Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Solopreneur Naik Kelas, Didukung Perluas Peluang dan Networking Bisnis

Solopreneur Naik Kelas, Didukung Perluas Peluang dan Networking Bisnis
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum
  • Laporan 2024/25 mencatat lebih dari 50% usaha mikro-kecil yang mendapat dukungan bisnis selama 12 bulan terakhir meningkatkan pendapatan, dibandingkan 37% yang tidak mendapat dukungan.
  • Bank Saqu mengembangkan program dari akademi bagi 1.000 solopreneur menjadi growth ecosystem yang menyediakan wawasan industri, networking, business matchmaking, serta akses solusi finansial.
  • William Utomo menekankan networking dan pertukaran pengalaman lintas industri membantu solopreneur membangun support system, memperluas referensi, dan menemukan inspirasi menghadapi tantangan bisnis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Berkembangnya sebuah bisnis tidak hanya mengandalkan peran pendiri atau founder dalam mengelola. Dukungan ekosistem yang tepat juga berperan dalam mengembangkan bisnis.

Laporan Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2024/25 menunjukkan lebih dari 50% usaha mikro dan kecil yang mengakses bentuk dukungan bisnis dalam 12 bulan terakhir mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan 37% bisnis yang tidak mendapat dukungan.

Akses terhadap ekosistem yang tepat akan mempertemukan pelaku bisnis dengan networking yang membuka banyak kesempatan untuk bekembang, salah satunya lewat Solopreneur Society: The Founders Club.

Simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum seputar solopreneur naik kelas dengan didukung peluas peluang dan networking bisnis.

  1. Dari Akademi Entrepreneur Menjadi Growth Ecosystem

    Dari Akademi Entrepreneur Menjadi Growth Ecosystem
    Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

    Dua tahun berjalan, dunia entrepreneur semakin berkembang dengan berbagai program dan kegiatan. Bank Saqu yang melihat kebutuhan para entrepreneur saat ini akhirnya berupaya menyesuaikan program dengan apa yang para wirausaha butuhkan.  

    ”Kebutuhan para solopreneur itu bukan cuma knowledge lagi, bukan cum exposure lagi, tapi mereka juga perlu networking, mereka juga perlu business opportunity yang baru,” ungkap Hendrik Komandangi selaku Relationship Banking Director Bank  Saqu di Menteng, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

    Dari akademi yang melibatkan 1.000 solopreneur, program semakin berkembang menjadi wadah pembelajaran atau growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, dan akses terhadap solusi finansial yang mendukung perkembangan usaha.

    “Tahun ini Solopreneur Society: The Founders Club kita ada 3 experience utama yang kita mau hadirkan untuk setiap orang yang hadir, yang pertama itu industry insight, lalu networking, yang terakhir business matchmaking,” tambahnya.

  2. William Utomo Ajak Solopreneur Perluas Networking

    Solopreneur Naik Kelas, Didukung Perluas Peluang dan Networking Bisnis
    Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

    Networking atau koneksi sangat penting dibangun untuk memperluas jaringan bisnis. Co-Founder dan Chief Operating Officer IDN, William Utomo menyampaikan bahwa memperbanyak networking bahkan juga akan menambah support system dari bidang yang sama.

    ”Kita merasa entrepreneur-entrepreneur zaman sekarang pasti bisa mendapatkan benefit dengan bergabung society seperti ini karena saling support,” ungkap William Utomo.

    Meski banyak tantangan yang dilalui, William menyarankan agar para solopreneur bertemu orang-orang industri yang tepat. Bukan hanya memperluas jaringan bisnis, tetapi juga dapat berbagi pikiran hingga saling menguatkan di tengah bisnis yang naik dan turun.

  3. Pentingnya Bertukar Pikiran dengan Industri yang Berbeda

    Pentingnya Bertukar Pikiran dengan Industri yang Berbeda
    Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

    Sebuah bisnis dapat berjalan berkat tangan banyak orang di belakangnya. Untuk itu, seorang entrepreneur juga membutuhkan ruang dan fasilitas untuk belajar mengembangkan ilmu bisnisnya.

    “Saya melihat solopreneur society ini seperti hub, yang fungsi utamanya fasilitator. Sangat penting kita belajar dari industri yang berbeda, karena tantangan di industri yang berbeda pasti macam-macam, justru kita kadang mendapatkan inspirasinya dari cerita tantangan, keberhasilan dari teman-teman yang ada di industri lain,” tutur William.

    Bergerak di bidang industri media, William Utomo banyak bertemu dengan orang-orang dari berbagai industri berbeda. Bertemu dengan beragam orang sangat diperlukan oleh seorang entrepreneur untuk berkembang. 

    “Semakin banyak referensi, semakin banyak teman, komunitas,  terutama di industri yang berbeda itu akan membuat kita berkembang,” tambahnya.

    Seorang entrepreneur harus terus belajar dan memperluas wawasan untuk berkembang, salah satunya lewat Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club.

    Demikian penjelasan mengenai solopreneur naik kelas dengan didukung peluas peluang dan networking bisnis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More