Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Gejala Awal Autoimun Kulit yang Tidak Boleh Diabaikan
Magnific/magnific
  • Ruam berulang atau tak kunjung sembuh, terutama pola kupu-kupu dari pipi melewati hidung, dapat berkaitan dengan lupus dan perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.

  • Bercak merah tebal, kering, bersisik, gatal, atau nyeri di siku, lutut, kulit kepala, dan punggung dapat menjadi tanda psoriasis akibat penumpukan sel kulit.

  • Bercak putih, kulit menebal dan keras, serta lepuhan mudah pecah dapat terkait vitiligo, scleroderma, atau pemfigus; perubahan kulit tidak biasa perlu dikonsultasikan ke dokter kulit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Enam perubahan kulit yang perlu diperhatikan sebagai kemungkinan gejala awal penyakit autoimun: ruam berulang, bercak merah, kulit bersisik, bercak putih, kulit menebal dan keras, serta lepuhan.
  • Who?
    Orang yang mengalami perubahan kulit tidak biasa, berulang, menetap, atau sulit membaik perlu memeriksakan kondisi tersebut kepada dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya.
  • Where?
    Keluhan dapat muncul di wajah, pipi dan hidung, siku, lutut, kulit kepala, punggung, jari tangan, tangan, mulut, atau bagian tubuh lain.
  • When?
    Pemeriksaan perlu dipertimbangkan ketika keluhan kulit sering muncul, tidak kunjung membaik, berbentuk tidak biasa, atau muncul tiba-tiba.
  • Why?
    Sejumlah penyakit autoimun dapat membuat sistem kekebalan menyerang jaringan tubuh, memicu perubahan produksi sel kulit, kerusakan melanosit, kelebihan kolagen, atau gangguan ikatan antarsel kulit.
  • How?
    Gejalanya dapat terlihat sebagai ruam berbentuk kupu-kupu, plak merah bersisik, bercak putih kehilangan pigmen, kulit kencang dan sulit digerakkan, atau lepuhan berisi cairan yang dapat pecah menjadi luka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kulit bisa punya ruam yang datang lagi, bercak merah, kering seperti sisik, atau bercak putih. Kulit juga bisa jadi tebal, keras, atau mudah melepuh. Ini kadang tanda tubuh keliru menyerang kulit sendiri. Kalau tidak hilang atau makin sakit, kita perlu pergi ke dokter kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kulit yang tiba-tiba muncul ruam, gatal, atau berubah warna memang cukup sering terjadi dan belum tentu menandakan masalah serius. 

Nah, tapi kalau keluhannya sering muncul atau tidak kunjung membaik, sebaiknya jangan diabaikan. Pasalnya, beberapa perubahan pada kulit bisa menjadi salah satu tanda awal penyakit autoimun kulit, lho.

Lantas, apa saja gejala yang perlu diperhatikan? Simak daftar 6 gejala awal autoimun kulit yang sebaiknya tidak oleh diabaikan dari Popmama.com berikut ini.

1. Munculnya ruam

Pinterest/vidalucida

Ruam kulit biasa dianggap sebagai reaksi alergi biasa. Namun, berbeda ketika ruam yang muncul berulang, tidak pernah sembuh, bahkan berbentuk tak biasa.

Jika kamu menemukan ruam di wajah, khususnya di area pipi hingga hidung, bisa jadi itu adalah gejala awal penyakit autoimun.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ruam tersebut disebut butterfly rash, yakni gejala umum penyakit autoimun lupus. Ruam ini biasanya terlihat dari satu pipi, melewati batang hidung, hingga ke pipi lainnya, dan bisa terasa gatal, perih, atau seperti terbakar.

Meski begitu, ruam seperti ini tidak selalu berarti seseorang mengalami autoimun, sehingga kamu perlu memeriksakan diri untuk mengetahui penyebab pastinya.

2. Adanya bercak merah

Magnific/magnific

Kulit tiba-tiba muncul bercak merah? Jangan diabaikan, ya, karena itu bisa saja merupakan salah satu tanda psoriasis, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kulit. 

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh membuat produksi sel kulit menjadi terlalu cepat sehingga sel-sel tersebut menumpuk di permukaan kulit.

Selain berwarna kemerahan, bercak psoriasis biasanya terasa kering, tebal, bersisik, dan terkadang gatal atau nyeri. 

Bercak merah ini juga bisa muncul di beberapa area tubuh, seperti siku, lutut, kulit kepala, atau punggung.

3. Kulit bertekstur seperti sisik

Magnific/magnific

Kulit tiba-tiba jadi kering dan bersisik padahal tidak biasanya? Bisa jadi bukan sekadar kulit kering. Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda psoriasis, yaitu penyakit autoimun yang membuat produksi sel kulit berlangsung terlalu cepat.

Melansir dari Mayo Clinic, psoriasis membuat sel kulit menumpuk di permukaan dan membentuk bercak atau plak yang tebal, kering, dan bersisik. 

Area yang terkena juga bisa terasa gatal, perih, atau nyeri. Namun, kulit bersisik juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, jadi perlu diperhatikan jika keluhannya terus muncul atau sulit membaik.

4. Muncul bercak putih

Magnific/magnific

Apa kamu pernah menemukan kulitmu terlihat lebih cerah daripada biasanya di beberapa bagian? Itu bisa jadi gejala awal autoimun kulit, lho.

Kulit yang lebih cerah atau pucat tersebut mungkin lama-kelamaan akan berubah menjadi putih, membentuk seperti bercak pada kulit. Kondisi ini bisa menjadi belajar awal autoimun kulit, yakni penyakit vitiligo.

Dilansir dari Healthline, vitiligo merupakan penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang melanosit, yaitu sel yang bertugas menghasilkan pigmen atau melanin pada kulit. 

Ketika melanosit rusak, area kulit tertentu kehilangan pigmen sehingga muncul bercak putih yang terlihat lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya.

5. Kulit tebal dan keras

Health.harvard.edu

Kulit tebal dan keras tidak selalu berarti kapalan, terlebih jika muncul di area kulit yang tidak biasa terjadi kapalan. Kamu dapat mewaspadai kondisi ini sebagai gejala awal autoimun kulit, terutama penyakit scleroderma.

Scleroderma adalah penyakit autoimun yang membuat tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen sehingga kulit mengalami penebalan dan pengerasan.

Pada tahap awal, kulit bisa terasa lebih kencang, tebal, atau sulit digerakkan dibandingkan biasanya. 

Kondisi ini paling sering terlihat pada jari tangan, tangan, wajah, atau bagian tubuh lainnya, tergantung jenis scleroderma yang dialami.

6. Kulit melepuh

Magnific/magnific

Kulit yang tiba-tiba mudah melepuh juga bisa menjadi tanda dari penyakit autoimun tertentu. Salah satunya adalah pemfigus, kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang protein yang membantu sel-sel kulit tetap saling menempel.

Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah terpisah dan muncul lepuhan berisi cairan. Lepuhan ini bisa pecah dan meninggalkan luka yang terasa perih. 

Pada beberapa jenis pemfigus, lepuhan juga dapat muncul di mulut atau bagian tubuh lain.

Itulah 6 gejala awal autoimun yang sebaiknya jangan diabaikan. Jika kamu menemukan perubahan kulit yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article