Desa Penglipuran Jadi Desa Terbersih di Bali yang Mendunia

- Desa Penglipuran di Bangli dikenal sebagai desa terbersih di Bali berkat penerapan filosofi Tri Hita Karana yang menyeimbangkan hubungan manusia, alam, dan Tuhan.
- Warga menjaga kebersihan lewat aturan adat seperti larangan kendaraan bermotor di area utama serta kewajiban setiap keluarga merawat halaman rumahnya.
- Desa ini mendapat penghargaan Kalpataru Lestari 2025 dan masuk daftar desa wisata terbaik dunia versi UN Tourism karena komitmen pada pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli dikenal sebagai salah satu desa terbersih di Bali. Hingga 2026, desa wisata ini masih mempertahankan reputasinya sebagai kawasan yang tertata rapi, bersih, dan ramah lingkungan.
Keistimewaan Desa Penglipuran tidak hanya terletak pada kebersihannya, tetapi juga pada komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan budaya.
Hal ini tidak lepas dari penerapan filosofi Tri Hita Karana, yaitu konsep keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Nah, Popmama.com telah merangkum pembahasan fakta tentang Desa Penglipuran menjadi desa terbersih di Bali yang mendunia. Yuk, simak pembahasan berikut ini.
Table of Content
1. Komitmen warga menjaga kebersihan

Kebersihan Desa Penglipuran dijaga melalui kesadaran kolektif masyarakat serta aturan adat yang masih dipatuhi hingga kini.
Salah satu aturan penting adalah larangan kendaraan bermotor masuk ke area utama permukiman. Dengan kebijakan tersebut, jalan-jalan batu khas desa tetap bersih dan lingkungan terasa lebih tenang serta bebas polusi.
Selain itu, masyarakat juga menjalankan awik-awik atau hukum adat yang mengatur kehidupan warga desa.
Melalui aturan ini, setiap keluarga wajib menjaga kebersihan halaman rumah dan area di depan rumahnya, sehingga seluruh kawasan desa terlihat rapi dan tertata.
2. Pelestarian alam yang terjaga

Desa Penglipuran juga dikenal aktif menjaga kelestarian alam. Dari total sekitar 112 hektare wilayah desa, sekitar 45 hektare merupakan hutan bambu yang dilindungi.
Hutan bambu tersebut tidak hanya menjadi identitas desa, tetapi juga berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem serta sumber bahan bangunan tradisional bagi masyarakat setempat.
Upaya pelestarian ini turut mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih dan asri.
3. Mendapatkan pengakuan nasional dan dunia

Berkat konsistensinya menjaga lingkungan, Desa Penglipuran menerima berbagai penghargaan.
Pada 2025, desa ini meraih Kalpataru Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas keberhasilannya dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Desa Penglipuran juga masuk dalam daftar desa wisata terbaik dunia versi UN Tourism berkat penerapan praktik pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal.
Desa Penglipuran menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempertahankan budaya tradisional.
Melalui aturan adat, kesadaran bersama, serta pelestarian alam, desa ini berhasil mempertahankan reputasinya sebagai desa terbersih di Bali.
Itulah pembahasan fakta mengenai Desa Penglipuran jadi desa terbersih di Bali yang mendunia.
Tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya yang menarik, Penglipuran juga menjadi inspirasi bagi pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan.


















