Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Dampak dari Penyakit GERD, Waspada Risiko Kanker!

8 Dampak dari Penyakit GERD, Waspada Risiko Kanker!
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan dan dapat menyebabkan iritasi hingga peradangan yang menimbulkan rasa panas di dada serta gangguan menelan.
  • Jika dibiarkan, GERD bisa memicu komplikasi serius seperti striktur esofagus, ulkus, Barrett’s esophagus, bahkan meningkatkan risiko kanker kerongkongan.
  • Asam lambung yang naik juga berdampak pada sistem pernapasan, gigi, dan kualitas tidur, membuat tubuh mudah lelah serta menurunkan konsentrasi harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Gastroesophageal Reflux Disease atau yang lebih dikenal dengan GERD merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan ketika asam lambung sering naik kembali ke kerongkongan. 

Meski kelihatan ringan, kalau terjadi terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik, asam lambung yang sifatnya cukup kuat bisa mengiritasi bahkan merusak jaringan tubuh di luar lambung.

Bahkan dampak GERD juga bisa mempengaruhi kesehatan sistem lainnya di luar saluran pencernaan. Sebagai antisipasi, kamu harus tahu 8 dampak dari penyakit GERD yang telah Popmama.com siapkan di bawah ini.

Table of Content

1. Esofagitis

1. Esofagitis

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Esofafitis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding kerongkongan. Menurut Harvard Health, kondisi ini bisa terjadi karena lapisan kerongkongan memang tidak memiliki perlindungan sekuat lambung terhadap asam hidroklorida. 

Paparan asam yang berulang inilah yang kemudian membuat jaringan di area tersebut mengalami iritasi dan peradangan.

Kondisi ini biasanya memicu rasa panas di dada (heartburn). Selain itu, pembengkakan pada kerongkongan juga dapat membuat proses menelan makanan terasa sakit dan tidak nyaman.

2. Striktur esofagus

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kalau peradangan berlangsung dalam waktu lama, tubuh akan berusaha memperbaiki jaringan yang rusak. 

Proses penyembuhan tersebut dapat membentuk jaringan parut yang lama-kelamaan membuat saluran kerongkongan menyempit. Kondisi ini dikenal sebagai striktur esofagus.

Laparoscopic Surgical Center of New York menjelaskan bahwa penyempitan tersebut dapat menghambat makanan saat turun menuju lambung. Akibatnya, penderita sering merasa makanan seperti tersangkut di dada. 

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa membuat nafsu makan berkurang dan berat badan ikut turun.

3. Ulkus esofagus

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Pada sebagian orang, iritasi akibat asam lambung tidak berhenti di tahap peradangan saja. Paparan asam yang terus terjadi dapat menyebabkan terbentuknya luka terbuka (ulkus) pada kerongkongan.

Dilansir dari Harvard Health, luka tersebut dapat memicu perdarahan secara perlahan. Darah kemudian bisa keluar bersama muntahan atau bercampur dengan tinja. 

Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat menyebabkan anemia akibat kekurangan zat besi dan membuat tubuh lebih mudah lelah.

4. Barrett's esophagus

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

GERD yang berlangsung bertahun-tahun juga dapat memengaruhi struktur sel pada kerongkongan.

Itu karena, sel-sel normal di area tersebut dapat berubah menjadi jenis sel yang menyerupai lapisan usus. Perubahan ini dikenal dengan istilah barrett's esophagus.

Kondisi ini perlu dipantau secara rutin. Meski tidak langsung berubah menjadi kanker, barrett's esophagus membuat risiko munculnya masalah yang lebih serius menjadi lebih tinggi.

5. Kanker kerongkongan

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Salah satu komplikasi yang paling dikhawatirkan dari GERD kronis adalah kanker kerongkongan jenis adenokarsinoma. Risiko ini bisa meningkat pada orang yang sudah mengalami barrett's esophagus.

Kondisi ini disebabkan oleh paparan asam lambung terus-menerus yang merusak DNA sel dan memicu pertumbuhan sel abnormal. Dalam kondisi lebih lanjut, tumor dapat menghambat jalannya makanan dan menyebar ke jaringan di sekitarnya.

6. Gangguan pernapasan

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Jangan anggap remeh karena GERD ternyata juga bisa berdampak pada sistem pernapasan. Itu karena, cairan asam yang naik hingga ke tenggorokan dan tanpa sengaja masuk ke saluran napas. Kondisi ini disebut mikroaspirasi.

Menurut publikasi dari National Center for Biotechnology Information, masuknya asam lambung ke saluran pernapasan dapat menyebabkan batuk kronis, suara serak akibat radang pita suara, hingga memperparah gejala asma. 

Kondisi ini bahkan dapat meningkatkan risiko pneumonia aspirasi.

7. Erosi dental

Dampak dari Penyakit GERD
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Dikutip dari Harvard Health, asam lambung yang sering mencapai rongga mulut dapat mengikis lapisan email gigi secara perlahan.

Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan panas atau dingin. Selain itu, warna gigi dapat berubah menjadi lebih kekuningan dan risiko gigi berlubang pun meningkat.

8. Gangguan tidur

Dampak dari Penyakit GERD
Pexels/SHVETS production

Gejala asam lambung memang cenderung lebih mudah muncul saat seseorang tidur telentang karena bantuan gravitasi berkurang.

Makanya sebagian orang dengan GERD sering terbangun di malam hari dengan rasa panas di dada atau sensasi asam yang naik ke tenggorokan.

Kalau hal ini terjadi terus-menerus, kualitas tidur bisa ikut terganggu. Tubuh bisa jadi mudah lelah di siang hari, konsentrasi menurun, dan keseimbangan hormon stres di dalam tubuh juga dapat ikut terpengaruh.

Itu tadi 8 dampak penyakit GERD bagi kesehatan tubuh. Yuk, jaga kesehatan pencernaan untuk menghindari dampak merugikan ini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More