Dikutip dari laman National Library of Medicine, hipertensi, terutama pada lansia, banyak dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko penurunan kognitif dan demensia.
Hipertensi yang berlangsung dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah di otak dan mengganggu aliran darah.
Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko stroke, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan otak dalam bekerja secara optimal.
Dalam jangka panjang, kerusakan pembuluh darah akibat hipertensi dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif dan demensia vaskular.
Kondisi tersebut dapat ditandai dengan menurunnya kemampuan mengingat, berpikir, berkonsentrasi, atau mengambil keputusan.
Itulah 5 faktor risiko hipertensi bagi tubuh yang perlu diwaspadai. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bukan hanya berdampak pada satu bagian tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.