Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Jenis Autoimun yang Paling Umum, Diabetes Jadi Salah Satunya

10 Jenis Autoimun yang Paling Umum, Diabetes Jadi Salah Satunya
Magnific/magnific
  • Lebih dari 80 penyakit autoimun dapat menyerang kulit, sendi, organ, hingga sistem saraf; artikel menyoroti 10 jenis yang paling umum.

  • Daftar tersebut mencakup psoriasis, rheumatoid arthritis, lupus, multiple sclerosis, diabetes tipe 1, penyakit Crohn, sindrom Sjogren, Hashimoto, alopecia areata, dan Graves.

  • Gejala serta dampaknya beragam, dari gangguan kulit, sendi, pencernaan, saraf, rambut, hingga tiroid; pemeriksaan dokter diperlukan untuk diagnosis dan penanganan tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Penyakit autoimun bukan hanya terdiri dari satu atau dua jenis. Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari kulit, sendi, organ, hingga sistem saraf.

Meski jumlahnya cukup banyak, beberapa penyakit autoimun ternyata lebih sering dialami dibandingkan yang lainnya.

Lantas, apa saja jenis penyakit autoimun yang paling umum? Berikut Popmama.com rangkum daftar 10 jenis autoimun yang paling umum.

  1. 1. Psoriasis

    Psoriasis
    Magnific/magnific

    Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh mempercepat produksi sel kulit.

    Melansir dari Medical News Today, sel kulit yang normal membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk tumbuh dan mengelupas. Namun, pada psoriasis, proses ini hanya berlangsung sekitar 3-4 hari sehingga sel kulit menumpuk di permukaan kulit.

    Akibatnya, muncul bercak atau plak kulit yang tebal, kering, bersisik, dan terasa gatal.

    Gejala psoriasis biasanya datang dan pergi, dengan periode kambuh yang dapat diselingi masa remisi ketika gejalanya mereda atau menghilang.

    Tingkat keparahannya pun bisa berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat, tergantung luas area kulit yang terdampak.

  2. 2. Rheumatoid arthritis

    Rheumatoid arthritis
    Magnific/magnific

    Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan di sekitar sendi.

    Dilansir dari Mayo Clinic, RA dapat menyebabkan sendi terasa nyeri, bengkak, hangat, dan kaku, terutama pada pagi hari atau setelah lama tidak bergerak.

    RA biasanya pertama kali menyerang sendi-sendi kecil, seperti jari tangan dan kaki, tetapi bisa menyebar ke pergelangan tangan, siku, lutut, hingga pergelangan kaki.

    Pada beberapa orang, penyakit ini juga dapat memengaruhi organ lain, seperti kulit, mata, paru-paru, dan jantung.

    Jika tidak ditangani dengan baik, peradangan akibat RA dalam jangka panjang dapat merusak sendi dan membuatnya berubah bentuk sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.

  3. 3. Lupus

    Lupus
    Pinterest/vidalucida

    Dilansir dari Healthdirect, lupus adalah penyakit autoimun kronis ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat.

    Penyakit ini bisa memengaruhi berbagai bagian tubuh, terutama kulit dan sendi. Namun, pada kondisi tertentu juga dapat menyerang ginjal, jantung, paru-paru, hingga otak.

    Gejala lupus cukup beragam dan bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa yang umum antara lain ruam kulit berbentuk kupu-kupu di wajah, nyeri atau bengkak pada sendi, sariawan, rambut rontok, mudah lelah, demam, hingga jari tangan dan kaki yang berubah putih atau kebiruan saat kedinginan.

    Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik, hormon, lingkungan, serta obat-obatan tertentu diduga berperan dalam memicu penyakit ini.

  4. 4. Multiple sclerosis

    Multiple sclerosis
    Magnific/jcomp

    Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang mielin, yaitu lapisan pelindung saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Akibatnya, komunikasi antara otak dan tubuh terganggu.

    Dilansir dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala MS bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung bagian saraf yang terkena.

    Gejala yang paling umum, antara lain penglihatan terganggu, tubuh mudah lelah, mati rasa atau lemas pada tangan dan kaki, otot terasa kaku, serta sulit berjalan dan menjaga keseimbangan.

    Sampai saat ini, penyebab pasti MS belum diketahui. Namun, faktor genetik dan lingkungan diduga ikut menjadi pemicunya.

  5. 5. Diabetes tipe 1

    Diabetes tipe 1
    Magnific/xb100

    Dikutip dari Cleveland Clinic, diabetes tipe 1 termasuk penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel pankreas yang bertugas membuat insulin.

    Kondisi ini membuat tubuh kekurangan insulin dan gula akhirnya menumpuk di dalam darah.

    Gejalanya bisa berupa sering haus dan buang air kecil, mudah lapar, berat badan turun tanpa alasan yang jelas, cepat lelah, sampai penglihatan kabur.

    Pada anak-anak, gejala diabetes juga bisa terlihat dari kebiasaan mengompol atau popok yang lebih sering penuh.

  6. 6. Penyakit crohn

    Penyakit crohn
    Magnific/katemangostar

    Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa Crohn's disease adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, terutama usus.

    Kondisi ini termasuk penyakit kronis, sehingga gejalanya bisa berlangsung dalam jangka panjang dan muncul dalam periode kambuh (flare) maupun mereda.

    Gejalanya cukup beragam, tetapi yang paling sering berupa sakit perut, diare yang terkadang disertai darah, nafsu makan menurun, berat badan turun, demam, serta mudah lelah.

    Beberapa orang juga bisa mengalami sariawan, nyeri sendi, atau luka dan nyeri di sekitar anus.

    Faktor genetik dan lingkungan diduga dapat menjadi pemicu penyakit ini. Kebiasaan merokok juga diketahui dapat meningkatkan risiko Crohn's disease dan komplikasinya.

  7. 7. Sindrom sjogren

    Sindrom sjogern
    Pexels/Mypointofview

    Sjogren's syndrome adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur. Akibatnya, tubuh jadi lebih sedikit memproduksi cairan tersebut sehingga mata dan mulut terasa kering.

    Gejala yang paling umum adalah mata dan mulut yang terasa kering. Kondisi ini bahkan bisa membuat penderitanya sulit menelan atau berbicara.

    Sjogren's syndrome bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada perempuan dan orang berusia di atas 40 tahun.

    Penyakit ini juga bisa muncul bersamaan dengan autoimun lainnya, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

  8. 8. Penyakit hashimoto

    Penyakit hashimoto
    Pexels/Timur Weber

    Hashimoto's disease adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah menyerang kelenjar tiroid.

    Padahal, kelenjar ini berperan penting dalam menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme tubuh. Ketika produksi hormon tiroid menurun, tubuh bisa mengalami hipotiroidisme.

    Gejala penyakit ini, antara lain mudah capek, berat badan bertambah, tubuh terasa lemas, susah BAB, lebih mudah kedinginan, suasana hati menurun, hingga otot terasa nyeri.

    Hashimoto's disease biasanya berkembang secara perlahan, jadi gejalanya bisa muncul sedikit demi sedikit dan terkadang tidak langsung disadari.

  9. 9. Alopecia areata

    Alopecia areata
    Magnific/magnific

    Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, sehingga rambut rontok di area tertentu.

    Biasanya, kerontokan muncul dalam bentuk bercak-bercak kecil dan bulat di kulit kepala, tetapi bisa juga terjadi pada alis, bulu mata, janggut, hingga bagian tubuh lainnya.

    Tingkat kerontokannya pun bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa bagian kecil hingga kehilangan seluruh rambut di kepala atau tubuh.

    Alopecia areata umumnya tidak mengganggu kesehatan fisik secara langsung, tetapi kerontokan rambut dapat memengaruhi kepercayaan diri dan membuat seseorang merasa stres atau cemas.

  10. 10. Penyakit graves

    Penyakit graves
    Magnific/wayhomestudio

    Graves' disease adalah penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh memicu kelenjar tiroid untuk menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

    Kondisi ini menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lebih cepat dan bisa menimbulkan hipertiroidisme atau kondisi tiroid yang terlalu aktif.

    Gejalanya bisa berupa mudah merasa kepanasan dan banyak berkeringat, jantung berdebar lebih cepat, tangan gemetar, mudah cemas, lebih sering BAB, sulit tidur, rambut rontok, hingga berat badan turun meski pola makan tidak berubah.

    Kondisi ini juga bisa menyebabkan kelenjar tiroid membesar atau gondok.

    Graves' disease merupakan kondisi jangka panjang yang terutama menyerang kelenjar tiroid, tetapi pada beberapa orang juga dapat memengaruhi mata dan kulit.

    Itulah 10 jenis autoimun yang paling umum. Jika kamu mengalami gejala dari salah satu jenis autoimun di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More