8 Daftar Negara yang Menggunakan Etanol sebagai Campuran BBM

- Brasil memiliki kandungan etanol tertinggi dalam bensin reguler, mencapai sekitar 27,5 persen dan direncanakan meningkat hingga E30.
- Amerika Serikat menerapkan bensin E10 sebagai standar nasional untuk konsumsi harian, serta tersedia pula E85 untuk kendaraan flex-fuel.
- Jerman secara luas menggunakan bensin E10 dengan kandungan etanol sekitar 10 persen, didorong oleh target pengurangan emisi dan transisi energi ramah lingkungan.
Penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) semakin banyak diterapkan di berbagai negara. Selain lebih ramah lingkungan, etanol juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Di Indonesia, rencana pencampuran etanol ke dalam bensin kembali menguat. Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan bensin E10 sebagai langkah menekan impor BBM sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan.
Saat ini, Indonesia telah memiliki Pertamax Green 95 dengan kandungan bioetanol 5 persen (E5). Etanol yang digunakan berasal dari bahan organik terbarukan seperti tetes tebu, meski penerapannya masih bersifat sukarela.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut pihaknya telah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera menyusun peta jalan penerapan bensin E10 di dalam negeri.
Secara global, etanol sudah lama digunakan sebagai campuran BBM di berbagai negara dengan kadar yang beragam. Berikut Popmama.com rangkum negara yang menerapkannya.
1. Brasil

Brasil dikenal sebagai negara dengan kandungan etanol tertinggi dalam bensin reguler. Campuran etanol di negara ini mencapai sekitar 27,5 persen dan direncanakan meningkat hingga E30.
Selain bensin campuran, Brasil juga memiliki kendaraan flex-fuel yang dapat menggunakan etanol murni (E100). Produksi tebu yang melimpah membuat etanol menjadi bagian penting dari sistem transportasi nasional sekaligus mendukung sektor pertanian lokal.
2. Amerika Serikat

Amerika Serikat menerapkan bensin E10 sebagai standar nasional untuk konsumsi harian. Selain itu, tersedia pula E85 untuk kendaraan flex-fuel yang dirancang khusus.
Kebijakan ini didukung oleh produksi jagung dalam jumlah besar, sehingga etanol berperan penting dalam strategi ketahanan energi nasional.
3. Jerman

Jerman secara luas menggunakan bensin E10 dengan kandungan etanol sekitar 10 persen. BBM ini tersedia secara nasional dan menjadi pilihan utama di banyak SPBU.
Meski begitu, bensin E5 masih tetap disediakan bagi kendaraan lama yang belum kompatibel dengan E10. Penggunaan etanol di Jerman didorong oleh target pengurangan emisi dan transisi energi ramah lingkungan.
4. Prancis

Prancis menggunakan bensin E10 sebagai standar nasional dan secara luas juga menyediakan E85. Bahan bakar E85 cukup populer karena harganya lebih terjangkau serta didukung banyak kendaraan flex-fuel.
Langkah ini sejalan dengan upaya Prancis mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
5. Belanda

Belanda menerapkan bensin E10 sebagai bahan bakar utama kendaraan bensin. Hampir seluruh SPBU menyediakan jenis BBM ini sebagai standar.
Untuk kendaraan tertentu, E5 masih tersedia sebagai alternatif. Pendekatan bertahap ini dilakukan agar transisi berjalan aman dan efisien.
6. India

India menargetkan penggunaan bensin E20 secara nasional. Saat ini, kadar etanol di beberapa wilayah sudah mendekati 18 persen.
Program ini bertujuan mengurangi impor BBM sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Etanol di India diproduksi dari tebu dan berbagai hasil pertanian lainnya.
7. Thailand

Thailand menyediakan beragam jenis bensin berbasis etanol, mulai dari E10, E20, hingga E85. Rata-rata kandungan etanol dalam bensin komersialnya mencapai sekitar 13,8 persen.
Pemerintah Thailand aktif mendorong biofuel sebagai energi alternatif untuk mengurangi impor BBM dan mendukung sektor pertanian dalam negeri.
8. Denmark

Denmark menggunakan bensin E10 sebagai standar nasional. Penerapannya dilakukan secara bertahap guna memastikan kesiapan kendaraan.
Sebagai negara dengan komitmen tinggi terhadap energi bersih, Denmark melihat etanol sebagai solusi transisi sebelum menuju elektrifikasi penuh. Campuran etanol dinilai efektif menurunkan emisi tanpa perubahan besar pada sistem kendaraan.
Nah, itulah daftar negara yang telah menggunakan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM).









-Tb3HK6p3n0GvFnXo9DuKld9uNdVlvkU4.jpg)







