Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Hukum Kumur-Kumur saat Puasa, Boleh atau Tidak?

Hukum Kumur-Kumur saat Puasa, Boleh atau Tidak?
Freepik
Intinya Sih
  • Berkumur saat puasa diperbolehkan menurut syariat Islam, asalkan air tidak tertelan dengan sengaja dan dilakukan secara hati-hati sesuai anjuran Rasulullah SAW.
  • Jika air masuk ke tenggorokan tanpa sengaja, puasa tetap sah; namun bila dilakukan berlebihan atau disengaja hingga tertelan, maka puasanya batal.
  • Disarankan berkumur perlahan menggunakan air putih saja, hindari obat kumur beraroma kuat, dan lakukan hanya saat wudhu agar ibadah puasa tetap sah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan adalah ibadah menahan diri dari makan dan minum. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa tetap sah, salah satunya adalah kebiasaan berkumur. Berkumur memang menjadi bagian dari wudhu yang dilakukan sebelum salat, tetapi bagaimana jika dilakukan saat puasa. Apakah boleh atau justru bisa membatalkan puasa?

Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kebersihan mulut selama berpuasa. Di satu sisi, berkumur bisa membantu menghilangkan rasa kering di mulut, tetapi di sisi lain, ada kekhawatiran air akan tertelan secara tidak sengaja dan mempengaruhi keabsahan puasa.

Nah, agar tidak ragu-ragu, penting bagi kita untuk memahami hukum berkumur saat puasa berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis. Dalam Islam, setiap ibadah memiliki aturan yang jelas, termasuk dalam hal-hal kecil seperti berkumur saat puasa.

Untuk itu, dalam artikel ini Popmama.com akan membahas hukum kumur-kumur saat puasa dalam Islam. Yuk, simak penjelasannya!

Table of Content

1. Hukum berkumur saat puasa menurut syariat

1. Hukum berkumur saat puasa menurut syariat

Freepik
Freepik

Dalam Islam, berkumur adalah bagian dari wudhu yang dianjurkan sebelum melaksanakan salat. Namun, saat berpuasa, hukum berkumur memiliki ketentuan tersendiri. Secara umum, berkumur tidak membatalkan puasa, selama air tidak masuk ke dalam tenggorokan dengan sengaja.

Dalil yang mendukung hal ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW bersabda:

"Sempurnakanlah wudhu, bersihkanlah sela-sela jari-jari, dan bersungguh-sungguhlah dalam istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), kecuali jika kamu sedang berpuasa." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa saat berpuasa, seseorang tetap boleh berkumur, tetapi tidak boleh berlebihan atau berlebihan dalam menghirup air ke hidung karena dikhawatirkan air akan masuk dan membatalkan puasa. Oleh karena itu, hukum berkumur tetap diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati.

2. Batasan berkumur dalam Islam saat puasa

Freepik/freepik
Freepik/freepik

Meskipun berkumur tidak membatalkan puasa, terdapat beberapa batasan yang harus diperhatikan agar tidak merusak ibadah puasa. Salah satunya adalah menghindari berkumur dengan air yang bercampur rasa, seperti berkumur dengan larutan obat atau minuman tertentu, karena bisa menimbulkan rasa yang melewati tenggorokan.

Dalam Mazhab Syafi'i, disebutkan bahwa jika seseorang berkumur dan air masuk ke tenggorokan secara tidak sengaja, puasanya tetap sah. Namun, jika dilakukan dengan sengaja atau berlebihan sehingga menyebabkan air masuk ke kerongkongan, maka puasanya batal. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam." (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menegaskan bahwa aktivitas yang memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa dianjurkan untuk berkumur dengan sewajarnya tanpa berlebihan.

3. Tips berkumur yang aman saat berpuasa

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Agar puasa tetap sah dan terjaga, ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat berkumur di bulan Ramadan. Pertama, lakukan kumur-kumur dengan perlahan dan tidak terlalu dalam. Cukup sekadar membasahi mulut agar tidak menimbulkan risiko tertelannya air.

Kedua, hindari berkumur dengan bahan selain air putih, seperti obat kumur yang mengandung rasa atau alkohol. Beberapa ulama berpendapat bahwa menggunakan obat kumur dengan rasa yang kuat bisa menimbulkan efek samping berupa rasa tertelan dan dikhawatirkan membatalkan puasa.

Ketiga, usahakan untuk berkumur hanya saat wudhu dan menghindari kebiasaan berkumur secara berlebihan di luar wudhu. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW untuk tidak berlebihan dalam berkumur saat berpuasa. Jika memang diperlukan, cukup lakukan dengan hati-hati tanpa menghirup air ke dalam hidung terlalu dalam.

Setelah memahami hukum kumur-kumur saat puasa, kini kamu tidak perlu khawatir lagi! Pada dasarnya, berkumur tetap diperbolehkan selama tidak dilakukan secara berlebihan dan tidak sampai menelan air dengan sengaja. Islam selalu memberikan kemudahan dalam beribadah, tetapi kita juga harus berhati-hati agar puasa tetap sah dan sempurna.

FAQ Seputar Hukum Kumur-Kumur saat Puasa

Jika puasa wudhu tanpa kumur, apakah sah?

berwudhu tanpa berkumur hukumnya tetap sah, sehingga bisa melaksanakan shalat.

Hal apa saja yang makruh dalam puasa?

Hal yang makruh saat puasa antara lain berlebihan saat berkumur dan istinsyaq (memasukkan air ke hidung), mencicipi makanan tanpa kebutuhan mendesak, bergunjing atau berkata kotor, tidur berlebihan hingga tidak produktif, bekam jika menyebabkan lemas, serta menggosok gigi setelah zuhur; hal-hal ini tidak membatalkan puasa tetapi mengurangi pahala dan nilai ibadah, karena puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan tercela.

Apa hukumnya gosok gigi saat puasa?

Sikat gigi saat puasa pada dasarnya diperbolehkan, tetapi hukumnya bisa menjadi makruh jika dilakukan setelah zuhur karena khawatir membatalkan puasa (menelan pasta/air), terutama menurut sebagian ulama. Waktu terbaik adalah setelah sahur dan sebelum imsak, atau setelah berbuka, sambil sangat berhati-hati agar tidak ada air atau pasta yang tertelan, meskipun tanpa pasta gigi (hanya air/siwak) pun tetap harus hati-hati.

Share
Topics
Editorial Team
Irma ediarti mardiyah
Erick akbar
Irma ediarti mardiyah
EditorIrma ediarti mardiyah
Follow Us

Latest in Life

See More