- Nominal terlalu sedikit dan tidak mencerminkan harga makanan yang layak.
- Sasaran penerima yang tidak tepat (bukan orang yang membutuhkan)
- Melupakan untuk menghitung jumlah hari dengan teliti
- Menunda pembayaran tanpa alasan yang jelas
Cara Bayar Fidyah untuk Ibu Menyusui, Ini Panduannya!

- Fidyah menjadi kewajiban bagi mama menyusui yang tidak berpuasa karena alasan kesehatan, dengan mengganti setiap hari puasa lewat pemberian makanan atau uang setara kepada orang membutuhkan.
- Nilai fidyah dihitung berdasarkan harga satu porsi makan layak, sekitar Rp40 ribu–Rp60 ribu per hari, dikalikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan dan disertai niat sebelum membayar.
- Penyaluran fidyah dapat dilakukan langsung kepada penerima atau melalui lembaga zakat resmi, dengan memastikan nominal sesuai dan sasaran tepat agar ibadah fidyah sah secara syariat.
Bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat penting bagi umat Muslim dalam melaksanakan ibadah puasa. Tetapi, tidak semua individu mampu untuk melaksanakan puasa sepenuhnya, termasuk para Mama yang sedang mengASIhi atau berada dalam situasi tertentu. Dalam ajaran Islam, wanita yang sedang menyusui dan merasa cemas mengenai kesehatan dirinya atau anaknya diperbolehkan untuk tidak berpuasa dengan kewajiban untuk menggantinya lewat qadha atau membayar fidyah.
Fidyah merupakan bentuk pengganti puasa dengan memberi makan orang yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, mama yang sedang menyusui dan terpaksa melewatkan puasanya karena khawatir pada bayinya bisa memilih untuk membayar fidyah. Besaran fidyah umumnya setara dengan satu porsi makanan pokok untuk satu hari puasa yang ditinggalkan.
Namun, seiring berkembangnya zaman, fidyah bukan hanya diberikan dalam bentuk makanan, tetapi juga dapat berbentuk uang yang nilainya setara. Metode ini dianggap lebih praktis, terutama bagi mereka yang tinggal di area perkotaan karena biasanya sulit untuk menyalurkan makanan secara langsung dan uang dinilai lebih fleksibel karena dapat dimanfaatkan langsung oleh penerima untuk kebutuhan mereka.
Lantas, bagaimana ya seharusnya cara membayar fidyah bagi Mama yang sedang menyusui dalam bentuk uang agar sesuai dengan prinsip syariah? Berikut Popmama.com ulas penjelasan lengkap yang bisa Mama pahami dengan mudah.
Mulai mencatat ‘utang’ puasa

Sebelum Mama menghitung nominal, pastikan terlebih dulu untuk menghitung total hari puasa yang tidak dijalankan. Hal ini penting karena setiap hari memiliki nilai fidyah tersendiri yang harus ditunaikan. Dengan mengetahui jumlah hari secara pasti, perhitungan fidyah akan menjadi lebih akurat dan tidak kurang ataupun berlebih.
Apabila Mama lupa jumlah pastinya, maka bisa memperkirakan untuk mengambil angka yang paling meyakinkan. Hal ini dapat membantu Mama memastikan kewajiban puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan. Jadi tetap tergantikan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengubah porsi makan menjadi nilai rupiah

Pada dasarnya, fidyah adalah memberi makan. Maka, saat dibayar dengan uang, nilainya harus setara dengan harga satu kali makan yang ‘’layak’.
Di Indonesia, kisaran harga biasanya berada di Rp40 ribu sampai Rp60 ribu per hari, tergantung standar wilayah.
Menentukan total yang harus dibayarkan

Setelah mengetahui total hari dan nominal per hari, mama hanya perlu melakukan perkalian. Nah dari sini, akan terlihat jumlah fidyah yang harus dibayarkan.
Menyertakan niat sebagai bagian dari ibadah

Fidyah tetap termasuk ibadah meskipun dibayarkan dalam bentuk uang. Maka dari itu, diperlukan niat sebelum membayarkan fidyah. Niat tersebut cukup diucapkan di dalam hati saat akan membayarkan.
Menyalurkan fidyah ke pihak yang tepat

Uang fidyah harus diserahkan kepada orang yang membutuhkan. Apabila sulit untuk memberikannya secara langsung, maka dapat melalui lembaga resmi seperti organisasi zakat agar lebih akurat dan terpercaya dalam proses penyalurannya.
Hal yang Sering Terlewat Saat Membayar Fidyah
Meskipun membayar fidyah tampak terlihat mudah, ada beberapa hal yang sering terlewatkan:
Padahal, aspek diatas berdampak pada sah atau tidaknya fidyah yang dibayarkan.
Pada dasarnya, membayar fidyah bagi para mama yang sedang menyusui dapat dilakukan dengan metode yang mudah, termasuk melalui uang. Selama nilai uang yang diserahkan sebanding dengan makanan yang disalurkan kepada penerima yang membutuhkan, maka fidyah tersebut tetap diakui sah menurut syariat.
Setelah memahami cara dan hitungannya, Mama sendiri sudah menghitung berapa fidyah yang perlu dibayarkan tahun ini?


















