Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Faktor Risiko Hipertensi bagi Tubuh yang Perlu Diwaspadai
Magnific/magnific
  • Hipertensi membuat jantung bekerja lebih keras, meningkatkan risiko penyakit jantung hipertensif dan gagal jantung jika tekanan darah tinggi tidak dikendalikan dalam waktu lama.
  • Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak, ginjal, dan mata, memicu strok, gagal ginjal, serta retinopati hipertensi yang berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan.
  • Hipertensi kronis juga berdampak pada fungsi otak dengan meningkatkan risiko penurunan kognitif dan demensia vaskular akibat kerusakan pembuluh darah serta terganggunya aliran darah ke otak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang bisa sakit kalau darahnya tekanannya tinggi. Jantung jadi kerja keras dan bisa rusak. Otak juga bisa kena dan bikin orang kena strok. Ginjal bisa capek dan nggak bisa bersihin darah. Mata bisa susah lihat karena pembuluh darahnya rusak. Kalau lama, otak juga bisa susah mikir dan gampang lupa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahukah kamu kalau tekanan darah tinggi bisa berdampak pada berbagai organ tubuh?

Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memberikan beban lebih pada pembuluh darah dan organ penting, seperti jantung, otak, ginjal, hingga mata.

Yuk, simak 5 faktor risiko hipertensi bagi tubuh yang perlu diwaspadai yang telah dirangkum oleh Popmama.com berikut ini.

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Magnific/jcomp

Hipertensi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi hipertensi yang berkaitan dengan jantung meningkat risiko penyakit hypertentive heart disease (HHD).

Dilansir dari Cleveland Clinic, hypertentive heart disease adalah kondisi kerusakan pada jantung yang terjadi akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau tidak ditangani dengan baik dalam jangka waktu lama.

Seiring waktu, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gagal jantung. Hal ini terjadi karena tekanan darah tinggi membuat jantung harus memompa darah dengan usaha yang lebih besar.

2. Meningkatkan risiko strok

Magnific/jcomp

Dikutip dari laman World Stroke Organization, hipertensi memiliki hubungan dengan penyakit strok.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus membuat jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras. Akibatnya, pembuluh darah bisa rusak, menyempit, dan mengeras seiring waktu.

Selain itu, tekanan yang terlalu tinggi juga bisa membuat pembuluh darah di otak pecah, yang dikenal sebagai strok hemoragik.

3. Menyebabkan kerusakan ginjal

Magnific/jcomp

Ginjal memiliki banyak pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa dari tubuh.

Ketika tekanan darah terus meningkat, pembuluh darah tersebut dapat mengalami kerusakan sehingga kemampuan ginjal dalam menjalankan fungsinya ikut menurun.

Jika tidak ditangani, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis dan pada kondisi yang lebih parah bisa berkembang menjadi gagal ginjal.

4. Memengaruhi kesehatan mata

Magnific/magnific

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang berada di retina, yaitu lapisan di bagian belakang mata yang berperan penting dalam proses penglihatan.

Kerusakan pembuluh darah ini dikenal sebagai retinopati hipertensi. Pada tahap awal, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Jika terus berkembang, retinopati hipertensi dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan pada kasus yang parah berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan.

5. Memengaruhi fungsi otak dan kemampuan kognitif

Magnific/jcomp

Dikutip dari laman National Library of Medicine, hipertensi, terutama pada lansia, banyak dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko penurunan kognitif dan demensia.

Hipertensi yang berlangsung dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah di otak dan mengganggu aliran darah.

Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko stroke, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan otak dalam bekerja secara optimal.

Dalam jangka panjang, kerusakan pembuluh darah akibat hipertensi dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif dan demensia vaskular.

Kondisi tersebut dapat ditandai dengan menurunnya kemampuan mengingat, berpikir, berkonsentrasi, atau mengambil keputusan.

Itulah 5 faktor risiko hipertensi bagi tubuh yang perlu diwaspadai. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bukan hanya berdampak pada satu bagian tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

Curated For You

Editorial Team

Related Article