sosial merupakan ranah publik yang bisa dilihat oleh banyak orang. Meskipun dalam media sosial setiap orang diberikan kebebasan dalam berekspresi, bukan berarti kamu bebas pula dalam beretika.

Untuk itu, dalam menggunakan media sosial kamu tetap harus selalu menjaga etika, sopan santun dan bersikap respect kepada pandangan/pendapat teman serta orang-orang yang ada di media sosial, sehingga tidak akan menyinggung perasaan mereka.

Selain itu, kamu juga perlu hati-hati dalam menyebarkan informasi atau konten di media sosial, terutama konten negatif yang bisa memicu perdebatan. Saat ini, berita hoax dan fake news sering kali ditemukan di media sosial bahkan banyak orang yang ikut menyebarluaskan informasi tersebut.

Oleh sebab itu, sebelum menyebarkan informasi kamu perlu menyaring berita tersebut dan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Jangan sampai kamu menyebarkan informasi bohong yang bisa merugikan orang lain. Ingat UU ITE yang berlaku.

3. Tak perlu detail dalam mencantumkan informasi diri atau orang lain

3. Tak perlu detail dalam mencantumkan informasi diri atau orang lain
Freepik.com/Syarifahbrit

Selanjutnya, di era digital yang semakin canggih ini faktanya juga banyak sekali ditemukan kejahatan siber yang bisa mengintai semua orang dari berbagai kalangan. Misalnya, melakukan hack media sosial, mencuri data korban, yang kemudian menyikat habis saldo rekening ataupun kartu kredit korban.

Oleh sebab itu, jangan pernah mencantumkan informasi diri kamu atau orang lain secara detail di media sosial agar tetap aman dan terhindar dari kejahatan siber yang sedang mengintai.

4. Filter akun yang akan diikuti terutama akun dengan konten-konten negatif

4. Filter akun akan diikuti terutama akun konten-konten negatif
Pexels.com/SamLion

Selanjutnya, kamu juga perlu filter orang-orang yang akan diikuti, terutama orang/akun yang sering kedapatan menyebarkan konten-konten negatif di media sosial miliknya. Cara ini dilakukan untuk membantu kamu dalam membatasi atau mencegah penyebaran isu-isu hoax dan konten-konten penuh kebencian.

Jangan sampai, akibat seringnya melihat konten-konten negatif yang bisa merugikan orang lain tersebut kamu menjadi ikut terpengaruh dan turut menyebarkan ketakutan, isu, dan bahkan kebencian kepada sesama di media sosial.

Jadi, pilihlah akun-akun yang menyebarkan konten positif yang bisa bermanfaat untuk kamu ataupun orang banyak.

5. Pastikan orang-orang yang diikuti merupakan orang terdekat dan terpercaya saja

5. Pastikan orang-orang diikuti merupakan orang terdekat terpercaya saja
Pexels.com/HelenaLopes

Selanjutnya, selain memastikan untuk mengikuti akun-akun yang bisa menyebarkan informasi positif dan bermanfaat. Pastikan juga orang-orang yang mengikuti kamu merupakan orang terdekat atau terpercaya saja.

Cara ini bertujuan untuk melindungi kestabilan emosional dan psikologis kamu agar tetap bebas dalam melakukan interaksi dengan orang tersebut.

Nah, itulah tips-tips cara bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tetap aman dan nyaman dalam mengakses media sosial. Semoga informasi ini membantu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.